Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau dapur umum Kemensos di Prabu Rifa Residence, Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Kemarin(4/12/2025).
Diketahui Aceh Tamiang merupakan salah satu titik yang sempat terisolir lantaran terputuskan akses darat dan belakangan baru bisa ditembus.
Gus Ipul lantas menghampiri dan menyapa para ibu yang memasak di dapur tersebut. Bahkan, ia sempat mencicipi masakan yang akan disajikan untuk warga setempat.
"Terima kasih ya ibu semua jadi relawan," ucap Gus Ipul.
Dapur ini menyuplai kebutuhan makan pagi, siang, dan malam korban bencana. Dalam sehari total ada 6 ribu porsi makanan yang disediakan. Per 1 Desember 2025, Kemensos telah mendirikan 28 dapur umum yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dapur-dapur ini memproduksi sekitar 100 ribu bungkus nasi per hari.
Lebih lanjut Gus Ipul mengatakan, Kemensos terus berkoordinasi dengan BNPB, Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Pemda, serta para relawan. Untuk bencana ini, Kemensos mengirimkan bantuan logistik dan mendirikan dapur umum. Upaya ini dilakukan untuk memberikan dukungan terhadap para korban bencana.
"Kami dari Kementerian Sosial mengirim dukungan logistik dalam bentuk tenda, kasur, obat-obatan, dan juga makanan siap saji, menyelenggarakan dapur umum, dan lain sebagainya," terangnya.
Kemensos bersama Pemkab Aceh Tamiang telah berkoordinasi untuk mengidentifikasi berbagai jenis bantuan prioritas yang dibutuhkan warga. Di antaranya, air bersih, aliran listrik, obat-obatan, pakaian serta makanan.
"Kemarin Pak Wamensos sudah koordinasi dengan PLN, dengan Pak Bupati, Insya Allah mudah-mudahan besok atau hari ini, malam atau besok sudah bisa dialirkan," ungkap Gus Ipul.
Hingga kini, banjir yang terjadi di 10 kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang perlahan mulai surut dan jalur darat sudah bisa dilalui kendaraan. Gus Ipul menegaskan, Kemensos akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengirimkan bantuan alat berat agar dapat membersihkan sisa lumpur dan puing-puing longsor.
"Ini memang memerlukan waktu dan memerlukan kerja keras. Kita juga sedang berusaha memobilisasi alat berat dari berbagai titik yang dimungkinkan untuk bisa segera masuk ke Aceh Tamiang ini. Saya kira ini adalah kerja-kerja bersama kita," kata Gus Ipul.
"Jadi kita terus berusaha untuk bisa menjangkau seluruh warga yang memang memerlukan bantuan logistik," tambahnya.
Selain itu, Gus Ipul mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan Bupati Aceh Tamiang yang telah bergotongroyong menghadapi bencana.
"Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah juga ikut membantu, ikut berpartisipasi dan menciptakan suasana yang kondusif. Kesabaran dari masyarakat, dari warga ini juga patut kita apresiasi," ucapnya.
"Pak bupati juga sudah siang malam bekerja. Bukan hanya warga yang terdampak, tapi pak bupati beserta seluruh jajarannya juga terdampak," pungkasnya.
Situasi bencana tidak hanya menghadirkan krisis kemanusiaan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko jangka panjang terhadap kesehatan anak.
Psikolog klinis Anna Aulia mengungkap mengapa warga desa lebih cepat bangkit pascabencana banjir dibanding warga kota. Simak analisis daya tahan psikologisnya.
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya menyasar kebutuhan jangka pendek, tetapi juga perbaikan infrastruktur jangka panjang.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggelar kegiatan Tarhib Ramadan melalui tradisi Meugang bersama masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh pada Senin (16/2).
Jembatan gantung 120 meter di atas Sungai Tamiang menghubungkan Sekerak–Bandar Pusaka dan memulihkan akses pascabanjir bandang November 2025.
MENTERI Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan fakta mengejutkan terkait carut-marut data Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
Kemensos menonaktifkan 13,5 juta peserta BPJS Kesehatan dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) sepanjang 2025.
Gus Ipul menekankan bahwa akurasi data adalah fondasi utama agar program bantuan sosial (bansos) tidak lagi salah sasaran.
Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, membeberkan alasan fundamental di balik keputusan Presiden Prabowo Subianto melibatkan Indonesia dalam Board of Peace.
Ketidakhadiran sejumlah tokoh penting dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 100 Tahun Masehi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Istora Senayan.
MENTERI Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) bencana mencapai rata-rata lebih dari 85 persen hingga akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved