Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KOTA Denpasar resmi memiliki potensi destinasi wisata spiritual baru seiring selesainya prosesi pembangunan di Pura Segara Giri Wisesa.
Berlokasi di pesisir Pantai Sidakarya, Pura yang berdiri di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai ini baru saja melaksanakan upacara Melaspas dan Mendem Pedagingan pada Senin (16/2).
Momentum peresmian ini menjadi penantian panjang bagi krama Desa Adat Sidakarya.
Selain bertepatan dengan hari baik Rahina Tilem Kawolu, upacara ini sekaligus menandai dibukanya akses jalan baru menuju tempat suci tersebut.
Sebelumnya, akses menuju pura yang terletak di pesisir Pantai Muntig Siokan ini tergolong sulit, dengan warga harus menyeberang melalui Pantai Sanur Kauh atau menggunakan perahu dari Pantai Mertasari.
Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar, Wayan Suadi Putra, yang juga merupakan putra asli Sidakarya, menegaskan pentingnya pembukaan akses jalan ini bagi kenyamanan umat.
"Masuk melalui Taman Inspirasi atau naik perahu dari Pantai Mertasari," ujar Suadi Putra saat mengenang sulitnya akses lama bagi para pengempon (pengunjung) pura.
Selain kemudahan akses, Bendesa Adat Sidakarya, Ketut Suka, menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar telah memberikan izin pemanfaatan lahan untuk dikelola oleh pihak desa adat.
Meski saat ini statusnya masih dalam tahap izin pemanfaatan, proses hibah secara resmi diproyeksikan akan terlaksana dalam satu tahun ke depan.
"Sekarang ini kita diizinkan untuk memanfaatkannya dulu. Nanti penyerahan atau istilahnya hibah itu nanti setelah setahun baru (boleh dimanfaatkan untuk hal lain), apakah akan dibuka untuk umum," tutur Ketut Suka.
Meskipun ke depannya diproyeksikan sebagai destinasi pariwisata, Ketut Suka menekankan bahwa saat ini fokus utama tetap pada fungsi keagamaan.
"Nanti pariwisata religi juga itu kita belum tahu ke sini, karena itu kan itu memang ada di wilayah tapi kita karena belum punya istilahnya izin," imbuhnya.
Saat ini, Pura Segara Giri Wisesa melayani tiga ritual besar, yaitu Melasti, Ngayud atau penghayutan, dan Penglukatan (pembersihan diri).
Lokasinya yang dikelilingi hutan mangrove yang lebat memberikan nilai tambah tersendiri.
Wayan Suadi Putra menambahkan bahwa posisi pura sangat strategis karena berdampingan dengan destinasi wisata mapan seperti Sanur, Serangan, dan Bandara Ngurah Rai.
Jika nantinya dikembangkan lebih jauh, konsep yang diusung adalah perpaduan antara spiritualitas dan lingkungan.
"Untuk pengembangan ke arah wisata memang seperti tadi kalaupun ada peluang kita mengembangkan ke arah pariwisata kedepannya dia akan lebih kepada ekowisata," pungkas politikus PDI Perjuangan tersebut. (Z-1)
ORGANISASI Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali menggelar aksi bersih-bersih sampah di Pantai Mertasari, Minggu (15/2).
Kegiatan aksi bersih pantai di Kuta, Bali ini diikuti oleh sedikitnya 80 mahasiswa Melanesia yang menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Bali.
Prakiraan cuaca BMKG menyebut hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Bali.
Berdasarkan analisis BBMKG Denpasar, monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat disertai dengan terbentuknya pola pertemuan angin
PKS meraih penghargaan terbaik Indeks Integritas Partai Politik (IIPP) 2025 dari Kemenko Polkam dan BRIN dalam Rakor Evaluasi di Bali.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved