Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Kehamilan merupakan masa yang penuh dengan perubahan dan kebutuhan tubuh yang meningkat, salah satunya adalah kebutuhan akan zat besi. Kekurangan zat besi selama kehamilan dapat menyebabkan anemia, yang dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin.
Untuk itu, mengonsumsi suplemen zat besi yang tepat sangat penting. Berikut adalah panduan lengkap tentang suplemen zat besi untuk ibu hamil, dosis yang aman, cara konsumsi, hingga rekomendasi produk yang umum digunakan.
Zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin, yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Selama kehamilan, volume darah ibu meningkat, dan kebutuhan akan zat besi pun ikut bertambah. Jika tubuh kekurangan zat besi, ibu hamil bisa mengalami anemia yang dapat menyebabkan kelelahan, peningkatan risiko infeksi, kelahiran prematur, atau bahkan kelahiran bayi dengan berat badan rendah.
Berdasarkan rekomendasi dari berbagai badan kesehatan, dosis suplemen zat besi yang aman bagi ibu hamil bervariasi, tergantung pada kondisi kesehatan masing-masing ibu:
Untuk memastikan penyerapan zat besi maksimal, berikut adalah panduan konsumsi yang aman dan efektif:
Meskipun suplemen zat besi penting untuk ibu hamil, efek samping bisa saja muncul, antara lain:
Ada berbagai merek suplemen zat besi yang tersedia di pasaran. Berikut beberapa produk yang sering digunakan oleh ibu hamil:
Sebelum memulai atau mengganti suplemen zat besi, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau bidan. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah Anda memerlukan suplemen zat besi tambahan dan dosis yang tepat. Mengonsumsi suplemen zat besi tanpa indikasi medis dapat menyebabkan penumpukan zat besi yang berbahaya bagi tubuh.
Mengonsumsi suplemen zat besi selama kehamilan sangat penting untuk mencegah anemia dan memastikan kesehatan ibu dan janin. Dosis yang tepat, waktu konsumsi yang benar, serta memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan tubuh akan sangat membantu dalam mendukung kehamilan yang sehat. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan panduan yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut tentang suplemen zat besi untuk ibu hamil, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis terdekat. (Z-10)
Penelitian terbaru menemukan perbedaan kadar logam pada rambut pasien Parkinson yang berpotensi menjadi biomarker non-invasif untuk membantu deteksi dini penyakit ini.
Matcha dikenal luas sebagai minuman sehat yang kaya antioksidan, mampu meningkatkan energi, serta membantu fokus.
Kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia dinilai masih berisiko tertinggal dari rata-rata dunia dan dapat menjadi ancaman serius di masa depan.
Zat besi merupakan mineral penting untuk membentuk hemoglobin, yang membantu mengikat oksigen untuk disalurkan ke seluruh bagian tubuh.
Selain pucat, kekurangan zat besi juga menyebabkan kulit menjadi sangat kering.
Selain susu, dan olahan kalsium lainnya seperti keju atau milkshake, Emilia juga mengingatkan bahwa kafein dan tanin dalam kopi maupun teh dapat menurunkan kemampuan tubuh
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
BGN menegaskan prioritas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yakni memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebagai prioritas utama
Laporan terbaru NCHS menunjukkan tren kenaikan kasus sifilis maternal. Kenali risiko, gejala "senyap", dan cara melindungi janin dari infeksi mematikan.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Sentuhan ini ternyata sudah bisa dirasakan oleh bayi di dalam kandungan saat kehamilan memasuki trimester kedua.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved