Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kemenkes Apresiasi Perusahaan dengan Uji Klinis Obat Herbal Terbanyak

Naufal Zuhdi
08/12/2025 20:48
Kemenkes Apresiasi Perusahaan dengan Uji Klinis Obat Herbal Terbanyak
Dexa Medica menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan.(Dexa Medica)

Kementerian Kesehatan RI memberikan apresiasi kepada Dexa Medica melalui Penghargaan Karya Anak Bangsa 2025 atas kontribusinya sebagai industri farmasi dengan uji klinis obat bahan alam atau obat herbal terbanyak di Indonesia. Penghargaan ini disampaikan pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 dalam rangkaian Health Innovation Festival (Hai-Fest) 2025 di Kartika Expo Balai Kartini, Jakarta, Senin (8/12).

Direktur Utama PT Dexa Medica, V Hery Sutanto, menyatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi wujud pengakuan pemerintah terhadap komitmen perusahaan dalam mengembangkan obat berbasis kekayaan alam Indonesia. Menurutnya, capaian ini semakin menegaskan kontribusi Dexa dalam memperluas ketersediaan obat yang terjangkau bagi masyarakat dengan standar ilmiah global.

“Penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi atas kerja keras kami, tetapi bukti bahwa inovasi karya anak bangsa mampu memenuhi standar ilmiah dunia dan memberi manfaat nyata bagi kesehatan masyarakat,” ujar Hery.

Business Development and Scientific Affairs Director Dexa Medica, Raymond Tjandrawinata, menambahkan bahwa uji klinis merupakan proses ilmiah sekaligus tanggung jawab moral untuk memastikan keamanan dan efektivitas terapi bagi pasien. Ia menekankan bahwa penelitian yang dilakukan Dexa bukan hanya mampu bersaing, tetapi juga mendorong transformasi kesehatan menuju kemandirian obat dan visi Indonesia Emas 2045.

Pengembangan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) Dexa Groupe didukung teknologi seperti Tandem Chemistry Expression Bioassay System di Dexa Laboratories Biomolecular Sciences (DLBS), serta rangkaian uji praklinis dan klinis di sejumlah kota di Indonesia. Prof. Raymond menegaskan bahwa setiap temuan OMAI harus melalui standar ilmiah yang ketat demi memastikan aspek keamanan dan efektivitas.

Pendekatan ini menjadi dasar penerimaan OMAI dalam pedoman klinis nasional. Produk fitofarmaka DLBS1033 kini masuk ke Pedoman Stroke Perdosni 2025 karena terbukti membantu pemulihan neurologis pada pasien stroke iskemik dengan efek samping minimal. Produk Inlacin juga mendapat rekomendasi kuat dalam tata laksana PCOS resistensi insulin dan pengendalian glikemik pada prediabetes dan diabetes tipe 2. Inovasi OMAI lainnya, seperti agen gastroprotektor triple-action dan hepatoprotektor baru, semakin mengukuhkan posisi Dexa sebagai kekuatan ilmiah dalam pengembangan obat bahan alam modern.

Hai-Fest 2025 dibuka oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono yang menegaskan pentingnya mempersiapkan generasi Indonesia memasuki era produktif 2045.

“Kita memiliki dua dekade untuk memastikan mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, cerdas, dan berdaya saing global,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa hilirisasi industri kesehatan menjadi strategi penting agar Indonesia mampu menjadi produsen obat, vaksin, dan alat kesehatan, bukan sekadar pengguna. Wamenkes juga menyoroti capaian kesehatan nasional, seperti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau lebih dari 62 juta masyarakat, temuan 750.000 kasus TBC baru, serta percepatan pembangunan 22 dari 66 rumah sakit modern.

Menurut dia, transformasi kesehatan Indonesia kini bergerak menuju model yang proaktif, preventif, dan berbasis teknologi—di mana inovasi dari industri seperti Dexa Medica memegang peran penting dalam memperkuat ekosistem kesehatan nasional.

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik