Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MEDIA sosial sempat dihebohkan dengan pernyataan dari influencer yang menyebut bahwa tuberkulosis (Tb) dapat dicegah dan diobati dengan obat herbal. Pernyataan tentang obat herbal Tb tersebut dinilai sangat menyesatkan masyarakat.
Merespon hal tersebut, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof Tjandra Yoga Aditama menegaskan bahwa informasi yang menyesatkan masyarakat akan dapat membuat pasien tuberkulosis tidak menggunakan obat anti tuberkulosis (OAT) yang terbukti ampuh secara ilmiah dan teruji lama.
Jika OAT tidak digunakan maka muncul dampak buruknya seperti penyakit TBC tidak sembuh, dapat semakin berat hingga ke tingkat keparahan atau kematian, dan penyakitnya akan terus menular ke orang disekitarnya.
"Bahkan jika tadinya menggunakan OAT yang benar dan lalu menggantikannya dengan obat lain yang tidak benar maka akan dapat terjadi resistensi obat dan bahkan multi drug resistance," kata Tjandra dalam keterangannya, Rabu (18/3).
Ia menjelaskan obat anti tuberkulosis (OAT) yang kini digunakan negara-negara di dunia ditentukan berdasarkan penelitian mendalam seperti double blind case control trial, hasil case control trial dilakukan penelitian di berbagai negara (multi center study) dan dilakukan analisa mendalam oleh para pakar internasional di WHO dan juga oleh para pakar masing-masing negara.
"Karena itu nilai ilmiah dan validitasnya sangat tinggi," ucapnya.
Sementara, OAT yang digunakan di Indonesia dan juga negara-negara lain telah dipakai selama bertahun-tahun dan membuktikan angka kesembuhan sesuai yang diharapkan.
Tjandra menegaskan untuk informasi kesehatan yang benar dan teruji secara ilmiah maka masyarakat harus mengacu ke badan resmi, seperti WHO di tingkat dunia, atau Kementerian Kesehatan di tiap-tiap negara dan juga kelompok ahli profesi kesehatan seperti PDPI. (H-3)
TB ginjal merupakan salah satu bentuk TB ekstra paru. Kondisi ini terjadi akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis pada jaringan ginjal.
KOINFEKSI TB-HIV masih menjadi tantangan besar bagi sektor kesehatan di Indonesia pada tahun 2026, inovasi dalam strategi pengobatan menjadi sangat krusial.
Durasi batuk merupakan indikator paling krusial dalam mendeteksi TB, terutama pada orang dewasa.
TB pada anak bukan sekadar batuk biasa, melainkan ancaman terhadap masa depan mereka.
SAAT ini, di Indonesia terdapat sekitar 90 juta anak yang berumur 0-18 tahun, yang berarti hampir 30% dari jumlah penduduk negeri ini yang berjumlah sekitar 280 juta jiwa.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menegaskan hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan obat herbal bisa mencegah atau mengobati penyakit Tuberkulosis (Tb).
Efek samping dari obat tuberkulosis atau TBC biasanya berupa gejala ringan berupa mual, nafsu makan menurun, kelelahan, gatal namun tidak ada ruam atau kemerahan.
Ketua Yayasan STPI Nurul Luntungan mengatakan kebijakan Donald Trump berdampak negatif pada perjuangan kemanusiaan untuk kesehatan, khususnya pengobatan Tb di seluruh dunia.
Terapi pengobatan TB yang tepat sangat diperlukan untuk menghentikan penyebaran bakteri dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved