Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan cuaca untuk Minggu, 23 November 2025. Berbagai fenomena atmosfer tengah berkembang di kawasan Indonesia dan sekitarnya, yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi, hingga banjir rob di sejumlah wilayah.
Menurut BMKG, Siklon Tropis Vina yang berada di perairan utara Australia diprediksi terus menguat hingga menyentuh kategori 3 dalam dua hari ke depan. Siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 70 knot dengan tekanan udara minimum 972 hPa, dan bergerak ke arah selatan barat daya.
Keberadaan siklon tersebut memicu peningkatan angin lebih dari 25 knot di perairan utara Australia dan Laut Timur, serta membentuk area konvergensi dan konfluensi di wilayah Laut Timur, selatan Pulau Timor, Maluku bagian selatan, hingga Laut Arafura.
Selain itu, BMKG juga memantau bibit Siklon Tropis 95B di Selat Malaka timur Aceh. Bibit siklon ini turut mengalami peningkatan intensitas dengan kecepatan angin maksimum 20 knot, bergerak ke arah barat, barat daya, dan memiliki tekanan minimum 1008 hPa. Sistem ini memicu peningkatan angin di Laut Cina Selatan, Teluk Thailand, serta perairan utara dan timur Aceh, sekaligus membentuk konvergensi di kawasan tersebut.
Selain kedua sistem tersebut, sirkulasi siklonik juga terdeteksi di Laut Cina Selatan sekitar utara Kalimantan, perairan selatan Jawa Timur, serta Samudera Pasifik utara Papua. Sejumlah daerah konvergensi lainnya juga teridentifikasi di Lampung, Laut Sulawesi, dan Laut Filipina. Semua kondisi ini memperbesar peluang terbentuknya awan hujan di wilayah yang terpengaruh.
Kombinasi dinamika atmosfer menyebabkan tingginya potensi hujan di beberapa daerah. BMKG memetakan wilayah-wilayah sebagai berikut:
Wilayah lain dalam kategori kuning juga berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat.
Peningkatan angin permukaan lebih dari 25 knot terpantau di Laut Cina Selatan, Teluk Thailand, Laut Filipina, Filipina, Samudera Hindia barat Bengkulu, dan Samudera Pasifik utara Papua.
Kondisi ini dapat meningkatkan ketinggian gelombang laut.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir rob di wilayah pesisir berikut:
Beberapa kota diperkirakan mengalami suhu udara antara 32–34°C, seperti:
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau menjaga asupan cairan dan menggunakan tabir surya.
BMKG mengingatkan bahwa informasi ini merupakan gambaran umum. Untuk pembaruan cuaca setiap jam, masyarakat dapat mengakses aplikasi Info BMKG, situs resmi, atau akun media sosial BMKG.
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan adanya awan Cumulonimbus saat pesawat ATR 42-500 jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) lalu.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi awan Cumulonimbus (Cb) di Maros, Sulawesi Selatan, bertepatan dengan peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500, Sabtu (17/1).
Adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Sirkulasi siklonik yang sebelumnya terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat sempat berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Papua Barat diperkirakan masih akan mengalami cuaca basah dengan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Isnawa mengatakan, kegiatan operasi dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 milik TNI AU.
Kejadian cuaca ekstrem tersebut diakibatkan oleh kombinasi beberapa faktor, utamanya faktor regional yaitu keberadaan sirkulasi siklonik dan penguatan monsun dingin Asia.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon Tropis 91W dan penguatan Monsun Asia yang meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di jalur Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved