Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan, UNICEF, dan Universitas Binawan memulai implementasi pedoman nasional tata laksana pajanan timbal pada anak dan ibu hamil di Jakarta pada 28 November 2025. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya penanggulangan pajanan timbal yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.
Pedoman yang diterbitkan sejak 2024 itu mulai diuji terap di layanan kesehatan primer dan rujukan sebagai upaya untuk memastikan sistem pencegahan, deteksi dini, tata laksana klinis, hingga mekanisme rujukan berjalan lebih terstandar di seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia.
UNICEF menekankan bahwa pajanan timbal merupakan racun tak kasat mata yang mampu mengganggu perkembangan otak anak bahkan pada kadar rendah. Karena itu, implementasi pedoman harus dilakukan secara menyeluruh dengan mengutamakan edukasi masyarakat, penguatan kapasitas tenaga kesehatan, dan penanganan klinis yang tepat.
Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa pajanan timbal kini menjadi prioritas nasional karena dampaknya yang luas, mulai dari gangguan tumbuh kembang anak, risiko kesehatan pada ibu hamil, hingga potensi komplikasi obstetri. Kemenkes menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk sektor lingkungan, pendidikan, dan pemerintah daerah.
Selain itu, terdapat harapan agar tata laksana pajanan timbal dapat terintegrasi ke dalam paket pembiayaan BPJS Kesehatan. Dengan demikian, layanan penanganan dapat berkelanjutan dan tidak berhenti pada fase penelitian semata.
"Melalui sesi pemaparan teknis, peserta mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai sumber paparan timbal, dampak kesehatan, dan alur tata laksana sesuai pedoman nasional, mulai dari skrining, pemeriksaan kadar timbal darah, penentuan tingkat risiko, hingga penanganan berdasarkan level risiko," ujar dr. Anna Suraya, Ph.D, akademikus Universitas Binawan, dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/11). Pilot project akan dilaksanakan di Kota dan Kabupaten Bogor, Kabupaten Tegal, dan Kota Tangerang dengan melibatkan puskesmas, rumah sakit rujukan, laboratorium, dan tenaga kesehatan yang telah mendapatkan pelatihan khusus. (I-2)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
BGN menegaskan prioritas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yakni memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebagai prioritas utama
Laporan terbaru NCHS menunjukkan tren kenaikan kasus sifilis maternal. Kenali risiko, gejala "senyap", dan cara melindungi janin dari infeksi mematikan.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Sentuhan ini ternyata sudah bisa dirasakan oleh bayi di dalam kandungan saat kehamilan memasuki trimester kedua.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved