Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA hidrometeorologi adalah fenomena bencana alam yang terjadi sebagai dampak dari parameter meteorologi, seperti curah hujan, kelembapan, temperatur, dan angin. Di Indonesia, frekuensi bencana ini mendominasi lebih dari 90% total kejadian bencana setiap tahunnya. Tingginya risiko ini menuntut kesadaran kolektif untuk memahami langkah-langkah preventif yang efektif.
Secara sederhana, bencana ini dipicu oleh kondisi cuaca dan iklim yang ekstrem. Beberapa jenis yang paling sering terjadi di Indonesia meliputi:
Kewaspadaan dimulai dari kemampuan membaca tanda-tanda alam dan memanfaatkan teknologi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara rutin mengeluarkan peringatan dini melalui berbagai kanal. Penting bagi masyarakat untuk memahami sistem warna peringatan (hijau, kuning, oranye, merah) yang menunjukkan tingkat risiko cuaca di wilayah tertentu.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Mitigasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga. Berikut adalah pilar utama kesiapsiagaan:
Pastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat sampah. Lakukan pemangkasan dahan pohon yang sudah tua atau terlalu rimbun agar tidak tumbang saat diterjang angin kencang. Periksa struktur atap rumah, terutama jika Anda tinggal di wilayah rawan puting beliung.
Tentukan titik kumpul yang aman jika rumah harus dievakuasi. Pastikan seluruh anggota keluarga mengetahui nomor telepon darurat dan cara mematikan aliran listrik serta gas saat air mulai masuk ke dalam rumah.
Tas Siaga Bencana adalah tas yang dipersiapkan untuk bertahan hidup minimal selama 3 hari pertama setelah bencana terjadi. Berikut adalah daftar barang yang wajib ada:
| Kategori | Item yang Dibutuhkan |
|---|---|
| Dokumen Penting | Fotokopi KK, Ijazah, Surat Tanah, Polis Asuransi (Simpan dalam plastik kedap air). |
| Kesehatan | Kotak P3K, obat-obatan pribadi, masker, dan hand sanitizer. |
| Kebutuhan Dasar | Air minum (min. 3 liter), makanan kaleng/siap saji, pakaian untuk 3 hari. |
| Peralatan | Senter, baterai cadangan, powerbank, peluit (untuk memberi sinyal), dan uang tunai secukupnya. |
Perubahan iklim global menyebabkan pola hujan menjadi tidak menentu. Fenomena seperti "Rain Bomb" atau hujan dengan intensitas sangat tinggi dalam waktu singkat kini lebih sering terjadi. Oleh karena itu, adaptasi menjadi kunci. Masyarakat diimbau untuk mulai menerapkan sistem pemanenan air hujan (Rainwater Harvesting) dan memperbanyak lubang biopori di lingkungan rumah untuk membantu penyerapan air.
Bencana hidrometeorologi mungkin tidak bisa kita hindari sepenuhnya, namun dampaknya bisa kita minimalisir dengan kewaspadaan yang tinggi dan persiapan yang matang. Menjadi proaktif dengan memantau informasi dari otoritas resmi seperti BMKG dan BNPB adalah langkah awal untuk melindungi diri dan keluarga.
Segera keluar dari kendaraan dan cari bangunan yang kokoh. Hindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau jembatan penyeberangan karena berisiko roboh.
Idealnya dilakukan setiap 6 bulan sekali, termasuk memeriksa masa kedaluwarsa makanan dan obat-obatan di dalam Tas Siaga Bencana.
(P-3)Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
Di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim dan pemanasan laut, diskusi tentang energi dan kelautan kini tidak lagi berdiri sendiri.
Peneliti mengungkap mekanisme seluler yang membantu tanaman tetap tumbuh meski cuaca ekstrem. Temuan ini menjadi kunci masa depan ketahanan pangan global.
Meski perubahan iklim mengancam es laut, beruang kutub di Svalbard justru ditemukan lebih sehat dan gemuk. Apa rahasianya?
Di tengah krisis iklim yang kian nyata, arah kebijakan negara disebut belum beranjak dari pendekatan lama yang justru memperparah kerusakan lingkungan.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Ada dua fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan, yaitu Sekolah Dasar (SD) Jetis dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Jetis, dengan kerusakan cukup berat.
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
Gempa tektonik magnitudo 2,9 mengguncang Kota Bandung pada 6 Februari 2026. BMKG memberikan imbauan untuk kesiapsiagaan bencana dan pentingnya mitigasi serta edukasi gempa.
SEBANYAK 15 rumah warga di Pacitan, Jawa Timur, mengalami rusak parah akibat Gempa Pacitan yang berkekuatan 6,4 magnitudo. Gempa tersebut mengguncang wilayah Pacitan dini hari.
Mengapa Pacitan sering gempa? Temukan jawabannya dari sisi geologi, mulai dari ancaman Megathrust hingga aktifnya Sesar Grindulu di daratan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved