Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Red Nose Foundation (Yayasan Hidung Merah/RNF) merayakan 17 tahun kontribusinya dalam membangun mimpi dan karakter anak-anak Indonesia melalui pendidikan seni, olahraga, dan program pengembangan diri. Perayaan bertema 17th Bersama RNF: Berani Raih Semangat Mimpi Anak ini berlangsung meriah di Tebet Eco Park dan dihadiri oleh lebih dari 600 siswa, orang tua, guru, mitra, serta komunitas yang peduli pada isu perlindungan dan pendidikan anak.
Perayaan ini juga turut dihadiri oleh berbagai perwakilan pemerintah, mitra strategis, dan perusahaan yang selama ini berperan penting dalam perjalanan RNF di antaranya Ketua Tim Kerja Pembinaan Peserta Didik dan Penguatan Karakter, Direktorat Sekolah Dasar, Kemdikdasmen RI, Minhajul Ngabidin, Kepala Sudin PPAPP Kota Jakarta Selatan, Rizky Hamid (mewakili Gubernur DKI Jakarta), Kepala Bidang Perlindungan Anak, Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta, Dody Taruna Dwiputra, Government and Public Affairs Director PT Nike Indonesia, Devi Kusumaningtyas, TARGET Indonesia diwakili oleh Bram Maurits, PT Stargate Pacific Resources diwakili oleh Haekal Muhammad, Kapal Api Global, PT Softex Indonesia, Farco Binus University, serta para donor dan partner RNF lainnya.
Sejak berdiri pada tahun 2008, RNF berkembang dari sebuah program kecil Social Circus menjadi organisasi nonprofit yang memberikan ruang aman, akses pendidikan, serta pendampingan karakter untuk ribuan anak di berbagai wilayah Indonesia. Selama 17 tahun, RNF konsisten membantu anak membangun mimpi dan karakter seperti kepercayaan diri, kegigihan, kreativitas, komunikasi, dan kesehatan diri melalui pengalaman belajar yang inklusif, menyenangkan, dan berbasis seni dan pendidikan.
Perayaan ke-17 ini menjadi ajang bagi anak-anak RNF untuk menunjukkan perkembangan dan keberanian mereka melalui penampilan Social Circus, kolaborasi musik antara anak dan guru, serta berbagai aktivitas edukatif. Acara ini juga menampilkan pameran Cerita Perjalanan Red Nose Foundation, yang merekam transformasi organisasi dari hari pertama hingga kini.
Salah satu sesi yang paling dinantikan adalah Talkshow Bersama Membantu Mimpi Anak-anak Indonesia melalui Olahraga dan Seni, yang menghadirkan pembicara dari berbagai sektor yaitu Devi Kusumaningtyas Government and Public Affairs Director PT Nike Indonesia, Mahesa Arifin KKG PJOK DKI Jakarta, Sujana Guru Champion, Alika Fitria Sari alumni dan representatif RNF yang mewakili RNF dan Indonesia dalam Coach Training: Trauma-Informed Coaching di Jepang tahun 2024. Talkshow ini membuka ruang diskusi mengenai bagaimana olahraga dan seni dapat menjadi pondasi kuat bagi pembentukan karakter, disiplin, kreativitas, serta keberanian anak untuk membangun mimpi mereka.
Selain itu, RNF juga menyelenggarakan Seminar Parenting bersama Katarina Ira Puspita dengan tema Bersahabat dengan Anak: Kunci Komunikasi Positif dalam Keluarga. Seminar ini hadir untuk memperkuat peran orang tua sebagai partner utama anak dalam tumbuh dan bermimpi. Orang tua mendapatkan wawasan mengenai cara membangun komunikasi empatik, memahami kebutuhan emosional anak, serta menciptakan hubungan keluarga yang penuh kehangatan fondasi penting bagi anak untuk tumbuh percaya diri dan berani bermimpi.
RNF memberikan apresiasi khusus kepada Kapal Api Global, yang menjadi pendukung utama kegiatan perayaan 17 tahun ini. Dukungan Kapal Api Global menjadi bagian penting dalam membantu RNF terus memberikan ruang dan kesempatan bagi anak-anak untuk berkembang. RNF juga menyampaikan penghargaan kepada PT Softex Indonesia, yang berkolaborasi dalam mendukung kesehatan remaja perempuan RNF dan siswa di sekolah mitra melalui edukasi dan pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar. Selain itu, RNF memberikan apresiasi kepada FARCO Binus University yang berperan sebagai tenaga medis selama perayaan 17 tahun RNF, dengan kesiapsiagaan dalam mengawasi serta menjaga keselamatan dan kesehatan seluruh pengunjung acara.
Pada momentum perayaan ini, RNF kembali menegaskan penghargaan mendalam kepada para pendirinya, Dan Robert, Dedi Purwadi, dan Renny Roberts, yang sejak awal membangun fondasi organisasi yang berkomitmen pada membantu anak membangun mimpi. Visi, dedikasi, dan kerja keras mereka menjadi pilar dari keberlanjutan RNF hingga hari ini.
Rangkaian perayaan ini juga mencatat sejumlah pencapaian penting, termasuk untuk pertama kalinya melibatkan lebih dari 100 anak dan orang tua dari North Jakarta Community Center for Children dan Jurangmangu Community Center for Children dalam pertunjukan seni dan kegiatan pendidikan di satu lokasi yang sama dan di luar learning center. Selain itu, pameran perjalanan 17 tahun turut menampilkan perkembangan RNF secara kronologis, sekaligus memperlihatkan bagaimana kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah, perusahaan, sekolah, dan komunitas semakin menguat dari tahun ke tahun. Momen ini mempertegas kesadaran publik tentang pentingnya ruang aman bagi anak untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi.
Memasuki fase baru, RNF menegaskan komitmen untuk memperluas dampaknya di tahun 2025 dan seterusnya. RNF akan terus memperkuat program pendidikan karakter, memperluas pelatihan guru dan orang tua, serta bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan lebih banyak ruang bermain-aman dan pusat pembelajaran bagi anak di seluruh Indonesia. RNF juga berupaya memperluas jangkauan program nutrisi, seni, olahraga, dan Social Circus sebagai wujud komitmen untuk memastikan setiap anak, tanpa memandang latar belakang, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Acara ditutup dengan potong tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan harapan baru, dipimpin oleh Co-Founder RNF Dedy Purwady. Setelah itu, peserta disuguhkan Inspiration Talk bersama model dan aktivis sosial Karen Nijsen, yang membagikan kisah perjalanan dan nilai ketekunan dalam meraih mimpi. Perayaan semakin lengkap dengan hadirnya guest star Sandhy Sondoro, yang memberikan penampilan inspiratif untuk menyemangati anak-anak agar terus berani bermimpi.
“Perjalanan 17 tahun ini adalah tentang keberanian anak-anak untuk belajar, tumbuh, dan bermimpi. RNF hadir untuk membantu anak membangun mimpi mereka dengan memberikan ruang aman, kesempatan belajar, dan pendampingan yang mereka butuhkan. Kami percaya bahwa karakter yang kuat dengan keberanian, kegigihan, dan rasa percaya diri akan membuka jalan mereka menuju masa depan yang lebih baik," ujar Executive Director RNF Rima Permata Sari. (E-3)
Berbeda dengan demam biasa, kondisi pasien Kawasaki tidak kunjung membaik meski sudah mengonsumsi antibiotik.
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Alih-alih menghambat pertumbuhan, latihan beban justru memberikan manfaat signifikan bagi anak-anak.
Dari sisi keamanan, penggunaan wajah anak sebagai input data AI dinilai sangat rentan terhadap tindak kejahatan digital.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Acara edukasi ini fokus literasi digital, pelindungan anak, dan produksi konten kreatif bertanggung jawab di era AI.
KUHAP baru tidak lagi memandang korban sekadar ‘sumber keterangan’, melainkan subjek yang haknya harus dilindungi sejak laporan pertama
WAKIL Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan menegaskan bahwa penguatan perlindungan anak di ruang digital harus menjadi prioritas bersama.
Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu menegaskan bahwa tragedi siswa bunuh diri di NTT tersebut tidak seharusnya terjadi.
Data menunjukkan 40% pengguna internet di Indonesia adalah anak di bawah 18 tahun, sebuah angka yang menuntut kewaspadaan tinggi dari garda terdepan, yaitu keluarga.
FENOMENA grooming terhadap anak atau child grooming semakin menjadi ancaman serius yang kerap luput dari deteksi. Kasus-kasus yang muncul ke permukaan dinilai hanya sebagian kecil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved