Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Asmaul Husna Al-Mu'akhir: Rahasia Allah Menunda Sesuatu demi Kebaikan Hamba

Media Indonesia
24/2/2026 14:05
Asmaul Husna Al-Mu'akhir: Rahasia Allah Menunda Sesuatu demi Kebaikan Hamba
Tulisan arab Al-Mu'akhir.(Dok Istimewa)

DALAM kehidupan yang serba cepat, manusia sering kali merasa cemas ketika apa yang diinginkan tidak segera terwujud. Kita sering merasa tertinggal dibandingkan orang lain.

Namun, dalam Islam, ada satu nama Allah yang memberikan jawaban atas kegelisahan ini, yaitu Al-Mu'akhir. Apa maksudnya? Simak penjabaran berikut.

Makna Al-Mu'akhir dalam Asmaul Husna

Secara bahasa, Al-Mu'akhir (المؤخر) berasal dari kata akhkhara yang berarti menunda, mengundurkan, atau menempatkan sesuatu di belakang. Sebagai Asmaul Husna, Al-Mu'akhir artinya Allah Yang Maha Mengakhirkan.

Allah adalah Dzat yang berkuasa untuk mengakhirkan apa pun yang Dia kehendaki, baik itu peristiwa, rezeki, hingga hukuman. Sifat ini merupakan lawan kata dari Al-Muqaddim (Maha Mendahulukan). Keduanya menunjukkan kekuasaan mutlak Allah atas waktu dan urutan segala kejadian di alam semesta.

Dalil Al-Mu'akhir dalam Al-Qur'an dan Hadits

Meskipun kata Al-Mu'akhir secara spesifik sebagai nama tidak tertulis langsung dalam satu ayat Al-Qur'an, sifat mengakhirkan ini banyak disebutkan dalam berbagai ayat, di antaranya:

  • QS. Ibrahim Ayat 44: "Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang zalim: 'Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami walaupun dalam waktu yang sedikit...'"
  • QS. An-Nahl Ayat 61: "...tetapi Allah menangguhkan mereka sampai pada waktu yang ditentukan..."

Dalam hadits, nama ini muncul secara eksplisit dalam doa Rasulullah SAW saat shalat Tahajjud, "Antal Muqaddimu wa Antal Mu’akhiru, laa ilaaha illa Anta." (HR. Muslim).

Insight: Memahami Al-Mu'akhir membantu kita menyadari bahwa penundaan dari Allah bukanlah penolakan, melainkan perlindungan atau persiapan untuk sesuatu yang lebih besar.

Implementasi Sifat Al-Mu'akhir dalam Sehari-hari

Memahami Al-Mu'akhir bukan sekadar menghafal, melainkan mengubah cara pandang kita terhadap hidup:

  1. Berprasangka Baik (Husnuzan): Sadarilah bahwa Allah sedang mengakhirkan sesuatu karena ada waktu yang lebih tepat (Divine Timing).
  2. Mendahulukan yang Prioritas: Mengakhirkan urusan duniawi demi mendahulukan perintah Allah.
  3. Kesabaran: Menyadari bahwa pertolongan mungkin diakhirkan untuk menguji kesungguhan iman.

Baca juga: Menelan Ingus dan Dahak Batalkan Puasa atau Tidak

Amalan Zikir Al-Mu'akhir

Banyak ulama menyarankan untuk merutinkan zikir dengan nama ini untuk mendapatkan ketenangan hati. Mengucapkan Ya Mu'akhir secara istikamah membantu seseorang untuk lebih tenang, disiplin, dan terhindar dari sifat terburu-buru (istijal) yang merupakan godaan setan.

Meneladani Al-Mu'akhir

  • Apakah saya sudah mendahulukan shalat di awal waktu?
  • Apakah saya tetap tenang saat rencana saya tertunda?
  • Sudahkah saya mengakhirkan ego pribadi demi kepentingan bersama?
  • Apakah saya yakin bahwa Divine Timing Allah adalah yang terbaik?

Baca juga: Baca Niat Puasa Ramadan Pakai Ramadhana atau Ramadhani yang Benar

Pertanyaan Sering Muncul

1. Apa perbedaan Al-Mu'akhir dan Al-Akhir?

Al-Akhir berarti Allah Dzat yang paling akhir secara eksistensi, sedangkan Al-Mu'akhir adalah sifat Allah yang mengakhirkan suatu urusan atau kejadian.

2. Mengapa doa kita kadang diakhirkan pengabulannya?

Sesuai sifat Al-Mu'akhir, Allah SWT menunda pengabulan doa jika hal tersebut belum maslahat bagi hamba-Nya saat itu, atau untuk menggantinya dengan yang lebih baik di akhirat.

Baca juga: Arti Al-Muqtadir dalam Asmaul Husna, Dalil, Perbedaannya dengan Al-Qadir

3. Kapan waktu terbaik membaca zikir Al-Mu'akhir?

Bisa dibaca kapan saja, tetapi sangat dianjurkan dibaca saat merasa gelisah karena rencana yang gagal atau saat melaksanakan shalat malam (Tahajjud).

4. Mengapa Allah mengakhirkan hukuman bagi orang zalim?

Agar menjadi ujian bagi orang beriman dan memberikan kesempatan bagi orang tersebut untuk bertobat sebelum ajal menjemput. (I-2)

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

Kesimpulan: Meneladani Al-Mu'akhir mengajarkan kita tentang manajemen prioritas dan ketenangan dalam menunggu ketetapan Allah yang terbaik.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya