Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERWAKILAN Perempuan Nelayan Sumatra Utara, Jumiati, mengungkapkan perubahan iklim membuat cuaca sulit diprediksi. Itu berdampak pada banyaknya nelayan di kampungnya kesulitan melaut.
Dahulu masyarakat atau nelayan bisa memprediksi cuaca agar bisa melaut dengan tenang, Namun kini cuaca sulit diprediksi. Ombak yang tinggi memperbesar risiko nelayan saat melaut.
"Di darat mungkin kelihatannya tidak terjadi apa-apa, tetapi di tengah laut bisa saja tiba-tiba ada angin kencang, ombak tinggi dan sebagainya," kata Jumiati dalam diskusi secara daring, Jumat (27/2).
Ia menceritakan pada 2025, ada 11 nelayan dari berbagai kecamatan pergi melaut dari rumah dengan kondisi cuaca yang baik-baik saja. Namun sesampainya di laut terjadi angin kencang dan gelombang tinggi.
Sayangnya para nelayan tersebut tidak membawa peralatan yang bisa menjamin mereka tidak jatuh ke laut. Menurutnya cuaca tidak bisa diprediksi, perahu mereka terbalik hingga para nelayan hilang. Ada juga yang jasadnya ditemukan di perairan di kampung lain.
"Di tahun 2026 juga, cuaca yang sulit diprediksi masih terjadi sampai hari ini. Di beberapa kecamatan muara-muara tempat keluar masuknya kapal nelayan juga mengalami perubahan. Perubahan cuaca bisa menyebabkan muaranya tertimbun pasir atau ada pengecilan muara. Itu menyebabkan nelayan-nelayan juga susah untuk pergi ke laut," ujar dia.
"Artinya kalau pasang surut air itu mereka bisa keluar bebas, hari ini harus mengalami kendala sedikit untuk pergi ke laut," sambungnya.
Jumiati mengatakan persoalan itu harus menjadi perhatian khusus ke pemerintah.Ia berharap ada sosialisasi, atau penggunaan alat-alat yang bisa menyelamatkan nelayan di tengah laut. (H-4)
Studi terbaru mengungkap tanaman tropis mengalami pergeseran waktu berbunga hingga 80 hari. Fenomena ini mengancam rantai makanan dan kelangsungan hidup hewan.
Peneliti terkejut menemukan Gletser Hektoria di Antartika kehilangan separuh wilayahnya dalam waktu singkat. Simak penyebab "gempa gletser" dan ancaman kenaikan permukaan laut.
Peneliti ETH Zurich temukan emisi gas rumah kaca dari danau hitam Kongo berasal dari gambut purba ribuan tahun.
Peneliti menemukan pola kadar garam (salinitas) di Pasifik Barat saat musim semi dapat memperkuat intensitas El Niño hingga 20%.
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada Kamis, 26 Februari 2026.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama bagi mereka yang berada di wilayah dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
BMKG memastikan kesiapan mendukung kelancaran dan keselamatan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 melalui penyediaan informasi cuaca
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Rabu, 25 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved