Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Sinergi Kurma dan Tempe: Formula Nutrisi Ideal untuk Stamina Selama Berpuasa

Basuki Eka Purnama
09/3/2026 07:23
Sinergi Kurma dan Tempe: Formula Nutrisi Ideal untuk Stamina Selama Berpuasa
Ilustrasi--Kurma(MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)

MENJAGA kebugaran tubuh selama bulan Ramadan memerlukan asupan gizi yang presisi agar stamina tetap terjaga hingga waktu berbuka. Pakar Nutrition and Food Safety sekaligus Guru Besar Gizi Masyarakat IPB University, Prof. Ahmad Sulaeman, merekomendasikan kombinasi kurma dan kedelai, khususnya tempe, sebagai sumber energi seimbang yang mudah dicerna oleh tubuh.

Menurut Prof Ahmad, perpaduan kedua bahan pangan ini mampu memenuhi kebutuhan energi sekaligus zat gizi mikro yang dibutuhkan untuk beraktivitas sepanjang hari. 

Kurma unggul dalam kandungan gula alami yang cepat diserap, sementara tempe memberikan cadangan energi jangka panjang melalui protein nabati dan seratnya yang tinggi.

Keseimbangan Nutrisi Jangka Panjang

Secara teknis, dalam 100 gram kurma (sekitar 13 butir) terkandung 299 kalori, ketika hampir setengah gulanya berbentuk fruktosa. 

Karakteristik fruktosa yang dua kali lebih manis dibanding glukosa ini memberikan rasa kenyang yang lebih stabil. 

Di sisi lain, tempe mengandung sekitar 200 kalori per 100 gram, namun unggul dalam kualitas protein nabati, asam lemak esensial, dan vitamin B.

"Karena kandungan kalori kurma lebih tinggi dibandingkan tempe, sedangkan tempe mengandung protein lebih tinggi, maka idealnya porsi tempe lebih banyak dan kurma lebih sedikit," jelas Prof Ahmad.

Meski porsinya berbeda, ia menegaskan bahwa secara prinsip tidak ada perbedaan khusus dalam mengombinasikan kedua bahan ini, baik saat dikonsumsi pada waktu sahur maupun berbuka puasa.

Keamanan bagi Penderita Diabetes

Menariknya, kombinasi ini juga dinilai aman bagi penderita diabetes. Kurma mengandung polifenol dengan aktivitas antioksidan kuat yang dapat menghambat enzim alfa-amilase dan alfa-glukosidase, yang berperan dalam metabolisme gula.

"Dalam jumlah wajar, kurma tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang berlebihan," ujarnya. 

Dia menambahkan bahwa konsumsi dua hingga tiga butir kurma per hari masih memberikan manfaat bagi penderita diabetes selama menjadi bagian dari pola makan seimbang.

Sementara itu, tempe menjadi pelengkap sempurna karena memiliki indeks glikemik yang rendah dan tidak memicu lonjakan gula darah secara mendadak. Protein dan serat yang tinggi pada tempe justru membantu penderita diabetes merasa kenyang lebih lama.

Inovasi Olahan Menu

Untuk menghindari kebosanan, Prof Ahmad menyarankan masyarakat untuk berkreasi dalam mengolah kedelai dan kurma. 

Selain dikonsumsi secara langsung, kedua bahan ini bisa dipadukan menjadi menu modern seperti smoothie kurma-tempe atau sandwich tempe-kurma.

Inovasi pengolahan ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi harian dengan cara yang lebih lezat dan variatif. 

Dengan pemilihan bahan yang tepat dan cara pengolahan yang menarik, ibadah puasa dapat dijalani dengan tubuh yang tetap bugar dan produktif. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya