Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan 50 laptop untuk 50 madrasah di Jepara, Jawa Tengah. Penyerahan bantuan senilai Rp350 juta, ditujukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di madrasah, demi mencetak generasi muda yang unggul dan berakhlak mulia.
Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menyebut bantuan ini merupakan komitmen Baznas untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah. Menurutnya, madrasah memiliki peran penting dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia dan berilmu pengetahuan.
“Melalui bantuan ini, Baznas berharap dapat memperkuat sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Jepara, khususnya di lingkungan madrasah. Bantuan fasilitas pendidikan berupa laptop senilai Rp350 juta yang diberikan kepada 50 madrasah ini merupakan bentuk nyata dukungan Baznas dalam mendorong kemajuan mutu belajar mengajar. Kami ingin memastikan para siswa memiliki akses terhadap teknologi dan informasi yang memadai untuk menunjang proses pendidikan mereka,” ujar Noor Achmad dilansir dari keterangan resmi, Minggu (26/10).
Ia menambahkan, bantuan ini juga menjadi bagian dari upaya Baznas dalam mengintegrasikan program pemberdayaan di berbagai sektor.
“Di Kabupaten Jepara sendiri, Baznas telah menjalankan berbagai program seperti Balai Ternak, Rumah Sehat Baznas, ZMart, ZChicken, dan ZAuto. Semua program ini kami hadirkan untuk memperkuat kemandirian masyarakat. Ke depan, kami juga menyiapkan program Rumah Layak Huni Baznas sebanyak 50 unit bagi masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Noor Achmad berharap, seluruh program tersebut dapat memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya dalam aspek ekonomi dan kesejahteraan, tetapi juga dalam bidang pendidikan dan pembinaan karakter umat.
Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Jepara, Muhammad Ibnu Hajar menyambut baik bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan ini sejalan dengan tujuan program Pemerintah Kabupaten Jepara yang ingin melahirkan generasi muda yang cerdas dan berakhlak mulia.
"Ini merupakan bentuk kerja sama Pemkab Jepara dan dan Baznas untuk membantu madrasah-madrasah yangg ada di Jepara. Kami berberterima kasih atas bantuannya, semoga dapat mendorong peningkatan saranan dan prasarana pendidikan di Kabupaten Jepara. Semoga dapat mendorong lahirnya generasi yang cerdas dan berakhlak mulia," ujar Ibnu Hajar.
Bantuan yang diberikan juga mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPR Komisi VIII, H. Abdul Wachid. Ia menyebut, ini merupakan upaya Bazmas dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
"Sekarang era digitalisasi, mudah-mudahan laptop ini dapat berguna bagi kegiatan belajar mengajar di madrasah," katanya.
Tak hanya itu, Abdul Wachid juga mengapresiasi peran Ketua Baznas RI, Noor Achmad, yang berhasil meningkatkan Baznas ke arah yang lebih baik dalam lima tahun kepemimpinannya.
"Baznas ini setahu saya dalam 5 tahun dipegang Pak Kiai Noor Achmad, peningkatannya 500 persen. Dari dulu Baznas tidak dikenal, sampai sekarang sangat dikenal. Perhatian beliau tak hanya soal ini, tapi juga hadir dalam musibah kebanjiran dan kebakaran, Baznas selalu hadir," pungkasnya. (H-2)
Laptop ini sangat penting untuk mendukung pembelajaran dan tugas akademik secara efisien, fleksibel, dan praktis di mana saja.
Laptop biasanya punya layar yang lebih besar daripada tablet atau HP, serta keyboard fisik yang memudahkan mengetik tugas panjang.
Laptop ini ditenagai oleh prosesor Intel Core i7-14650HX Generasi ke-14 dan kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 5060 Laptop GPU dengan VRAM 8GB.
Laptop ini biasanya memiliki performa yang cukup, ringan untuk dibawa, dan baterai yang tahan lama supaya siswa atau mahasiswa bisa produktif di sekolah, kampus
Dengan berat hanya sekitar 900 gram, laptop terbaru Asus ini akan jauh lebih ringan dibandingkan kompetitor utamanya di kelas ultrabook, seperti MacBook Air.
Laptop untuk pelajar juga sering dipilih berdasarkan kebutuhan spesifik tugas, misalnya desain grafis, pemrograman, atau hanya tugas dasar dan browsing internet.
Di sejumlah kawasan di Kabupaten Jepara seperti Kecamatan Monggo dan Kembang harga melonjak hingga mencapai Rp30 ribu per tabung.
Proses hukum kini difokuskan pada dua tersangka yang telah ditahan dan satu penyuplai yang masih dalam pengejaran.
POLISI memeriksa pemilik usaha dalam kasus tewasnya 5 warga setelah menenggak minuman keras atau miras oplosan di Jepara. Korban miras oplosan bertambah
Kepolisian Jepara juga masih melakukan penyelidikan dan pendalaman kasus minuman keras oplosan tersebut, yakni dengan melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi.
Predator seksual asal Desa Sendang, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Safiq, 21, dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara untuk kembali disidangkan.
DALAM empat hari puluhan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung melanda Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved