Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

AS Kirim Paket Senjata Terbesar ke Taiwan, Tiongkok Berang

Ferdian Ananda Majni
18/12/2025 22:55
AS Kirim Paket Senjata Terbesar ke Taiwan, Tiongkok Berang
Peralatan militer AS.(Al Jazeera)

AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin. 

Paket itu menjadi salah satu transaksi persenjataan terbesar yang pernah diterima pulau tersebut dan langsung memicu reaksi keras dari Tiongkok. Meski Washington selama ini menjadi pemasok utama senjata bagi Taiwan, pernyataan Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat memunculkan keraguan terkait komitmennya dalam membela pulau demokrasi itu.

Taiwan dalam satu dekade terakhir terus meningkatkan belanja pertahanannya seiring meningkatnya tekanan militer dari Beijing. Namun, pemerintahan Trump juga berulang kali mendorong Taipei untuk memperkuat kemampuan pertahanannya sendiri.

Penjualan senjata yang diumumkan itu masih menunggu persetujuan Kongres AS. Ini menjadi paket kedua sejak Trump kembali menjabat pada Januari, setelah Washington menyetujui penjualan suku cadang senilai US$330 juta pada November.

Paket terbaru itui jauh lebih besar dan mencakup sistem roket HIMARS, howitzer, rudal antitank, drone, serta berbagai peralatan militer lain. "Ini penjualan senjata kedua ke Taiwan yang diumumkan selama masa jabatan kedua pemerintahan Trump, sekali lagi menunjukkan komitmen teguh AS terhadap keamanan Taiwan," kata Kementerian Luar Negeri Taipei.

Beijing segera bereaksi keras terhadap pengumuman tersebut. Pemerintah Tiongkok mengecam langkah Washington dan memperingatkan akan mengambil tindakan balasan.

"Tiongkok mendesak AS untuk mematuhi prinsip satu-Tiongkok dan segera menghentikan tindakan berbahaya mempersenjatai Taiwan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam konferensi pers. Beijing akan mengambil langkah-langkah tegas dan kuat demi menjaga integritas wilayahnya.

Tiongkok mengeklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya berdasarkan prinsip satu Tiongkok dan secara terbuka tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk membawa pulau yang memerintah sendiri itu dalam kendalinya.

Nilai potensial penjualan senjata terbaru ini hampir menyamai paket senilai US$18 miliar yang disetujui di bawah Presiden AS George W Bush pada 2001, meski jumlah tersebut kemudian dikurangi setelah negosiasi. Selama delapan tahun masa jabatan Bush, AS akhirnya menjual senjata senilai US$15,6 miliar ke Taiwan.

Pada masa jabatan pertama Trump, Washington menyetujui penjualan senjata senilai US$10 miliar ke Taipei, termasuk sekitar US$8 miliar untuk jet tempur. Paket terbaru ini diperkirakan akan segera mendapatkan persetujuan Kongres, mengingat kuatnya konsensus lintas partai di AS terkait pentingnya pertahanan Taiwan.

Taiwan memang memiliki industri pertahanan domestik. Namun, dalam skenario konflik terbuka dengan Tiongkok, pulau tersebut dinilai akan berada pada posisi yang sangat lemah sehingga tetap bergantung pada dukungan persenjataan dari AS.

Pemerintahan Presiden Taiwan Lai Ching-te telah berjanji meningkatkan anggaran pertahanan hingga lebih dari 3% dari produk domestik bruto (PDB) tahun depan dan menargetkan 5% pada 2030. Ini sejalan dengan tekanan dari AS.

Taipei juga berencana mengajukan dana khusus hingga NT$1 triliun untuk memperkuat sistem pertahanan udara serta meningkatkan kapasitas produksi dan penyimpanan amunisi. Namun, rencana tersebut masih memerlukan persetujuan parlemen yang saat ini dikuasai oposisi.

Di sisi lain, Tiongkok terus mengerahkan pesawat militer dan kapal perang di sekitar Taiwan hampir setiap hari. (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik