Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJAGA kebugaran tubuh selama bulan Ramadan memerlukan asupan gizi yang presisi agar stamina tetap terjaga hingga waktu berbuka. Pakar Nutrition and Food Safety sekaligus Guru Besar Gizi Masyarakat IPB University, Prof. Ahmad Sulaeman, merekomendasikan kombinasi kurma dan kedelai, khususnya tempe, sebagai sumber energi seimbang yang mudah dicerna oleh tubuh.
Menurut Prof Ahmad, perpaduan kedua bahan pangan ini mampu memenuhi kebutuhan energi sekaligus zat gizi mikro yang dibutuhkan untuk beraktivitas sepanjang hari.
Kurma unggul dalam kandungan gula alami yang cepat diserap, sementara tempe memberikan cadangan energi jangka panjang melalui protein nabati dan seratnya yang tinggi.
Secara teknis, dalam 100 gram kurma (sekitar 13 butir) terkandung 299 kalori, ketika hampir setengah gulanya berbentuk fruktosa.
Karakteristik fruktosa yang dua kali lebih manis dibanding glukosa ini memberikan rasa kenyang yang lebih stabil.
Di sisi lain, tempe mengandung sekitar 200 kalori per 100 gram, namun unggul dalam kualitas protein nabati, asam lemak esensial, dan vitamin B.
"Karena kandungan kalori kurma lebih tinggi dibandingkan tempe, sedangkan tempe mengandung protein lebih tinggi, maka idealnya porsi tempe lebih banyak dan kurma lebih sedikit," jelas Prof Ahmad.
Meski porsinya berbeda, ia menegaskan bahwa secara prinsip tidak ada perbedaan khusus dalam mengombinasikan kedua bahan ini, baik saat dikonsumsi pada waktu sahur maupun berbuka puasa.
Menariknya, kombinasi ini juga dinilai aman bagi penderita diabetes. Kurma mengandung polifenol dengan aktivitas antioksidan kuat yang dapat menghambat enzim alfa-amilase dan alfa-glukosidase, yang berperan dalam metabolisme gula.
"Dalam jumlah wajar, kurma tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang berlebihan," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa konsumsi dua hingga tiga butir kurma per hari masih memberikan manfaat bagi penderita diabetes selama menjadi bagian dari pola makan seimbang.
Sementara itu, tempe menjadi pelengkap sempurna karena memiliki indeks glikemik yang rendah dan tidak memicu lonjakan gula darah secara mendadak. Protein dan serat yang tinggi pada tempe justru membantu penderita diabetes merasa kenyang lebih lama.
Untuk menghindari kebosanan, Prof Ahmad menyarankan masyarakat untuk berkreasi dalam mengolah kedelai dan kurma.
Selain dikonsumsi secara langsung, kedua bahan ini bisa dipadukan menjadi menu modern seperti smoothie kurma-tempe atau sandwich tempe-kurma.
Inovasi pengolahan ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi harian dengan cara yang lebih lezat dan variatif.
Dengan pemilihan bahan yang tepat dan cara pengolahan yang menarik, ibadah puasa dapat dijalani dengan tubuh yang tetap bugar dan produktif. (Z-1)
Berdasarkan riset YouGov tahun 2025, mayoritas Gen Z kini lebih memilih mengalokasikan THR mereka untuk ditabung atau diinvestasikan dibandingkan sekadar konsumsi sesaat.
Perusahaan menyalurkan donasi senilai Rp30 juta dan kebutuhan sehari-hari kepada Panti Yatim Indonesia, yang menaungi 50 anak usia 7–12 tahun.
BRImo menghadirkan promo Ramadan cashback 40% melalui pembayaran QRIS di merchant Kenangan Brands seperti Kopi Kenangan, Chigo, dan Satu Kenangan hingga 31 Maret 2026.
Memasukkan makanan tinggi lemak secara tiba-tiba, seperti mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa, memaksa sistem pencernaan bekerja ekstra keras seketika.
Pergeseran tersebut berkaitan langsung dengan fenomena astronomi, khususnya pergerakan bumi dan posisi matahari yang terus berubah setiap hari.
Jangan asal makan! Kenali ciri kurma tidak layak konsumsi mulai dari bau asam, jamur, hingga kutu agar terhindar dari risiko diare dan keracunan.
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) menerima bantuan kurma sebanyak 100 ton dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk didistribusikan kepada masyarakat selama Ramadan 1447 Hijriah.
Waspada kurma Israel saat Ramadhan! Cek daftar merek kurma terafiliasi Israel yang masuk daftar boikot dan pilihan kurma aman dari Palestina hingga Madinah.
Menyambut bulan suci Ramadan, Bigland Bogor Hotel kembali menghadirkan program berbuka puasa melalui dua konsep utama, yakni “Kurma - Kuliner Ramadan” dan “TAKJIL".
AHLI gizi di luar negeri menekankan bahwa kurma merupakan sumber energi cepat yang nyata dan berguna dalam rutinitas makan sehari-hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved