Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

BNN Bongkar Laboratorium Narkotika di Bali, Dua Warga Negara Rusia Ditangkap

Dede Susianti
07/3/2026 17:32
BNN Bongkar Laboratorium Narkotika di Bali, Dua Warga Negara Rusia Ditangkap
Konferensi pers BNN RI Bongkar Laboratorium Narkoba di Bali.(Dok Humas BNN RI)

DUA warga negara asing (WNA) asal Rusia ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, kemarin. Keduanya masing-masing NT, seorang perempuan dan TS, laki-laki ditangkap dalam operasi tim gabungan BNN bersama Bea dan Cukai serta Imigrasi di wilahah Gianyar, Bali.

Dalam operasi yang berlangsung selama dua hari dari Kamis (5/4)  hingga Jumat (6/4) tersebut, tim berhasil  membongkar praktik laboratorium narkotika. Dalam operasi itu, ditemukan sejumlah bahan yang diduga digunakan untuk memproduksi narkotika sintetis jenis mephedrone.

Paket dari Tiongkok

Kronologis pengungkapan kasus itu berumula  dari pengiriman paket-paket mencurigakan dari Tiongkok yang ditujukan ke Kantor Pos di Gianyar, Bali, pada Januari.  Modus operandinya menggunakan data palsu. 

Petugas melakukan penyelidikan mendalam.  Akhirnya pada Kamis (5/3), sekitar pukul 23.45 WITA, tim pun berhasil mengamankan NT, seorang perempuan WNA Rusia di  sebuah villa di Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali. 

Dari lokasi tersebut, petugas menemukan sebuah kunci kendaraan serta kunci villa lain yang kemudian mengarah pada pengembangan penyelidikan.

Petugas selanjutnya melakukan penggeledahan terhadap sebuah mobil LCGC dan menemukan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan dalam proses produksi mephedrone. 

Barang bukti itu berupa jerigen warna putih, jerigen biru berisi ethyl acetate, kotak baju berisi 2 botol kaca happy growth, alkohol 96%, jerigen berisi cairan, botol mineral warna hijau, jerigen "EA", botol kava metyhlamine, filter, botol kaleng, dan botol "AG+ silver.

Usai menggeledah mobil tersangka, petugas kemudian melakukan pengembangan pada Jumat (6/3), sekitar pukul 01.00 WITA, di salah satu villa di wilayah Blahbatuh, Gianyar, Bali. 

Di lokasi ini, petugas menemukan berbagai bahan dan peralatan clandestine laboratory, diantaranya , plastik biru berisi citric acid, container orange berisi kain, tas putih dengan jerigen berisi cairan, herigen berisi cairan kuning, jerigen berisi cairan coklat, botol coklat Dichloromethane.

Kemudian ada jrigen isi cairan, gelas dan plastik berisi residu, piring isi residu, plastik klip isi kristal putih (mephedrone), baskom tutup hijau berisi cairan coklat.  Barang bukti lainnha yang disita ada botol coklat metyhlamine, botol coklat hydrobromic acid, jerigen isi cairan coklat (3), jerigen isi cairan bening, jertas saring isi residu, ember hijau berisi coklat isi cairan, plastik hitam isi garam dolpin(2), botol kaca isi cairan bening (4), plastik klip isi kristal diduga mephedrone. 

Ada juga timbangan digital, plastik gulung bening, fruit dryer, masker respirator, kertas saring, erlenmeyer hisap 2 liter, oanci dan gayung dan syringe 20ml.

Berdasarkan temuan dan hasil pemeriksaan yang dilakukan Tim Laboratorium Narkotika BNN telah dipastikan bahwa zat yang diproduksi clandestine lab tersebut merupakan jenis mephedrone yang termasuk dalam narkotika golongan I. 

Kepala BNN Inspektur Jenderal Suyudi Ario Seto dalam siaran persnya, menegaskan, pihaknya  akan terus memperkuat kerja sama lintas lembaga untuk membongkar jaringan narkotika internasional, yang mencoba memanfaatkan Indonesia sebagai lokasi produksi maupun peredaran narkoba. 

"Upaya penegakan hukum akan dilakukan secara tegas guna melindungi masyarakat dan menjaga masa depan generasi bangsa dari ancaman narkotika,". (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya