Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TUBERKULOSIS (TB) masih menjadi ancaman kesehatan serius yang menyerang lintas usia, mulai dari dewasa hingga anak-anak. Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Anak Subspesialis Respirologi dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp.Resp., memaparkan sejumlah gejala awal yang patut diwaspadai masyarakat.
Nastiti menekankan bahwa durasi batuk merupakan indikator paling krusial dalam mendeteksi TB, terutama pada orang dewasa. Jika batuk biasa umumnya sembuh dalam hitungan hari, batuk TB cenderung bersifat menetap.
"Secara umum pada dewasa, batuk lama atau batuk persisten atau batuk yang menetap paling sedikit dua pekan atau dua minggu atau lebih, ini gejala awal yang paling penting," ujar Nastiti, dikutip Rabu (21/1).
Selain durasi, karakteristik batuk TB memiliki perbedaan mencolok dengan batuk akibat flu atau infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) biasa.
Batuk TB biasanya tidak kunjung membaik meskipun telah diberikan pengobatan batuk yang lazim. Jika tidak segera ditangani dengan dosis obat TB yang tepat, intensitas batuk akan tetap sama atau bahkan semakin berat tanpa mengenal waktu.
Selain batuk, terdapat rangkaian gejala penyerta yang sering muncul secara bersamaan, di antaranya:
Sebagai pakar yang tergabung dalam Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Nastiti menjelaskan bahwa penyakit ini murni disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Penyakit ini tidak muncul secara spontan, melainkan melalui penularan kuman dari satu individu ke individu lainnya.
Pola penularannya pun beragam; bisa terjadi antarorang dewasa, maupun dari orang dewasa ke anak-anak yang memiliki sistem imun lebih rentan. Bahkan, anak yang telah terkonfirmasi menderita TB pun dapat menjadi sumber penularan bagi orang di sekitarnya.
Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan lebih peka terhadap perubahan kondisi fisik keluarga. Deteksi dini melalui pengamatan gejala awal seperti batuk dua pekan menjadi langkah vital untuk memutus rantai penularan dan mempercepat proses penyembuhan. (Ant/Z-1)
Tuberkulosis masih menjadi ancaman serius di Indonesia dengan lebih dari 1 juta kasus. Simak enam cara efektif mencegah penularan Tb menurut Kemenkes.
TB pada anak bukan sekadar batuk biasa, melainkan ancaman terhadap masa depan mereka.
Tuberkulosis tidak hanya ditandai batuk berkepanjangan. Kenali gejala Tb paru, Tb ekstra paru, perbedaan Tb laten dan aktif, serta cara pencegahannya.
Dengan asumsi satu alat dapat melayani 3.000 pasien, Benjamin memperkirakan 60.000 warga Makassar dapat diperiksa pada tahun 2026.
Peneliti Universitas Basel kembangkan tes sel tunggal untuk membedakan antibiotik yang hanya menghambat pertumbuhan dan yang benar-benar membunuh bakteri.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
Di luar obat-obatan medis, ramuan herbal telah terbukti dapat membantu meredakan gejala dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Data Globocan 2022 menunjukkan kanker paru merupakan kanker ketiga terbanyak di Indonesia sekaligus penyebab utama kematian akibat kanker pada pria.
Kondisi ini memicu merebaknya kasus batuk serta infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Batuk pilek yang berulang selain mengganggu perkembangan anak, kondisi ini juga bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan lain jika tidak ditangani dengan baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved