Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA hidrometeorologi adalah fenomena bencana alam yang terjadi sebagai dampak dari parameter meteorologi, seperti curah hujan, kelembapan, temperatur, dan angin. Di Indonesia, frekuensi bencana ini mendominasi lebih dari 90% total kejadian bencana setiap tahunnya. Tingginya risiko ini menuntut kesadaran kolektif untuk memahami langkah-langkah preventif yang efektif.
Secara sederhana, bencana ini dipicu oleh kondisi cuaca dan iklim yang ekstrem. Beberapa jenis yang paling sering terjadi di Indonesia meliputi:
Kewaspadaan dimulai dari kemampuan membaca tanda-tanda alam dan memanfaatkan teknologi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara rutin mengeluarkan peringatan dini melalui berbagai kanal. Penting bagi masyarakat untuk memahami sistem warna peringatan (hijau, kuning, oranye, merah) yang menunjukkan tingkat risiko cuaca di wilayah tertentu.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Mitigasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi dimulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga. Berikut adalah pilar utama kesiapsiagaan:
Pastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat sampah. Lakukan pemangkasan dahan pohon yang sudah tua atau terlalu rimbun agar tidak tumbang saat diterjang angin kencang. Periksa struktur atap rumah, terutama jika Anda tinggal di wilayah rawan puting beliung.
Tentukan titik kumpul yang aman jika rumah harus dievakuasi. Pastikan seluruh anggota keluarga mengetahui nomor telepon darurat dan cara mematikan aliran listrik serta gas saat air mulai masuk ke dalam rumah.
Tas Siaga Bencana adalah tas yang dipersiapkan untuk bertahan hidup minimal selama 3 hari pertama setelah bencana terjadi. Berikut adalah daftar barang yang wajib ada:
| Kategori | Item yang Dibutuhkan |
|---|---|
| Dokumen Penting | Fotokopi KK, Ijazah, Surat Tanah, Polis Asuransi (Simpan dalam plastik kedap air). |
| Kesehatan | Kotak P3K, obat-obatan pribadi, masker, dan hand sanitizer. |
| Kebutuhan Dasar | Air minum (min. 3 liter), makanan kaleng/siap saji, pakaian untuk 3 hari. |
| Peralatan | Senter, baterai cadangan, powerbank, peluit (untuk memberi sinyal), dan uang tunai secukupnya. |
Perubahan iklim global menyebabkan pola hujan menjadi tidak menentu. Fenomena seperti "Rain Bomb" atau hujan dengan intensitas sangat tinggi dalam waktu singkat kini lebih sering terjadi. Oleh karena itu, adaptasi menjadi kunci. Masyarakat diimbau untuk mulai menerapkan sistem pemanenan air hujan (Rainwater Harvesting) dan memperbanyak lubang biopori di lingkungan rumah untuk membantu penyerapan air.
Bencana hidrometeorologi mungkin tidak bisa kita hindari sepenuhnya, namun dampaknya bisa kita minimalisir dengan kewaspadaan yang tinggi dan persiapan yang matang. Menjadi proaktif dengan memantau informasi dari otoritas resmi seperti BMKG dan BNPB adalah langkah awal untuk melindungi diri dan keluarga.
Segera keluar dari kendaraan dan cari bangunan yang kokoh. Hindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau jembatan penyeberangan karena berisiko roboh.
Idealnya dilakukan setiap 6 bulan sekali, termasuk memeriksa masa kedaluwarsa makanan dan obat-obatan di dalam Tas Siaga Bencana.
(P-3)Studi terbaru mengungkap tanaman tropis mengalami pergeseran waktu berbunga hingga 80 hari. Fenomena ini mengancam rantai makanan dan kelangsungan hidup hewan.
Peneliti terkejut menemukan Gletser Hektoria di Antartika kehilangan separuh wilayahnya dalam waktu singkat. Simak penyebab "gempa gletser" dan ancaman kenaikan permukaan laut.
Peneliti ETH Zurich temukan emisi gas rumah kaca dari danau hitam Kongo berasal dari gambut purba ribuan tahun.
Peneliti menemukan pola kadar garam (salinitas) di Pasifik Barat saat musim semi dapat memperkuat intensitas El Niño hingga 20%.
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
Peneliti Cornell University merilis peta global yang mengungkap 70% emisi lahan pertanian berasal dari sawah padi dan pengeringan lahan gambut.
CUACA Jawa Tengah hari ini 27 Februari 2026 diprakirakan waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi di 10 daerah. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.
BERDASARKAN prakiraan cuaca Jawa Tengah hari ini 26 Februari 2026, cuaca ekstrem berpotensi di 18 daerah dan air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada Kamis, 26 Februari 2026.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama bagi mereka yang berada di wilayah dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved