Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Surat Adz-Dzariyat: Makna, Asbabun Nuzul, Kandungan, dan Keutamaan Membacanya

Media Indonesia
25/2/2026 21:24
Surat Adz-Dzariyat: Makna, Asbabun Nuzul, Kandungan, dan Keutamaan Membacanya
Ilustrasi.(Freepik)

SURAT Adz-Dzariyat adalah surat ke-51 dalam Al-Qur'an yang menyimpan pesan mendalam tentang sistem rezeki Allah dan hakikat keberadaan manusia. Terdiri dari 60 ayat, surat Makkiyah ini menjadi panduan spiritual bagi umat Islam dalam menghadapi dinamika kehidupan, terutama dalam urusan ekonomi dan pengabdian kepada Sang Pencipta.

Ayat 1 sampai dengan 30 Surat Adz-Dzariyat termasuk dalam juz 26. Sedangkan ayat 31 sampai dengan 60 Surat Adz-Dzariyat tergolong dalam juz 27. Simak penjelasan surat ini lebih lanjut. 

Makna Nama Adz-Dzariyat

Secara bahasa, Adz-Dzariyat berarti Angin yang Menerbangkan. Allah SWT memulai surat ini dengan sumpah demi fenomena alam yaitu angin, awan pembawa hujan, kapal yang berlayar, dan malaikat pengatur urusan. Sumpah ini bukan sekadar kiasan, melainkan penegasan bahwa semua unsur alam semesta bekerja secara harmonis untuk mendistribusikan rahmat dan rezeki-Nya di muka bumi.

Sejarah Asbabun Nuzul

Memahami konteks turunnya ayat sangat penting untuk menangkap pesan aslinya. Berikut beberapa momen penting di balik turunnya Surat Adz-Dzariyat:

  • Keadilan Sosial (Ayat 19): Ayat ini turun sebagai respons saat kaum miskin meminta bagian dari harta rampasan perang (ghanimah). Allah menegaskan bahwa kepedulian sosial bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban karena ada hak orang lain dalam harta kita.
  • Ketenangan Sahabat (Ayat 54-55): Para sahabat Nabi Muhammad SAW sempat merasa resah ketika diperintahkan untuk berpaling dari kaum musyrik. Mereka khawatir bimbingan wahyu akan berhenti. Allah kemudian menurunkan ayat 55 sebagai jaminan bahwa dakwah dan peringatan tetap akan memberikan manfaat bagi orang-orang mukmin.

Kandungan Inti: Tujuan Hidup dan Rezeki

Surat ini mengandung salah satu ayat yang paling sering dikutip dalam khazanah Islam, yaitu ayat 56:

"Wama khalaqtul jinna wal insa illa liya'budun" (Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku).

Pilar Konten Penjelasan Singkat
Tauhid & Ibadah Menegaskan bahwa orientasi utama hidup manusia adalah menyembah Allah SWT.
Kepastian Rezeki Rezeki telah ditetapkan di langit (Lauhul Mahfudz) dan Allah adalah Al-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki).
Kisah Para Nabi Menceritakan kisah Nabi Ibrahim, Musa, Nuh, serta kaum 'Ad dan Tsamud sebagai pelajaran sejarah.

Baca juga: Asmaul Husna Al-Awwal Mengapa Dia Disebut Yang Maha Awal tanpa Permulaan

Keutamaan Membaca Surat Adz-Dzariyat

Para ulama menyebutkan beberapa keutamaan bagi mereka yang rutin membaca dan mengamalkan isi surat ini:

  1. Melapangkan Rezeki: Dengan memahami bahwa rezeki diatur oleh Allah, seseorang akan lebih tenang dalam bekerja dan dijauhkan dari sifat tamak.
  2. Cahaya di Alam Kubur: Sebagaimana disebutkan dalam beberapa literatur tafsir, istiqamah membaca surat ini dapat menjadi wasilah mendapatkan penerangan di alam barzakh.
  3. Kemudahan Urusan: Mengingat kandungannya yang diawali dengan sumpah atas kemudahan (kapal yang berlayar dengan mudah), surat ini sering dibaca untuk memohon kelancaran dalam berbagai urusan, termasuk persalinan.

Baca juga: Asmaul Husna Al-Muakhir Rahasia Allah Menunda Sesuatu demi Kebaikan Hamba

Melansir dari abusyuja.com, terdapat fadhilah dan khasiat membaca Surat Adz-Dzariyat. Berikut penjelasannya.

1. Surat Adz-Dzariyat termasuk dalam Al-Mufashshal yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai tambahan, sehingga beliau diberi keutamaan dibanding nabi-nabi yang lain.

Watsilah bin Al-Asqa’ berkata Rasulullah SAW bersabda, "Telah diturunkan kepadaku As-Sab’uth-Thiwal sebagai ganti Taurat, diturunkan kepadaku Al-Ma’in sebagai ganti Zabur, diturunkan kepadaku Al-Matsani sebagai pengganti Injil, dan aku diberi tambahan dengan Al-Mufashshal." (HR. Ahmad:IV/107)

2. Surat Adz-Dzariyat menjadi wasilah agar memperoleh rezeki yang luas dan penerangan di alam kubur.

Rasulullah SAW pernah bersabda, "Barangsiapa membaca Surat Adz-Dzariyat di dalam harinya atau malamnya, Allah akan memberikan kebaikan (ma’isyah), mendatangkan rezeki yang luas kepadanya, dan menerangi alam kuburnya dengan lentera yang tidak akan pernah padam sehingga hari kiamat.“(Tsawabul A’mal: 145)

Baca juga: Prediksi Lailatul Qadar dari Imam Al-Ghazali, Asy-Syadzili, dan Al-Bajuri

3. Pembaca Surat Adz-Dzariyat memperoleh sepuluh kebaikan sejumlah angin yang berhembus di dalam dunia.

Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang membaca surat ini (Adz-Dzariyat), Allah akan memberinya sepuluh kebaikan sejumlah angin yang berhembus dan bertiup di dunia ini." (Tafsirul Burhan, Juz 7: 307)

4. Surat Adz-Dzariyat dapat dijadikan wasilah atau doa untuk obat sakit perut dan dimudahkan dalam melahirkan.

Rasulullah SAW pernah bersabda, "Barangsiapa yang menulisnya (Surat Adz-Dzariyat) di dalam suatu wadah, lalu meminum airnya, sakit perutnya akan sembuh,dan jika dikalungkan kepada seorang yang hamil, ia dapat melahirkan dengan mudah lagi cepat." (Tafsirul Burhan, Juz: 307)

Baca juga: Rumus Imam Al-Ghazali Puasa Ramadan Mulai Kamis, Kapan Lailatul Qadar

Kesimpulan: Surat Adz-Dzariyat mengajarkan kita untuk menyeimbangkan antara ikhtiar di dunia (mencari rezeki) dengan tujuan akhirat (ibadah). Ketika kita fokus pada tujuan penciptaan, Allah akan menjamin segala keperluan hidup kita di dunia.

FAQ - Pertanyaan Sering Diajukan

Apa arti Adz-Dzariyat?
Adz-Dzariyat berarti angin yang menerbangkan debu.

Surat Adz-Dzariyat juz berapa?
Surat ini berada di dalam Juz 26 dan Juz 27.

Baca juga: Prediksi Lailatul Qadar Menurut Imam As-Syadzili saat Puasa Mulai Kamis

Mengapa ayat 56 sangat penting?
Karena ayat tersebut menjelaskan satu-satunya alasan mengapa manusia dan jin diciptakan di alam semesta ini, yaitu untuk beribadah.

Apa tujuan penciptaan manusia menurut Surat Adz-Dzariyat?
Hal ini dijawab secara lugas pada ayat 56, "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." Ibadah di sini bermakna luas, mencakup ketundukan total dan pengenalan (ma'rifat) kepada Sang Pencipta.

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

Bagaimana konsep rezeki dalam surat ini?
Ayat 22 menegaskan, "Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu." Ini mengajarkan kita untuk tidak khawatir berlebihan terhadap urusan duniawi karena sumber rezeki bersifat transendental. (I-2)

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya