Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

6.783 Warga dan 3.009 Hektare Sawah di Jepara Terdampak Bencana Hidrometeorologi

Akhmad Safuan
13/1/2026 13:26
6.783 Warga dan 3.009 Hektare Sawah di Jepara Terdampak Bencana Hidrometeorologi
Banjir melanda Kabupaten Jepara akibat cuaca ekstrem sejak Jumat (9/1/2026) lalu belum ada tanda-tanda surut dan ribuan warga terdampak.(MI/Akhmad Safuan)

DALAM empat hari puluhan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung melanda Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 6.783 orang (2.136 keluarga) terdampak, 49 unit rumah rusak, dan 3.009 hektare sawah terendam banjir.

Pemantauan Media Indonesia, Selasa (13/1) bencana hidrometeorologi tidak hanya terjadi di Kabupaten Kudus dan Pati. Akibat cuaca ekstrem yang masih berlangsung hingga saat ini sejumlah bencana seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung juga masih terjadi di Kabupaten Jepara.

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, dalam 4 hari terakhir bencana hidrometeorologi di daerah berada di bagian utara Jawa Tengah ini tidak hanya mengakibatkan  sebanyak 6.783 orang (2.136 keluarga) terdampak, 49 unit rumah rusak dan 3.009 hektare sawah terendam banjir.

Bencana hidrometeorologi tercatat yakni banjir 17 peristiwa, tanah longsor 18 peristiwa dan angin puting beliung 24 peristiwa. Bencana yang terjadi sejak Jumat (9/1) lalu tersebut cukup merata di sejumlah kecamatan di Jepara seperti Keling, Donorojo, Kalinyamatan, Nalumsari, Mayong, Bangsri, Tahunan dan Kembang, 

"Desa Tempur, Kecamatan Keling merupakan kawasan terparah karena terjadi banjir dan longsor, bahkan 3.522 jiwa (1.445 keluarga) warga sempat terisolasi selama 3 hari," kata Bupati Jepara Witiarso Utomo, Selasa (13/1).

Menghadapi berbagai bencana terjadi di Jepara ini, ungkap Witiarso Utomo, telah diambil langkah sejumlah penanganan darurat terutama di Desa Tempur yakni membuka akses jalan dan membuat jalur darurat karena ada ribuan warga terisolasi. Pihaknya pun segera mendistribusikan bantuan dan membuat dapur umum serta memperbaiki infrastruktur yang rusak.

Selain itu untuk penanganan bencana hidrometeorologi itu, menurut Witiarso Utomo, Pemerintah Kabupaten Jepara juga telah menyiapkan anggaran melalui pos Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp5 miliar. "Diharapkan cuaca segera membaik, sehingga segera dapat melakukan perbaikan secara permanen," imbuhnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Arwin Noor Isdiyanto secara terpisah mengatakan selain langkah penanganan darurat di Desa Tempur, Kecamatan Keling tersebut, di sejumlah kecamatan lainnya penanganan untuk warga terdampak bencana juga dilakukan secara serempak.

"Kita siapkan sejumlah dapur umum dan lokasi pengungsian, seperti banjir di Desa Ketilengsingolelo, Kecamatan Welahan setinggi 1,5 meter akibat meluapnya Sungai Serang Wulan Drainase (SWD) II," ujar Arwin Noor Isdiyanto. (AS/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik