Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Permintaan Gas Elpiji 3 Kg Meningkat di Jepara, Harga Melonjak hingga Rp30 Ribu per Tabung

Akhmad Safuan
24/2/2026 19:40
Permintaan Gas Elpiji 3 Kg Meningkat di Jepara, Harga Melonjak hingga Rp30 Ribu per Tabung
Ilustrasi(MI/Akhmad Safuan)

PERMINTAAN meningkat di bulan Ramadan, harga elpiji (bersubsidi) tabung ukuran 3 kilogram (melon) di tingkat pengecer di sejumlah kawasan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah ugal-ugalan mencapai Rp30 ribu per tabung.

Pemantauan Media Indonesia Selasa (24/2) meskipun di sejumlah pangkalan dan pengecer elpiji tabung ukuran 3 kilogram masih terlihat menumouk, namun. di sejumlah kawasan di Kabupaten Jepara seperti Kecamatan Monggo dan Kembang melonjak hingga mencapai Rp30 ribu per tabung membuat warga resah.

Di sejumlah titik juga terlihat antrean warga membeli elpiji bersubsidi tersebut, sehingga tidak sampai sehari ketersediaan di sejumlah pengecekan ludes terjual. "Biasanya kami membeli elpiji Rp22 ribu-Rp23 ribu per tabung ukuran 3 kilogram, tetapi sekarang harga berkisar Rp27 ribu-Rp28 ribu per tabung," ujar Hadi seorang warga di Mlonggo, Jepara.

Hal serupa juga diungkapkan Maryani, warga di Kembang, Kabupaten Jepara bahkan sejak sepekan terakhir warga kesulitan mencari gas elpiji ukuran 3 kilogram seperti terjadi di Desa Cepogo l, sehibggavterpaksa membeli dengan harga Rp30 ribu per tabung, karena demi memenuhi kebutuhan memasak untuk vuja dan sahur.

Bahkan sulitnya mendapatkan gas elpiji ukuran 3 kilogram tersebut, ungkap Alfiah, warga lainnya, sejumlah warga terpaksa mencari ke desa-desa lain hingga ke ibukota kecamatan, meskipun harga lebih mahal dibandingkan sebelum Ramadan. "Tidak hanya mahal, barangnya juga sulit didapat," imbuhnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jepara Anjar Jambore Widodo membebarjan hal ini, bahkan menindaklanjuti keluhan warga telah menurunkan petugas untuk melakukan pengecekan ke agen, pangkalan hingga tingkat pengecer, sehingga segera akan mengambil sejumlah langkah untuk mengatasi kondisi ini.

”Kami sudah lakukan pengecekan  di pangkalan harganya masih normal, berkisar Rp18 ribu-Rp20 ribu Pi erustywa tabung, sedangkan harga mencapai Rp30 ribu Pi erustywa tabung itu terjadi di tingkat pengecer,” kata Anjar Jambore Widodo.

Lonjakan harga gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram ini, menurut Anjar Jambore Widodo, terjadi akibat meningkatnya permintaan di  bulan Ramadan, sehingga Pemkab Jepara telah mengajukan tambahan kuota fakultatif kepada pihak Pertamina sebanyak 78.160 tabung untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan.

Berdasar data, demikian Anjar Jambore Widodo, kuota gas elpiji 3 kilogram untuk Kabupaten Jepara sepanjang 2026 sebanyak 33.907 metrik ton, namun pada momentum tertentu seperti hari besar terjadi peningkatan permintaan. "Kami tidak dapat melakukan intervensi harga hingga tingkat pengecer, karena pemerintah hanya dapat mengendalikan harga hanya sampai pangkalan," imbuhnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya