Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Prediksi Lailatul Qadar Menurut Imam As-Syadzili saat Puasa Mulai Kamis

Media Indonesia
24/2/2026 19:51
Prediksi Lailatul Qadar Menurut Imam As-Syadzili saat Puasa Mulai Kamis
Ilustrasi.(Freepik)

MENCARI malam Lailatul Qadar merupakan impian setiap Muslim di bulan suci Ramadan. Meski malam yang lebih baik dari 1.000 bulan ini merupakan rahasia Allah SWT, para ulama besar sering kali diberikan tanda-tanda melalui pengalaman spiritual mereka.

Salah satunya ialah Imam Abul Hasan as-Syadzili, pendiri Tarekat Syadziliyah. Nah, pada bulan Ramadan 1447 H pemerintah menetapkan awal puasa pada Kamis 19 Februari 2026. Jadi Lailatul Qadar menurut ulama besar asal Maroko itu akan datang pada malam tanggal berapa? Berikut penjelasannya dilansir dari Kitab Hasyiah Ash-Shaawi. 

Kaidah Imam Abul Hasan as-Syadzili

Menurut pengalaman spiritual beliau, Imam Syadzili memiliki rumus untuk menandai jatuhnya malam Lailatul Qadar berdasarkan hari dimulai 1 Ramadan. Jika awal puasa Ramadan jatuh pada hari Kamis, menurut Imam Abul Hasan as-Syadzili, malam Lailatul Qadar diperkirakan akan jatuh pada malam tanggal ganjil di 10 hari terakhir Ramadan.

Baca juga: Asmaul Husna Al-Muakhir Rahasia Allah Menunda Sesuatu demi Kebaikan Hamba

Rumus Lengkap Imam Syadzili:

  • Ahad: Malam ke-29
  • Senin: Malam ke-21
  • Selasa: Malam ke-27
  • Rabu: Malam ke-19
  • Kamis: Malam ke-25
  • Jumat: Malam ke-17
  • Sabtu: Malam ke-23

Baca juga : Rumus Imam Al-Ghazali Puasa Ramadan Mulai Kamis, Kapan Lailatul Qadar

Lebih jelas lagi, berikut rumus lengkap Imam Abul Hasan as-Syadzili untuk Lailatul Qadar:

  • Jika Ramadan dimulai hari Ahad/Minggu, Lailatul Qadar malam ke-29.
  • Jika Ramadan dimulai hari Senin, Lailatul Qadar malam ke-21.
  • Jika Ramadan dimulai hari Selasa, Lailatul Qadar malam ke-27.
  • Jika Ramadan dimulai hari Rabu, Lailatul Qadar malam ke-19.
  • Jika Ramadan dimulai hari Kamis, Lailatul Qadar malam ke-25.
  • Jika Ramadan dimulai hari Jumat, Lailatul Qadar malam ke-17.
  • Jika Ramadan dimulai hari Sabtu, Lailatul Qadar malam ke-23.

Baca juga: Makna Surat An-Najm Asbabun Nuzul, Keutamaan, dan Implementasi

Pentingnya Malam Ke-25

Malam ke-25 termasuk deretan malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan. Hal ini sejalan dengan anjuran Rasulullah SAW untuk mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di akhir bulan suci.

Amalan yang Disarankan

Imam Syadzili menekankan agar umat Islam tidak hanya menunggu satu malam. Beliau menyarankan amalan berikut:

  • Memperbanyak istigfar dan tobat.
  • Membaca dzikir, tasbih, tahmid, dan tahlil.
  • Memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  • Menjaga salat berjemaah, khususnya Magrib, Isya, dan Subuh.

Meskipun rumus ini menjadi rujukan banyak ulama dan pencinta ilmu tasawuf, umat Islam tetap diharapkan untuk bersungguh-sungguh beribadah di seluruh malam Ramadan demi meraih kemuliaan malam seribu bulan.

Baca juga: Menelan Ingus dan Dahak Batalkan Puasa atau Tidak

Mengapa Malam Ke-25?

Dalam tradisi sufi, angka-angka ini bukan sekadar hitungan matematis, melainkan hasil dari mukasyafah (ketersingkapan batin) dan pengamatan konsisten selama bertahun-tahun. Malam ke-25 Ramadan secara kuat didukung oleh hadis-hadis sahih Nabi Muhammad SAW untuk diperbanyak ibadah di dalamnya.

Pertanyaan Sering Diajukan

1. Apakah rumus Imam Syadzili ini bersifat mutlak?
Tidak. Ini adalah hasil ijtihad dan tajribah (pengalaman) spiritual ulama. Kepastiannya tetap menjadi rahasia Allah SWT.

2. Mengapa Imam Syadzili selalu menjumpai Lailatul Qadar?
Dalam manaqibnya disebutkan bahwa beliau diberikan karamah berupa kepekaan batin sehingga mampu merasakan kehadiran malam mulia tersebut sejak usia baligh.

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

Kesimpulan

Prediksi Imam Abul Hasan as-Syadzili bahwa Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25 Ramadan jika puasa mulai hari Kamis merupakan ijtihad spiritual yang bertujuan memotivasi umat. Namun, esensi dari dirahasiakannya malam tersebut adalah agar kita tetap istikamah beribadah di setiap malam sepanjang bulan Ramadan. (I-2)

Baca juga: Bacaan Doa Sayyidul Istighfar Arab, Latin, dan Arti

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya