Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Gelombang Panas Ekstrem Landa AS: Suhu Tembus 38°C, Rekor 40 Tahun Pecah!

Thalatie K Yani
18/3/2026 10:57
Gelombang Panas Ekstrem Landa AS: Suhu Tembus 38°C, Rekor 40 Tahun Pecah!
Ilustrasi(freepik)

WILAYAH barat daya Amerika Serikat pekan ini dilanda gelombang panas yang signifikan dan datang lebih awal dari biasanya. Suhu udara melonjak drastis, menciptakan kondisi yang lebih menyerupai puncak musim panas dibandingkan pertengahan Maret.

Layanan Cuaca Nasional (NWS) memprediksi suhu di Phoenix, Arizona, dapat melampaui 100°F (38°C) pada hari Rabu. Jika terbukti, ini akan menjadi kedatangan suhu tiga digit tercepat di kota tersebut dalam hampir empat dekade terakhir. Fenomena ini disebabkan oleh sistem tekanan tinggi yang kuat dan bergerak lambat, sering disebut sebagai heat dome atau kubah panas, yang memerangkap udara panas di atas kawasan tersebut.

Suhu Melonjak di Atas Normal

Kubah panas ini mendorong suhu melonjak hingga 20–30°F di atas rata-rata normal di sebagian wilayah California, Nevada, dan Arizona. Kondisi ini diperkirakan akan bertahan selama beberapa hari dengan pendinginan minimal pada malam hari, yang menambah beban fisik bagi jutaan warga yang terdampak.

NWS telah mengeluarkan peringatan panas untuk wilayah California, termasuk Bay Area dan pesisir tengah. Di California Selatan, suhu bahkan dilaporkan sudah menyentuh 100°F pada Selasa sore waktu setempat.

Pihak berwenang mengimbau warga untuk memantau kondisi lansia dan kelompok berisiko lainnya. Kantor NWS Las Vegas, Nevada, memberikan peringatan khusus terkait risiko ini:

"Panas ekstrem di awal musim yang dibarengi dengan tingkat pariwisata yang tinggi akan membuat panas ini sangat berbahaya, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa dengan panas dan/atau mereka yang bepergian dari iklim yang lebih dingin," lapor kantor NWS Las Vegas.

Ancaman Cadangan Air dan Kebakaran

Selain risiko kesehatan, gelombang panas ini mengancam tumpukan salju (snowpack) di California yang saat ini sudah di bawah rata-rata. Suhu ekstrem mempercepat pencairan salju di Sierra Nevada beberapa minggu lebih awal dari jadwal normal.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan krisis air pada musim panas mendatang, mengingat tumpukan salju menyediakan sepertiga kebutuhan air negara bagian tersebut. Selain itu, lanskap yang mengering lebih cepat berpotensi memperpanjang dan memperparah intensitas musim kebakaran hutan.

Meskipun risiko kebakaran di wilayah Barat Daya saat ini masih relatif rendah karena kecepatan angin yang lemah, kondisi berbeda terjadi di wilayah Timur, khususnya di dekat pegunungan Rockies hingga High Plains. Di sana, udara kering dan vegetasi yang gersang menciptakan lingkungan yang lebih rentan terhadap titik api.

Para prakirawan cuaca memperingatkan bahwa pemulihan suhu diperkirakan baru akan terjadi secara bertahap pada akhir pekan atau awal pekan depan. Fenomena ini sekaligus menandai perubahan cuaca drastis setelah sebelumnya wilayah Midwest dan Great Lakes sempat dihantam badai salju dan suhu beku. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik