Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Australia Dikepung Karhutla Akibat Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 48,9 Derajat Celcius

Thalatie K Yani
28/1/2026 04:11
Australia Dikepung Karhutla Akibat Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 48,9 Derajat Celcius
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius. (WSWS)

PETUGAS pemadam kebakaran di negara bagian Victoria, Australia, tengah berjuang melawan sedikitnya enam titik api besar seiring terjangan gelombang panas yang memecahkan rekor di wilayah tenggara negeri tersebut. Kondisi cuaca ekstrem ini memicu status darurat dan ancaman serius bagi keselamatan warga.

Menurut laporan ABC News, dua kebakaran saat ini berada pada "level darurat". Otoritas setempat telah mengeluarkan peringatan bagi sejumlah komunitas untuk segera mengevakuasi diri, memantau situasi, atau mencari tempat perlindungan yang aman.

Rekor Suhu Tertinggi dan Kendala Pemadaman

Biro Meteorologi setempat melaporkan bahwa beberapa wilayah di Victoria mencatatkan suhu tertinggi sepanjang masa, bahkan satu titik mencapai suhu ekstrem 48,9°C. Di Melbourne, suhu udara tercatat menyentuh angka 41°C.

Kondisi ini membuat upaya pemadaman menjadi sangat menantang. Chris Hardman, Kepala Pemadam Kebakaran Forest Fire Management Victoria, menjelaskan bahwa cuaca panas tersebut menciptakan rintangan besar di lapangan.

"Kondisi panas di negara bagian ini membuat keadaan menjadi sangat sulit bagi petugas pemadam kebakaran," ujar Chris Hardman kepada awak media.

Kepala Country Fire Authority (CFA), Jason Heffernan, menambahkan kekhawatirannya terhadap kebakaran di wilayah Otways. Ia memperingatkan adanya potensi hujan bara api (ember showers) yang dapat memicu titik api baru jauh di depan api utama.

Dampak Kerusakan dan Risiko Kesehatan

Meski total kerugian belum dapat dipastikan secara resmi, Deputi Pengendali Insiden, Alistair Drayton, menyebut adanya laporan awal mengenai kerusakan bangunan.

"Saya mendapatkan bukti anekdot bahwa beberapa rumah telah hilang," ungkap Drayton, seraya memuji kerja keras para petugas pemadam kebakaran yang ia sebut sangat luar biasa.

Selain ancaman api, otoritas kesehatan memperingatkan bahaya kesehatan dari panas yang berkepanjangan. Kepala Petugas Kesehatan Victoria, Caroline McElnay, menekankan bahwa kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak berada dalam risiko tinggi.

"Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang berpotensi fatal seperti kelelahan akibat panas dan serangan panas (heat stroke), tetapi juga dapat memicu kejadian seperti serangan jantung atau stroke," jelas McElnay.

Kaitan dengan Perubahan Iklim

Para ilmuwan menegaskan bahwa perubahan iklim yang disebabkan manusia membuat gelombang panas menjadi lebih sering terjadi dan lebih intens secara global. Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) mencatat bahwa Australia diperkirakan akan terus mengalami peningkatan kondisi "cuaca api" seiring dengan pemanasan suhu bumi yang terus berlanjut. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya