Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG hari raya Lebaran, Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi dana yang paling dinanti oleh banyak pekerja. Namun, fenomena uang THR yang habis dalam sekejap tanpa meninggalkan manfaat jangka panjang sering kali berulang.
Edukator keuangan, Aliyah Nastasya, menekankan pentingnya disiplin dan perencanaan terstruktur agar dana tambahan sebesar satu bulan gaji tersebut tidak sekadar numpang lewat.
Aliyah menegaskan bahwa waktu adalah elemen krusial dalam investasi jangka panjang.
Pengaturan waktu yang matang membantu mengamankan kebutuhan prioritas sejak awal. Menurutnya, kegagalan dalam mengelola THR biasanya berakar dari ketiadaan niat untuk melakukan alokasi sejak dana tersebut diterima.
"Ini (THR) sebenarnya besar karena seukuran satu bulan gaji, cuma kita kadang setelah terima, setiap lebaran habis saja, kenapa? Karena kita tidak ada niat untuk mengalokasikannya untuk hal yang penting," ujar Aliyah, dikutip Rabu (25/2).
Untuk menyiasati agar THR lebih bermanfaat, Aliyah menyarankan pembagian pos pengeluaran berdasarkan persentase yang ideal. Strategi yang ia tawarkan mencakup:
Setelah menetapkan persentase tersebut, individu disarankan merinci pendanaan ke dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.
Langkah ini berfungsi agar seluruh uang yang telah direncanakan tetap berada di dalam koridor peruntukannya dan tidak terpakai untuk pengeluaran impulsif.
Lebih lanjut, Aliyah menyoroti tantangan budaya di Indonesia terkait batasan atau boundaries saat berkumpul dengan keluarga. Tekanan sosial sering kali membuat seseorang sulit mengerem pengeluaran yang tidak perlu demi menghindari stigma negatif.
"Jadi yang susah di budaya Indonesia menurut aku adalah boundaries, terutama dalam masalah kekeluargaan. Kalau tidak dituruti dibilang tidak berbakti, pelit, padahal kalau kita saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing, uang itu adalah hak dari pemilik yang menghasilkannya," jelas dia.
Sebagai penutup, Aliyah mengingatkan bahwa perencanaan keuangan adalah kunci untuk memetakan capaian hidup sesuai tenggat waktu yang ditetapkan.
Dengan disiplin membagi porsi, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan lebaran sekaligus mengamankan masa depan finansial tanpa mengabaikan kewajiban sosial.
"Semuanya itu enggak bisa didapatkan dalam satu waktu. Ada musimnya masing-masing," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Human Initiative terus melakukan evaluasi dalam setiap pelaksanaan program.
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Inisiatif ini hadir sebagai solusi nyata bagi para pekerja kebun dan masyarakat sekitar dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi selama bulan suci.
Suasana lingkungan yang kondusif hanya bisa tercipta jika terdapat hubungan harmonis antar pemeluk agama.
Namun, di tengah kemajuan tersebut, optimalisasi zakat nasional belum menunjukkan lompatan yang sepadan.
Fenomena post holiday blues atau penurunan suasana hati merupakan hal yang wajar.
Masakan bersantan masih layak dikonsumsi hingga hari ketiga Lebaran, asalkan teknik penyimpanan dan pemanasannya dilakukan dengan benar.
Promo ini menyasar layanan kelas eksekutif pada KA Sribilah Utama relasi Stasiun Medan menuju Stasiun Tebingtinggi, Kisaran, hingga Rantauprapat.
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran periode 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+3), jumlah penumpang yang kembali ke Jawa baru mencapai 36,4% dari total pemudik.
Program “Mudik ke Jakarta” disambut positif, ditandai lonjakan pengunjung wisata hingga ratusan ribu serta peningkatan signifikan pengguna MRT dan LRT saat Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved