Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Waspada Dini Jantung bagi Pelari: Deteksi Plak Jadi Kunci Keselamatan

Basuki Eka Purnama
12/12/2025 16:37
Waspada Dini Jantung bagi Pelari: Deteksi Plak Jadi Kunci Keselamatan
Ilustrasi(Freepik)

INTENSITAS tinggi dalam olahraga lari sering kali menuntut kesiapan fisik optimal. Namun, risiko fatal yang mengintai akibat masalah jantung mendesak para pelari, terutama yang berusia di atas 40 tahun, untuk melakukan deteksi kesehatan lebih awal.

Dokter penyakit dalam, Dr. dr. Birry Karim Sp. PD., KKV., menyarankan para pelari agar rutin mendeteksi masalah jantung, seperti keberadaan plak, sedini mungkin. 

Langkah proaktif ini dinilai krusial untuk meminimalisasi risiko munculnya "alarm tubuh" yang fatal, seperti nyeri dada mendadak atau kolaps, saat sedang menjalani aktivitas lari.

Birry, yang juga menjabat sebagai Kepala Departemen Kardiovaskular Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan sebelum berolahraga intensif semestinya menjadi kebiasaan wajib, terutama begitu seseorang memasuki usia paruh baya.

Tiga Pilar "Knowing Your Number"

Menurutnya, kesadaran dini dimulai dari memahami angka-angka vital tubuh, merujuk pada slogan global *World Heart Day*.

“Begitu masuk usia di atas 40 tahun, kita harus membiasakan diri... merujuk slogan World Heart Day itu kan knowing your number. Knowing your number itu artinya kolesterolnya berapa, gula darah, dan tensinya berapa,” kata Birry, dikutip Jumat (12/12).

Namun, pengenalan terhadap angka-angka tersebut tidak cukup. Birry menekankan bahwa pelari harus melangkah lebih jauh menuju **Knowing Your Body", yaitu kesadaran yang lebih mendalam mengenai status kesehatan organ-organ dalam.

“Yang paling penting adalah tidak hanya *knowing your number*, tapi juga *knowing your body*, jadi kita harus cek,” tegasnya.

Prosedur Deteksi Kondisi Jantung

Untuk memastikan kondisi jantung dan pembuluh darah aman dari risiko, Birry menyarankan beberapa pemeriksaan spesifik:

  1. Uji Treadmill (Treadmill Test): Tes ini dilakukan untuk mengevaluasi performa jantung saat berada di bawah tekanan atau aktivitas tinggi.
  2. CT Scan Jantung (Heart CT Scan): Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui status pembuluh darah koroner dan memastikan tidak ada penumpukan plak yang signifikan.
  3. Tes Calcium Score: Tes ini digunakan untuk mengukur tingkat penumpukan plak koroner. Hasil yang ideal adalah skor nol (0), yang menunjukkan tingkat aman untuk berpartisipasi dalam lari jarak jauh.

Birry menekankan bahwa persiapan dan kewaspadaan kesehatan adalah tanggung jawab mutlak setiap individu.

Dengan meningkatkan kesadaran dini terhadap status tubuh masing-masing, dia berharap tragedi serupa dalam ajang trail run*Siksorogo 2025, yang merenggut nyawa dua pesertanya karena serangan jantung, tidak terulang kembali di masa depan. 

Kesiapan fisik, yang didukung oleh data kesehatan yang valid, adalah investasi keselamatan tertinggi bagi seorang pelari. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya