Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
INTENSITAS tinggi dalam olahraga lari sering kali menuntut kesiapan fisik optimal. Namun, risiko fatal yang mengintai akibat masalah jantung mendesak para pelari, terutama yang berusia di atas 40 tahun, untuk melakukan deteksi kesehatan lebih awal.
Dokter penyakit dalam, Dr. dr. Birry Karim Sp. PD., KKV., menyarankan para pelari agar rutin mendeteksi masalah jantung, seperti keberadaan plak, sedini mungkin.
Langkah proaktif ini dinilai krusial untuk meminimalisasi risiko munculnya "alarm tubuh" yang fatal, seperti nyeri dada mendadak atau kolaps, saat sedang menjalani aktivitas lari.
Birry, yang juga menjabat sebagai Kepala Departemen Kardiovaskular Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan sebelum berolahraga intensif semestinya menjadi kebiasaan wajib, terutama begitu seseorang memasuki usia paruh baya.
Menurutnya, kesadaran dini dimulai dari memahami angka-angka vital tubuh, merujuk pada slogan global *World Heart Day*.
“Begitu masuk usia di atas 40 tahun, kita harus membiasakan diri... merujuk slogan World Heart Day itu kan knowing your number. Knowing your number itu artinya kolesterolnya berapa, gula darah, dan tensinya berapa,” kata Birry, dikutip Jumat (12/12).
Namun, pengenalan terhadap angka-angka tersebut tidak cukup. Birry menekankan bahwa pelari harus melangkah lebih jauh menuju **Knowing Your Body", yaitu kesadaran yang lebih mendalam mengenai status kesehatan organ-organ dalam.
“Yang paling penting adalah tidak hanya *knowing your number*, tapi juga *knowing your body*, jadi kita harus cek,” tegasnya.
Untuk memastikan kondisi jantung dan pembuluh darah aman dari risiko, Birry menyarankan beberapa pemeriksaan spesifik:
Birry menekankan bahwa persiapan dan kewaspadaan kesehatan adalah tanggung jawab mutlak setiap individu.
Dengan meningkatkan kesadaran dini terhadap status tubuh masing-masing, dia berharap tragedi serupa dalam ajang trail run*Siksorogo 2025, yang merenggut nyawa dua pesertanya karena serangan jantung, tidak terulang kembali di masa depan.
Kesiapan fisik, yang didukung oleh data kesehatan yang valid, adalah investasi keselamatan tertinggi bagi seorang pelari. (Ant/Z-1)
Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur jantung yang didapat sejak lahir dan berpotensi mengganggu aliran darah ke seluruh tubuh.
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Stres akibat tekanan ekonomi dan ketidakamanan pangan berpotensi mempercepat penuaan jantung, bahkan setara atau lebih besar dibandingkan faktor risiko penyakit jantung.
Tidur dalam kondisi terang bukan sekadar masalah gangguan kenyamanan, melainkan ancaman serius bagi jantung.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Peneliti temukan cara mengolah limbah biji bunga matahari menjadi tepung roti bernutrisi tinggi. Kaya protein, antioksidan, dan bantu kontrol gula darah.
MASALAH finansial yang memicu stres ternyata dapat merusak kesehatan jantung. Hal itu diungkapkan dalam studi yang dirilis oleh Mayo Clinic Proceedings.
Peneliti ungkap pengurangan kadar natrium pada roti dan makanan kemasan secara diam-diam dapat mencegah ribuan kasus stroke dan jantung tanpa mengubah pola makan warga.
Riset Northwestern University ungkap asap kayu di rumah menyumbang 20% polusi mematikan di AS.
Sering tertukar, kenali perbedaan vital antara GERD dan penyakit jantung. Panduan medis lengkap 2026 untuk identifikasi gejala, pemicu, dan penanganan darurat.
Peneliti Karolinska Institutet mengungkap kaitan genetik antara kadar kafein dalam darah dengan risiko diabetes tipe 2 dan penurunan lemak tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved