Kamis 30 Juli 2020, 12:33 WIB

Tarik 12.000 Pasukan dari Jerman, Trump: Kami tidak Mau Terpedaya

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Tarik 12.000 Pasukan dari Jerman, Trump: Kami tidak Mau Terpedaya

AFP/CHRISTOF STACHE
Tentara AS di area pelatihan militer di Grafenwoehr, Jerman selatan, pada 4 Maret 2020.

 

AMERIKA Serikat dijadwalkan untuk menarik hampir 12.000 pasukan dari Jerman dalam apa yang digambarkan sebagai reposisi pasukan ‘strategis’ di Eropa.

Sekitar 6.400 tentara akan ditarik pulang, dan sisanya dipindahkan ke negara-negara NATO lainnya seperti Italia dan Belgia.

Presiden Donald Trump mengatakan langkah itu merupakan respons terhadap kegagalan Jerman memenuhi target NATO terkait pengeluaran pertahanan.

Akan tetapi langkah itu mendapatkan oposisi luas di Kongres dari mereka yang memercayai kebijakan tersebut akan kian memberanikan Rusia.

"Kami tidak mau menjadi orang yang terpedaya lagi," tegas Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Rabu (29/7), tak lama setelah langkah itu diumumkan. 

"Kami mengurangi kekuatan karena mereka tidak membayar program mereka; sederhana sekali."

Trump telah lama mengeluh anggota anggota-anggota NATO Eropa harus membelanjakan lebih banyak untuk pertahanan mereka sendiri. Dia telah mengatakan anggota NATO seharusnya tidak lagi bergantung begitu banyak pada AS untuk menanggung biaya mempertahankan aliansi.

Argumen antara sekutu berfokus pada target yang disepakati oleh semua anggota aliansi pengeluaran pertahanan harus mencapai 2% dari PDB pada 2024. Jerman, bersama dengan banyak negara lainnya, belum memenuhi target ini.

Baca juga: India Datangkan Jet Tempur dari Prancis

Menteri Pertahanan AS Mark Esper memberikan nada yang berbeda ketika mengumumkan keputusan tersebut, menyarankan itu adalah bagian dari rencana yang lebih luas untuk memosisikan kembali pasukan AS di kawasan tersebut.

Dia mengatakan langkah itu adalah perubahan strategis dan positif utama yang tidak diragukan lagi akan mencapai prinsip-prinsip inti untuk meningkatkan deterrence AS dan NATO terhadap Rusia.

Langkah ini akan mengurangi kehadiran militer negara AS di Jerman lebih dari 25%.

Satu skuadron jet tempur akan dipindahkan ke Italia sementara beberapa pasukan bisa dipindahkan ke Polandia, kata Esper.

Keputusan itu dikritik oleh para pejabat Jerman. Ketua komite urusan luar negeri negara itu menyebut keputusan AS itu akan melemahkan aliansi NATO.

Pemimpin Negara Bagian Bavaria, Markus Soeder, mengatakan dia menyesali keputusan tersebut. 

"Ini membebani hubungan Jerman-Amerika Serikat," ujarnya kepada wartawan.

Ada juga kritik bipartisan di Washington. "Ini adalah luka yang terjadi sendiri ... terhadap kepentingan Amerika Serikat," kata Senator Demokrat Jack Reed.

Senator Republik Mitt Romney menggambarkan keputusan untuk memindahkan pasukan dari Jerman sebagai ‘kesalahan besar’. “Dan amparan di wajah pada seorang teman dan sekutu." (BBC/A-2)

Baca Juga

AFP

Cegah Serangan Internal, Ribuan Pasukan Garda Nasional Diperiksa

👤Nur Aivanni 🕔Senin 18 Januari 2021, 15:06 WIB
Upaya itu dilakukan FBI jelang pelantikan Presiden AS terpilih Joe Biden. Ancaman serangan orang dalam menyusul aksi protes pro-Trump, yang...
EON HEON-KYUN / POOL / AFP

Moon Jae-in Minta Joe Biden Lanjutkan Pembicaraan AS-Korea Utara

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Januari 2021, 13:46 WIB
Joe Biden diminta mengadakan pembicaraan dengan Korea Utara untuk membangun kemajuan yang telah dibuat oleh Presiden Donald Trump dan...
Dok.Ist

Dubes RI di Jepang Dukung Giat Forum Bisnis Baru Bersama

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Januari 2021, 12:50 WIB
Selanjutnya mereka diharapkan kembali ke Indonesia dengan keberhasilan membawa ilmu pengetahuan serta modal dari kerja di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya