Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Waspada Gejala Awal TB pada Anak dan Dewasa: Batuk Dua Pekan Jadi Kunci

Basuki Eka Purnama
21/1/2026 10:48
Waspada Gejala Awal TB pada Anak dan Dewasa: Batuk Dua Pekan Jadi Kunci
Ilustrasi(Freepik)

TUBERKULOSIS (TB) masih menjadi ancaman kesehatan serius yang menyerang lintas usia, mulai dari dewasa hingga anak-anak. Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Anak Subspesialis Respirologi dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp.Resp., memaparkan sejumlah gejala awal yang patut diwaspadai masyarakat.

Nastiti menekankan bahwa durasi batuk merupakan indikator paling krusial dalam mendeteksi TB, terutama pada orang dewasa. Jika batuk biasa umumnya sembuh dalam hitungan hari, batuk TB cenderung bersifat menetap.

"Secara umum pada dewasa, batuk lama atau batuk persisten atau batuk yang menetap paling sedikit dua pekan atau dua minggu atau lebih, ini gejala awal yang paling penting," ujar Nastiti, dikutip Rabu (21/1).

Mengenali Karakteristik Gejala

Selain durasi, karakteristik batuk TB memiliki perbedaan mencolok dengan batuk akibat flu atau infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) biasa. 

Batuk TB biasanya tidak kunjung membaik meskipun telah diberikan pengobatan batuk yang lazim. Jika tidak segera ditangani dengan dosis obat TB yang tepat, intensitas batuk akan tetap sama atau bahkan semakin berat tanpa mengenal waktu.

Selain batuk, terdapat rangkaian gejala penyerta yang sering muncul secara bersamaan, di antaranya:

  1. Demam Menetap: Demam yang terjadi biasanya tidak terlalu tinggi, namun berlangsung lama hingga dua minggu atau lebih.
  2. Penurunan Berat Badan: Pada orang dewasa, terjadi penurunan berat badan yang signifikan. Sementara pada anak-anak, berat badan cenderung sulit bertambah atau justru turun di masa pertumbuhan mereka.
  3. Malaise (Lemas): Penderita akan merasa kurang aktif dan tampak selalu lelah. "Anak-anak itu menjadi tampak kurang aktif atau *malaise* namanya, atau tidak bergairah, seperti kelihatan selalu dalam keadaan yang lelah, beda dengan anak sehat yang biasanya aktif," tambah Nastiti.

Penyebab dan Pola Penularan

Sebagai pakar yang tergabung dalam Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Nastiti menjelaskan bahwa penyakit ini murni disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Penyakit ini tidak muncul secara spontan, melainkan melalui penularan kuman dari satu individu ke individu lainnya. 

Pola penularannya pun beragam; bisa terjadi antarorang dewasa, maupun dari orang dewasa ke anak-anak yang memiliki sistem imun lebih rentan. Bahkan, anak yang telah terkonfirmasi menderita TB pun dapat menjadi sumber penularan bagi orang di sekitarnya.

Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan lebih peka terhadap perubahan kondisi fisik keluarga. Deteksi dini melalui pengamatan gejala awal seperti batuk dua pekan menjadi langkah vital untuk memutus rantai penularan dan mempercepat proses penyembuhan. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya