Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Implementasi Tata Laksana Pajanan Timbal Dimulai

Wisnu Arto Subari
30/11/2025 08:47
Implementasi Tata Laksana Pajanan Timbal Dimulai
(MI/HO)

KEMENTERIAN Kesehatan, UNICEF, dan Universitas Binawan memulai implementasi pedoman nasional tata laksana pajanan timbal pada anak dan ibu hamil di Jakarta pada 28 November 2025. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya penanggulangan pajanan timbal yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil. 

Pedoman yang diterbitkan sejak 2024 itu mulai diuji terap di layanan kesehatan primer dan rujukan sebagai upaya untuk memastikan sistem pencegahan, deteksi dini, tata laksana klinis, hingga mekanisme rujukan berjalan lebih terstandar di seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia.

UNICEF menekankan bahwa pajanan timbal merupakan racun tak kasat mata yang mampu mengganggu perkembangan otak anak bahkan pada kadar rendah. Karena itu, implementasi pedoman harus dilakukan secara menyeluruh dengan mengutamakan edukasi masyarakat, penguatan kapasitas tenaga kesehatan, dan penanganan klinis yang tepat. 

Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa pajanan timbal kini menjadi prioritas nasional karena dampaknya yang luas, mulai dari gangguan tumbuh kembang anak, risiko kesehatan pada ibu hamil, hingga potensi komplikasi obstetri. Kemenkes menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk sektor lingkungan, pendidikan, dan pemerintah daerah. 

Selain itu, terdapat harapan agar tata laksana pajanan timbal dapat terintegrasi ke dalam paket pembiayaan BPJS Kesehatan. Dengan demikian, layanan penanganan dapat berkelanjutan dan tidak berhenti pada fase penelitian semata.

"Melalui sesi pemaparan teknis, peserta mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai sumber paparan timbal, dampak kesehatan, dan alur tata laksana sesuai pedoman nasional, mulai dari skrining, pemeriksaan kadar timbal darah, penentuan tingkat risiko, hingga penanganan berdasarkan level risiko," ujar dr. Anna Suraya, Ph.D, akademikus Universitas Binawan, dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/11). Pilot project akan dilaksanakan di Kota dan Kabupaten Bogor, Kabupaten Tegal, dan Kota Tangerang dengan melibatkan puskesmas, rumah sakit rujukan, laboratorium, dan tenaga kesehatan yang telah mendapatkan pelatihan khusus. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik