Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM kehidupan yang serba cepat, manusia sering kali merasa cemas ketika apa yang diinginkan tidak segera terwujud. Kita sering merasa tertinggal dibandingkan orang lain.
Namun, dalam Islam, ada satu nama Allah yang memberikan jawaban atas kegelisahan ini, yaitu Al-Mu'akhir. Apa maksudnya? Simak penjabaran berikut.
Secara bahasa, Al-Mu'akhir (المؤخر) berasal dari kata akhkhara yang berarti menunda, mengundurkan, atau menempatkan sesuatu di belakang. Sebagai Asmaul Husna, Al-Mu'akhir artinya Allah Yang Maha Mengakhirkan.
Allah adalah Dzat yang berkuasa untuk mengakhirkan apa pun yang Dia kehendaki, baik itu peristiwa, rezeki, hingga hukuman. Sifat ini merupakan lawan kata dari Al-Muqaddim (Maha Mendahulukan). Keduanya menunjukkan kekuasaan mutlak Allah atas waktu dan urutan segala kejadian di alam semesta.
Meskipun kata Al-Mu'akhir secara spesifik sebagai nama tidak tertulis langsung dalam satu ayat Al-Qur'an, sifat mengakhirkan ini banyak disebutkan dalam berbagai ayat, di antaranya:
Dalam hadits, nama ini muncul secara eksplisit dalam doa Rasulullah SAW saat shalat Tahajjud, "Antal Muqaddimu wa Antal Mu’akhiru, laa ilaaha illa Anta." (HR. Muslim).
Memahami Al-Mu'akhir bukan sekadar menghafal, melainkan mengubah cara pandang kita terhadap hidup:
Baca juga: Menelan Ingus dan Dahak Batalkan Puasa atau Tidak
Banyak ulama menyarankan untuk merutinkan zikir dengan nama ini untuk mendapatkan ketenangan hati. Mengucapkan Ya Mu'akhir secara istikamah membantu seseorang untuk lebih tenang, disiplin, dan terhindar dari sifat terburu-buru (istijal) yang merupakan godaan setan.
Baca juga: Baca Niat Puasa Ramadan Pakai Ramadhana atau Ramadhani yang Benar
Al-Akhir berarti Allah Dzat yang paling akhir secara eksistensi, sedangkan Al-Mu'akhir adalah sifat Allah yang mengakhirkan suatu urusan atau kejadian.
Sesuai sifat Al-Mu'akhir, Allah SWT menunda pengabulan doa jika hal tersebut belum maslahat bagi hamba-Nya saat itu, atau untuk menggantinya dengan yang lebih baik di akhirat.
Baca juga: Arti Al-Muqtadir dalam Asmaul Husna, Dalil, Perbedaannya dengan Al-Qadir
Bisa dibaca kapan saja, tetapi sangat dianjurkan dibaca saat merasa gelisah karena rencana yang gagal atau saat melaksanakan shalat malam (Tahajjud).
Agar menjadi ujian bagi orang beriman dan memberikan kesempatan bagi orang tersebut untuk bertobat sebelum ajal menjemput. (I-2)
Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Pahami makna Al-Muqaddim (Yang Maha Mendahulukan) dalam Asmaul Husna. Lengkap dengan dalil Al-Qur'an, fadhilah zikir, dan tips manajemen prioritas.
Al-Muqtadir artinya Maha Berkuasa. Simak makna mendalam, perbedaan dengan Al-Qadir, dalil Al-Qur'an, serta cara mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Al-Qadir artinya Maha Kuasa. Pelajari makna mendalam, dalil Al-Quran, keutamaan zikir, dan cara mengamalkan Asmaul Husna Al-Qadir dalam kehidupan.
Jelajahi makna mendalam Ash-Shamad (Maha Dibutuhkan). Pelajari dalil, keutamaan zikir, dan cara mengimplementasikannya agar hati tenang dan hajat terkabul.
Jelajahi makna mendalam Al-Ahad dalam Asmaul Husna. Temukan dalil Al-Quran, keutamaan zikir, serta cara mengimplementasikan sifat Esa Allah dalam hidup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved