Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGONSUMSI gorengan seolah sudah menjadi tradisi tidak terpisahkan bagi masyarakat Indonesia saat berbuka puasa. Namun, di balik kegurihannya, kebiasaan menyantap gorengan ketika perut dalam kondisi kosong ternyata menyimpan risiko serius bagi kesehatan pencernaan.
Dosen Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Dr. dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, M.Gizi., mengingatkan bahwa kandungan lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi pada gorengan menjadi pemicu utamanya.
"Sebenarnya tidak dianjurkan untuk berbuka puasa dengan gorengan," tegas Karina dalam program IPB Pedia yang tayang di YouTube IPB TV.
Menurut Karina, lemak merupakan zat gizi yang jauh lebih sulit dan lama untuk dicerna dibandingkan karbohidrat.
Masalah muncul karena setelah berpuasa seharian, sistem pencernaan manusia berada dalam kondisi istirahat atau "tidur" dalam waktu yang cukup lama.
Memasukkan makanan tinggi lemak secara tiba-tiba memaksa sistem pencernaan bekerja ekstra keras seketika.
"Takutnya nanti ada gangguan di sistem pencernaan. Paling tidak mungkin sakit perut, mual, mules," jelasnya.
Selain risiko gangguan mekanis, gorengan juga menjadi ancaman bagi penderita gangguan lambung. Kondisi perut yang kosong cenderung memiliki tingkat asam lambung yang meningkat. Jika langsung dipicu oleh makanan berminyak, efeknya akan sangat menyakitkan.
"Bayangin ya, perut yang kosong, asam lambungnya meningkat. Kalau orang yang punya asam lambung itu pasti perih banget rasanya," tambah Karina.
Meski tidak dianjurkan sebagai menu pembuka, Karina menyatakan bahwa masyarakat tetap boleh menikmati gorengan dengan syarat tertentu. Kuncinya terletak pada pengaturan waktu dan jumlah konsumsi.
"Makan gorengan saat berbuka puasa itu boleh, tapi dengan catatan, diberi jeda waktu dan tidak berlebihan," ujarnya.
Ia menyarankan agar perut diisi terlebih dahulu dengan makanan ringan yang lebih bersahabat atau makanan utama sebelum menyantap gorengan. Langkah ini dilakukan agar lambung memiliki waktu persiapan sebelum memproses lemak.
Lebih lanjut, Karina mengingatkan pentingnya membatasi jumlah gorengan yang dimakan. Konsumsi lemak berlebih yang dilakukan secara terus-menerus tanpa kontrol tidak hanya mengganggu pencernaan jangka pendek, tetapi juga berisiko memicu obesitas.
Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam memilih menu berbuka demi menjaga kualitas kesehatan jangka panjang. (Z-1)
Momentum Ramadan mendorong spektrum belanja yang lebih luas—dari kebutuhan harian hingga pengeluaran yang lebih aspiratif.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Human Initiative terus melakukan evaluasi dalam setiap pelaksanaan program.
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Inisiatif ini hadir sebagai solusi nyata bagi para pekerja kebun dan masyarakat sekitar dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi selama bulan suci.
Suasana lingkungan yang kondusif hanya bisa tercipta jika terdapat hubungan harmonis antar pemeluk agama.
Melalui kegiatan buka puasa bersama ini diharapkan dapat semakin mempererat kebersamaan, kekeluargaan, serta memperkuat nilai-nilai persatuan di tengah masyarakat
Suasana lingkungan yang kondusif hanya bisa tercipta jika terdapat hubungan harmonis antar pemeluk agama.
Saat berbuka adalah puncak kebahagiaan setelah seharian menahan lapar dan haus.
Nova Paloh menekankan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk merekatkan kembali hubungan yang mungkin merenggang akibat kesibukan sehari-hari.
Baznas berkomitmen untuk terus membantu masyarakat yang terdampak konflik dan bencana, termasuk di Palestina.
Tantangan bangsa saat ini tidak hanya datang dari persoalan ekonomi dan geopolitik, tetapi juga dari maraknya disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian di ruang publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved