Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Edy Wuryanto, meminta pemerintah tidak sekadar mengejar penambahan jumlah dokter umum, tetapi memprioritaskan pemenuhan tenaga medis spesialis yang hingga kini distribusinya masih sangat timpang, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menurut Edy, kebutuhan dokter spesialis di wilayah 3T sudah bersifat mendesak dan harus dijawab melalui kebijakan pendidikan yang lebih terarah.
“Yang paling krusial saat ini adalah pendidikan tenaga medis level spesialis. Pemerintah perlu membuka lebih banyak program pendidikan dokter spesialis, baik berbasis universitas maupun rumah sakit pendidikan, untuk menjawab kebutuhan nyata di daerah 3T,” ujar Edy, Senin (19/1).
Selain persoalan spesialisasi, Edy juga mengingatkan bahaya kapitalisasi pendidikan kedokteran jika penambahan fakultas kedokteran (FK) tidak dibarengi intervensi biaya dari negara. Ia menilai tingginya biaya pendidikan berpotensi mempersempit akses dan menciptakan ketidakadilan baru.
“Kalau FK terus ditambah tetapi biaya kuliahnya mahal, pendidikan kedokteran hanya akan dinikmati kelompok mampu. Anak-anak dari keluarga kurang mampu akan semakin sulit menjadi dokter,” tegasnya.
Politisi PDIP ini mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang menaikkan anggaran riset hingga Rp4 triliun. Namun, ia menilai kebijakan tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan signifikan alokasi beasiswa kedokteran bagi masyarakat kurang mampu.
Edy menegaskan, rasio dokter nasional tidak akan pernah ideal jika akses masuk pendidikan kedokteran tetap bersifat eksklusif dan mahal.
“Target rasio dokter tidak akan tercapai jika pintu masuk pendidikan kedokteran tidak diperluas. Negara wajib memastikan biaya kuliah terjangkau dan beasiswa tersedia bagi anak-anak berprestasi dari keluarga tidak mampu,” ujarnya.
Komisi IX DPR RI, lanjut Edy, berkomitmen mengawal kebijakan kesehatan agar tercipta keseimbangan antara jumlah dokter, kualitas layanan, pemerataan distribusi tenaga medis, serta keadilan akses pendidikan bagi seluruh anak bangsa. (Z-10)
MENTERI Kesehatan memiliki ambisi besar untuk mereformasi sistem pendidikan dokter spesialis di Indonesia.
KETUA Kolegium Ilmu Penyakit Dalam PAPDI, Rudy Hidayat, mengatakan kebutuhan dokter spesialis penyakit dalam saat ini adalah bukan pada produksi.
PENASIHAT Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional, Dudung Abdurachman, menyoroti masih terjadinya ketimpangan distribusi tenaga kesehatan di Indonesia.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, mendorong para dokter umum di Sulteng melanjutkan pendidikan dokter spesialis melalui Program Beasiswa Berani Cerdas.
Kemenkes mencatat masih banyak rumah sakit daerah yang belum memenuhi ketersediaan tujuh dokter spesialis dasar. Saat ini, baru sekitar 74 persen dari total 614 rumah sakit
PENYUSUNAN Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem penegakan hukum nasional.
Siapa Sudewo? Simak profil Bupati Pati yang dilantik pada 2025, lengkap dengan biodata, karier politik, dan perjalanan menuju kursi kepala daerah.
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda memastikan mekanisme pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat.
Ahmad Safei meminta Kementerian Perhubungan bersama Basarnas, TNI, dan Polri untuk segera melakukan pencarian korban hilangnya pesawat ATR 42-500
Wakil Ketua Komisi V DPR RI mendesak Kemenhub melakukan audit soal insiden hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT di wilayah Maros
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved