Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin.
Paket itu menjadi salah satu transaksi persenjataan terbesar yang pernah diterima pulau tersebut dan langsung memicu reaksi keras dari Tiongkok. Meski Washington selama ini menjadi pemasok utama senjata bagi Taiwan, pernyataan Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat memunculkan keraguan terkait komitmennya dalam membela pulau demokrasi itu.
Taiwan dalam satu dekade terakhir terus meningkatkan belanja pertahanannya seiring meningkatnya tekanan militer dari Beijing. Namun, pemerintahan Trump juga berulang kali mendorong Taipei untuk memperkuat kemampuan pertahanannya sendiri.
Penjualan senjata yang diumumkan itu masih menunggu persetujuan Kongres AS. Ini menjadi paket kedua sejak Trump kembali menjabat pada Januari, setelah Washington menyetujui penjualan suku cadang senilai US$330 juta pada November.
Paket terbaru itui jauh lebih besar dan mencakup sistem roket HIMARS, howitzer, rudal antitank, drone, serta berbagai peralatan militer lain. "Ini penjualan senjata kedua ke Taiwan yang diumumkan selama masa jabatan kedua pemerintahan Trump, sekali lagi menunjukkan komitmen teguh AS terhadap keamanan Taiwan," kata Kementerian Luar Negeri Taipei.
Beijing segera bereaksi keras terhadap pengumuman tersebut. Pemerintah Tiongkok mengecam langkah Washington dan memperingatkan akan mengambil tindakan balasan.
"Tiongkok mendesak AS untuk mematuhi prinsip satu-Tiongkok dan segera menghentikan tindakan berbahaya mempersenjatai Taiwan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam konferensi pers. Beijing akan mengambil langkah-langkah tegas dan kuat demi menjaga integritas wilayahnya.
Tiongkok mengeklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya berdasarkan prinsip satu Tiongkok dan secara terbuka tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk membawa pulau yang memerintah sendiri itu dalam kendalinya.
Nilai potensial penjualan senjata terbaru ini hampir menyamai paket senilai US$18 miliar yang disetujui di bawah Presiden AS George W Bush pada 2001, meski jumlah tersebut kemudian dikurangi setelah negosiasi. Selama delapan tahun masa jabatan Bush, AS akhirnya menjual senjata senilai US$15,6 miliar ke Taiwan.
Pada masa jabatan pertama Trump, Washington menyetujui penjualan senjata senilai US$10 miliar ke Taipei, termasuk sekitar US$8 miliar untuk jet tempur. Paket terbaru ini diperkirakan akan segera mendapatkan persetujuan Kongres, mengingat kuatnya konsensus lintas partai di AS terkait pentingnya pertahanan Taiwan.
Taiwan memang memiliki industri pertahanan domestik. Namun, dalam skenario konflik terbuka dengan Tiongkok, pulau tersebut dinilai akan berada pada posisi yang sangat lemah sehingga tetap bergantung pada dukungan persenjataan dari AS.
Pemerintahan Presiden Taiwan Lai Ching-te telah berjanji meningkatkan anggaran pertahanan hingga lebih dari 3% dari produk domestik bruto (PDB) tahun depan dan menargetkan 5% pada 2030. Ini sejalan dengan tekanan dari AS.
Taipei juga berencana mengajukan dana khusus hingga NT$1 triliun untuk memperkuat sistem pertahanan udara serta meningkatkan kapasitas produksi dan penyimpanan amunisi. Namun, rencana tersebut masih memerlukan persetujuan parlemen yang saat ini dikuasai oposisi.
Di sisi lain, Tiongkok terus mengerahkan pesawat militer dan kapal perang di sekitar Taiwan hampir setiap hari. (AFP/I-2)
Amerika Serikat sepakat menurunkan tarif impor barang Taiwan menjadi 15% sebagai imbalan investasi semikonduktor senilai US$250 miliar untuk kemandirian teknologi.
Asus tidak akan merilis ponsel terbaru sepanjang tahun 2026. Menjadikan Zenfone 12 Ultra bakal menjadi ponsel terakhir yang dikeluarkan perusahaan teknologi asal Taiwan itu.
AS mendesak Tiongkok hentikan tekanan militer terhadap Taiwan setelah latihan "Justice Mission 2025". Presiden Trump pilih pendekatan lunak demi kesepakatan dagang.
TIONGKOK menggelar latihan militer berskala besar di sekitar Taiwan yang menyimulasikan penguasaan serta pemblokadean wilayah-wilayah strategis di pulau tersebut, Senin (29/12).
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang wilayah perairan sekitar 32 kilometer dari Kota Yilan di pesisir timur laut Taiwan pada Sabtu (27/12)
Kemitraan ini memastikan pekerja migran di Taiwan mendapatkan pekerjaan yang layak serta akses perlindungan sosial yang mumpuni.
TIONGKOK menggelar latihan militer berskala besar di sekitar Taiwan yang menyimulasikan penguasaan serta pemblokadean wilayah-wilayah strategis di pulau tersebut, Senin (29/12).
LAPORAN rahasia Pentagon menyingkapkanAS diprediksi akan mengalami kekalahan besar dan berpotensi kehilangan kapal induk utamanya jika berusaha menggagalkan invasi Tiongkok ke Taiwan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved