Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Rumus Imam Al-Ghazali: Puasa Ramadan Mulai Kamis, Kapan Lailatul Qadar?

Media Indonesia
24/2/2026 20:12
Rumus Imam Al-Ghazali: Puasa Ramadan Mulai Kamis, Kapan Lailatul Qadar?
Ilustrasi.(Freepik)

MALAM Lailatul Qadar adalah momen yang paling diburu oleh umat Islam di seluruh dunia saat bulan Ramadan. Keutamaannya yang disebut lebih baik dari seribu bulan menjadikan setiap detiknya sangat berharga.

Namun, kapan tepatnya malam itu tiba? Meski merupakan rahasia Allah SWT, para ulama besar seperti Imam Al-Ghazali telah merumuskan kaidah atau rumus berdasarkan pengalaman spiritual dan pengamatan bertahun-tahun.

Jika awal puasa Ramadan jatuh pada hari Kamis, Imam Al-Ghazali memiliki prediksi spesifik mengenai kapan malam mulia tersebut akan turun. Kita tahu pada Ramadan 1447 H, pemerintah menetapkan 1 Ramadan jatuh pada hari Kamis 19 Februari 2026.

Rumus Imam Al-Ghazali dalam Kitab I’anah at-Thalibin

Dalam tradisi keilmuan Islam, khususnya di kalangan pesantren, rumus Imam Al-Ghazali sangat populer. Kaidah ini tercantum dalam berbagai kitab kuning, salah satunya adalah I’anah at-Thalibin juz 2 halaman 257.

Beliau mengamati bahwa ada korelasi antara hari pertama bulan Ramadan dengan tibanya malam Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir. Berikut kaidah yang dirumuskan oleh Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali:

Baca juga : Enam Keutamaan Lailatulkadar, Waktu Terjadi, Tanda, dan Ibadahnya

  • Jika awal Ramadan hari Ahad/Minggu atau Rabu: Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29.
  • Jika awal Ramadan hari Senin: Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21.
  • Jika awal Ramadan hari Selasa atau Jumat: Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27.
  • Jika awal Ramadan hari Kamis: Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25.
  • Jika awal Ramadan hari Sabtu: Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23.

Mengapa Malam ke-25 Ramadan?

Berdasarkan kaidah di atas, jika kita memulai puasa pada hari Kamis, titik fokus utama untuk memperkencang ibadah pada malam ke-25 Ramadan. Mengapa demikian?

Baca juga: Waktu Lailatul Qadar, Ciri-Cirinya, Tanda Orang yang Memperolehnya

Prediksi ini didasarkan pada tajarub (pengalaman spiritual) Imam Al-Ghazali yang diakui oleh banyak ulama setelahnya, termasuk Imam Syadzili. Dalam hal ini, prediksi Imam Al-Ghazali dengan Imam Syadzili sama yaitu Lailatul Qadar diperkirakan turun pada malam ke-25 Ramadan 1447.

Malam ke-25 termasuk dalam deretan malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan. Rasulullah SAW sendiri bersabda, "Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan." (HR. Bukhari).

Baca juga: Asmaul Husna Al-Muakhir Rahasia Allah Menunda Sesuatu demi Kebaikan Hamba

Pertanyaan Seputar Prediksi Lailatul Qadar

Apakah Rumus Imam Al-Ghazali Pasti Akurat?

Penting untuk dipahami bahwa rumus ini adalah bentuk ijtihad atau hasil usaha pemikiran ulama berdasarkan pola yang terjadi berulang kali. Ini bukan ketetapan hukum syariat yang mutlak. Tujuannya sebagai panduan agar umat Islam lebih bersiap diri, bukan untuk membatasi ibadah hanya pada malam tersebut.

Bagaimana jika Terjadi Perbedaan Penentuan Awal Puasa?

Jika terjadi perbedaan awal Ramadan (misalnya antara pemerintah dan organisasi tertentu), prediksi ini mengikuti hari pertama masing-masing pihak memulai puasa. Namun, hikmahnya adalah kita tetap dianjurkan menghidupkan seluruh malam di sepuluh hari terakhir.

Baca juga: Makna Surat An-Najm Asbabun Nuzul, Keutamaan, dan Implementasi

Apa Saja Amalan Utama di Malam ke-25?

Selain salat fardu berjemaah, amalan yang sangat dianjurkan adalah salat Tahajud, salat Hajat, membaca Al-Qur'an, terutama Surah Al-Qadr sebanyak-banyaknya, dan memperbanyak doa"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni" (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku).

Checklist Amalan Malam Lailatul Qadar (Malam ke-25)

Untuk memaksimalkan malam yang diprediksi sebagai Lailatul Qadar jika puasa mulai hari Kamis, berikut checklist yang bisa Anda ikuti:

 

Amalan Utama Manfaat Spiritual
Salat Isya dan Subuh Berjemaah Pahala salat semalam suntuk.
Iktikaf dan Zikir Menenangkan hati dan fokus pada Allah.
Sedekah Subuh Melipatgandakan keberkahan rezeki.
Membaca Al-Qur'an Mendapatkan syafaat di hari akhir.

Kesimpulan

Prediksi Imam Al-Ghazali yang menempatkan Lailatul Qadar pada malam ke-25 jika puasa dimulai hari Kamis merupakan lentera bagi para pencari rida Allah. Meskipun bersifat prediksi, kaidah ini membantu kita untuk memiliki target spiritual yang jelas. Namun, kunci utama mendapatkan Lailatul Qadar bukanlah sekadar menghitung tanggal, melainkan keikhlasan dan konsistensi ibadah sepanjang bulan suci Ramadan. 

Baca juga: Bacaan Doa Sayyidul Istighfar Arab, Latin, dan Arti

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya