Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
LONJAKAN kunjungan wisata dan penggunaan transportasi publik selama libur Idulfitri menjadi indikator keberhasilan program “Mudik ke Jakarta” yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyebut antusiasme masyarakat terhadap program tersebut terlihat dari meningkatnya aktivitas di berbagai destinasi dan layanan publik.
“Selama periode Idul Fitri, jumlah kunjungan masyarakat ke destinasi wisata di Jakarta mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” kata Pramono di Jakarta, Rabu (25/3).
Ia merinci, sejumlah destinasi unggulan mencatat lonjakan pengunjung. Kawasan Monumen Nasional (Monas) dikunjungi 126.790 orang pada 22-24 Maret, sementara Kebun Binatang Ragunan mencatat 222.991 pengunjung, dan kawasan wisata Ancol mencapai sekitar 155.000 pengunjung.
Tak hanya sektor pariwisata, peningkatan juga terjadi pada penggunaan transportasi umum, terutama saat program transportasi publik gratis pada 21-22 Maret. Pramono menyebut jumlah penumpang MRT mencapai 135.117 orang atau meningkat sekitar 59 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sementara itu, pengguna LRT tercatat sebanyak 9.987 penumpang, meningkat sekitar enam persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Menurut Pramono, capaian tersebut menunjukkan program “Mudik ke Jakarta” mendapat respons positif dari masyarakat.
“Hal ini menunjukkan bahwa program Mudik ke Jakarta mendapatkan sambutan yang sangat baik dari masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, program ini masih akan berlangsung hingga 31 Maret dan melibatkan berbagai kolaborator, mulai dari maskapai, operator transportasi, hingga pelaku industri pariwisata dan pusat perbelanjaan.
Program tersebut mengusung tema “Jakarta Lengang, Liburan dan Belanja Senang, Cuan Datang”. Pramono meyakini, meski banyak warga Jakarta mudik ke daerah, Ibu Kota tetap akan ramai oleh wisatawan yang datang menikmati libur Lebaran.
“Tema ini dipilih karena kami meyakini Jakarta tetap hidup dan ramai, meski banyak warga yang mudik,” pungkasnya. (Z-10)
Kapolri menyatakan hal tersebut guna mengantisipasi potensi kecelakaan di tempat wisata seiring dengan melonjaknya jumlah wisatawan pada momen libur nasional tersebut.
Larangan ini ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk agen travel, komunitas pencinta alam, hingga pendaki mandiri
Berbeda dengan perjalanan wisata biasa, dalam skema umrah mandiri, pemilihan hotel sering kali menjadi langkah pertama sebelum memesan tiket pesawat.
Saat ini, Pura Segara Giri Wisesa melayani tiga ritual besar, yaitu Melasti, Ngayud atau penghayutan, dan Penglukatan (pembersihan diri).
Pemerintah Daerah Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, bertransformasi menjadi kawasan pedestrian penuh mulai 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved