Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM deretan 99 Asmaul Husna, kita mengenal nama Al-Muqtadir (الْمُقْتَدِرُ). Sering kali, nama ini disamakan dengan Al-Qadir karena keduanya berakar dari kata yang sama.
Namun, secara esensi dan kedalaman makna, Al-Muqtadir memiliki jangkauan yang sangat luas dan spesifik mengenai kemahakuasaan Allah SWT atas segala sesuatu. Memahami Al-Muqtadir bukan sekadar menghafal nama, melainkan membangun fondasi keyakinan bahwa tidak ada satu pun kejadian di alam semesta ini yang luput dari kendali-Nya.
Ingin memahami Al-Muqtadir lebih jauh? Silakan baca dengan saksama artikel ini.
Secara bahasa, Al-Muqtadir berasal dari akar kata qadara yang berarti kuasa atau mampu. Namun, imbuhan dalam kata Al-Muqtadir menunjukkan makna kesempurnaan dan kekuatan yang sangat hebat.
Al-Muqtadir artinya Maha Berkuasa atau Maha Menentukan. Nama ini menegaskan bahwa Allah memiliki kekuasaan mutlak untuk mewujudkan segala sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya, tanpa ada yang bisa menghalangi atau membatasi.
Meskipun keduanya diterjemahkan sebagai Maha Kuasa, para ulama menjelaskan perbedaan halus tetapi penting untuk dipahami umat Muslim:
Baca juga: Surat Ar-Rahman Makna, Asbabun Nuzul, Keutamaan Membacanya, dan Tulisannya
Nama Al-Muqtadir disebutkan beberapa kali dalam Al-Qur'an sebagai pengingat bagi manusia akan keagungan Allah:
"Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semuanya, maka Kami azab mereka dengan azab dari (Dzat) Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa (Muqtadir)."
"Di tempat yang disenangi di sisi Raja Yang Berkuasa (Muqtadir)."
Baca juga: Asmaul Husna Al-Qabidh-Al-Basith Maha Menyempitkan dan Melapangkan
Mengamalkan zikir Ya Muqtadir secara istikamah memiliki keutamaan yang luar biasa bagi kehidupan spiritual seorang mukmin:
| Manfaat Zikir | Penjelasan |
|---|---|
| Ketenangan Hati | Menyadari bahwa Allah memegang kendali penuh atas segala urusan, sehingga mengurangi kecemasan. |
| Kemudahan Urusan | Memohon kekuatan kepada Dzat yang paling berkuasa saat menghadapi jalan buntu. |
| Kekuatan Mental | Menghilangkan rasa takut kepada makhluk karena yakin kekuasaan tertinggi hanya milik Allah. |
Cara Mengamalkan:
Zikir ini dapat dibaca setelah salat fardu atau saat menghadapi kesulitan besar dengan penuh peresapan makna.
Baca juga: Beda Doa Qunut yang Dibaca Imam dan saat Salat Sendiri
Meneladani sifat Al-Muqtadir bukan berarti manusia boleh bertindak sewenang-wenang. Sebaliknya, hal ini harus membawa kita pada sikap:
Apa perbedaan Al-Muqtadir dengan Al-Jabbar?
Al-Muqtadir lebih menekankan pada kemampuan Allah dalam menentukan dan mewujudkan segala sesuatu. Sedangkan Al-Jabbar menekankan pada kehendak Allah yang tidak dapat ditolak dan sifat-Nya yang memperbaiki keadaan hamba-Nya.
Bagaimana cara mengamalkan zikir Al-Muqtadir?
Zikir ini dapat dibaca sebanyak-banyaknya tanpa hitungan tertentu, terutama saat kita merasa lemah atau sedang menghadapi rintangan besar dalam hidup.
Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti
Demikian ulasan mengenai makna Al-Muqtadir. Semoga dengan memahaminya, keimanan kita kepada Allah SWT semakin kokoh dan kita senantiasa menjadi hamba yang bertawakal.
Baca juga: Kumpulan Surat Pendek yang Mudah Dihafal
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved