Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Sidakarya Sambut Destinasi Wisata Spiritual Baru di Pura Segara Giri Wisesa

Arnoldus Dhae
17/2/2026 09:25
Sidakarya Sambut Destinasi Wisata Spiritual Baru di Pura Segara Giri Wisesa
Peresmian Pura Segara Giri Wisesa. (MI/Arnoldus Dhae)

KOTA Denpasar resmi memiliki potensi destinasi wisata spiritual baru seiring selesainya prosesi pembangunan di Pura Segara Giri Wisesa. 

Berlokasi di pesisir Pantai Sidakarya, Pura yang berdiri di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai ini baru saja melaksanakan upacara Melaspas dan Mendem Pedagingan pada Senin (16/2).

Momentum peresmian ini menjadi penantian panjang bagi krama Desa Adat Sidakarya. 

Selain bertepatan dengan hari baik Rahina Tilem Kawolu, upacara ini sekaligus menandai dibukanya akses jalan baru menuju tempat suci tersebut. 

Sebelumnya, akses menuju pura yang terletak di pesisir Pantai Muntig Siokan ini tergolong sulit, dengan warga harus menyeberang melalui Pantai Sanur Kauh atau menggunakan perahu dari Pantai Mertasari.

Akses Baru dan Dukungan Pemerintah

Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar, Wayan Suadi Putra, yang juga merupakan putra asli Sidakarya, menegaskan pentingnya pembukaan akses jalan ini bagi kenyamanan umat.

"Masuk melalui Taman Inspirasi atau naik perahu dari Pantai Mertasari," ujar Suadi Putra saat mengenang sulitnya akses lama bagi para pengempon (pengunjung) pura.

Selain kemudahan akses, Bendesa Adat Sidakarya, Ketut Suka, menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar telah memberikan izin pemanfaatan lahan untuk dikelola oleh pihak desa adat. 

Meski saat ini statusnya masih dalam tahap izin pemanfaatan, proses hibah secara resmi diproyeksikan akan terlaksana dalam satu tahun ke depan.

"Sekarang ini kita diizinkan untuk memanfaatkannya dulu. Nanti penyerahan atau istilahnya hibah itu nanti setelah setahun baru (boleh dimanfaatkan untuk hal lain), apakah akan dibuka untuk umum," tutur Ketut Suka.

Potensi Ekowisata Religi

Meskipun ke depannya diproyeksikan sebagai destinasi pariwisata, Ketut Suka menekankan bahwa saat ini fokus utama tetap pada fungsi keagamaan. 

"Nanti pariwisata religi juga itu kita belum tahu ke sini, karena itu kan itu memang ada di wilayah tapi kita karena belum punya istilahnya izin," imbuhnya.

Saat ini, Pura Segara Giri Wisesa melayani tiga ritual besar, yaitu Melasti, Ngayud atau penghayutan, dan Penglukatan (pembersihan diri). 

Lokasinya yang dikelilingi hutan mangrove yang lebat memberikan nilai tambah tersendiri.

Wayan Suadi Putra menambahkan bahwa posisi pura sangat strategis karena berdampingan dengan destinasi wisata mapan seperti Sanur, Serangan, dan Bandara Ngurah Rai. 

Jika nantinya dikembangkan lebih jauh, konsep yang diusung adalah perpaduan antara spiritualitas dan lingkungan.

"Untuk pengembangan ke arah wisata memang seperti tadi kalaupun ada peluang kita mengembangkan ke arah pariwisata kedepannya dia akan lebih kepada ekowisata," pungkas politikus PDI Perjuangan tersebut. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik