Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam momentum Pekan Imunisasi Nasional 2025, pemerintah bersama tenaga kesehatan dan sektor swasta terus menggalakkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi bagi anak-anak. Beragam kegiatan dilakukan, mulai dari kampanye edukatif hingga pelaksanaan imunisasi massal.
Salah satu inisiatif datang dari Contrexyn, merek obat penurun panas anak milik PT Tempo Scan Pacific, yang mengadakan aksi imunisasi massal bagi 1.000 anak di berbagai titik di Jakarta pada 15 September hingga 10 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya nasional memperkuat perlindungan kesehatan anak sejak dini.
Imunisasi sendiri merupakan langkah paling efektif untuk mencegah dan mengendalikan penyakit menular berbahaya. Bagi anak-anak, imunisasi berperan penting sebagai perlindungan awal terhadap berbagai penyakit yang bisa menghambat tumbuh kembang. Selain itu, imunisasi juga membantu membangun kekebalan kelompok (herd immunity) yang menekan risiko penyebaran penyakit di masyarakat.
Pemerintah sebelumnya melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024 menargetkan 90% anak berusia 12-23 bulan dan 80% bayi berusia 0-11 bulan di 488 kabupaten/kota memperoleh imunisasi dasar lengkap pada tahun 2024. Namun, pencapaian target ini masih menghadapi tantangan besar.
Berdasarkan data WHO dan UNICEF, sekitar 60% dari 23 juta anak di dunia yang belum mendapatkan imunisasi lengkap berasal dari hanya sepuluh negara, termasuk Indonesia. Kondisi ini berpotensi memicu kembali penyebaran penyakit yang sebenarnya sudah bisa dicegah seperti campak, polio, difteri, dan tetanus.
Menanggapi situasi tersebut, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus memperkuat program imunisasi nasional yang lebih terintegrasi. Fokusnya diarahkan pada perluasan cakupan imunisasi dasar bagi anak di bawah dua tahun dengan dukungan dari Posyandu, Puskesmas, serta kolaborasi bersama sektor swasta dan komunitas masyarakat.
Selain memperluas akses layanan, edukasi publik menjadi pilar penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Pemerintah bersama mitra strategis aktif menyosialisasikan informasi mengenai jadwal imunisasi, pengingat digital, kemudahan transportasi menuju fasilitas kesehatan, serta penjelasan mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) agar masyarakat merasa lebih tenang dan percaya.
Tenaga kesehatan juga diharapkan menciptakan pengalaman positif selama proses imunisasi, dengan pendekatan yang ramah dan edukatif untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap vaksin. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan imunisasi rutin lintas generasi. Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, imunisasi tidak lagi dipandang sekadar prosedur medis, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Perlindungan sejak dini melalui imunisasi merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia, generasi yang sehat, cerdas, dan siap membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih kuat. (Strategi Komunikasi Nasional Imunisasi/E-3)
Jendela waktu emas untuk pengobatan Penyakit Kawasaki adalah sebelum hari ke-10 sejak demam pertama muncul guna mencegah kerusakan jantung permanen.
Riset terbaru mengungkap 16% balita masih mengalami gejala gegar otak setahun setelah cedera.
Secara medis, puasa yang dilakukan dengan pengawasan orang tua dapat membantu anak belajar pola makan teratur dan mengurangi kebiasaan jajan berlebihan.
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit campak dan cacar air pada anak, terutama saat musim hujan.
MUSIM hujan meningkatkan risiko berbagai penyakit infeksi, mulai dari flu hingga leptospirosis, dengan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
Peneliti UCSF mengungkap stres pada anak akibat bullying hingga kemiskinan berdampak permanen pada otak.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Penularan utama leptospirosis terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, dengan tikus menjadi perantara yang paling sering ditemukan.
TANTANGAN dan dinamika penyakit hati di Indonesia disoroti. Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati.
Epilepsi bukan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau organisme yang bisa berpindah antarindividu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved