Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KUALITAS sumber daya manusia (SDM) Indonesia dinilai masih berisiko tertinggal dari rata-rata dunia dan dapat menjadi ancaman serius di masa depan. Rata-rata IQ nasional disebut berada di angka 78, sehingga intervensi dini pada anak dinilai mendesak.
Data dari Tentang Anak menunjukkan, satu dari dua anak di Indonesia kekurangan setidaknya satu nutrisi penting yang berperan dalam perkembangan otak.
Divisi Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Rini Sekartini, menekankan bahwa lima tahun pertama kehidupan merupakan periode krusial.
“Kalau tidak diintervensi, tidak kita perbaiki kualitas 5 tahun pertama ini, maka manusia berkualitas yang kita harapkan itu kemungkinan besar tidak terjadi,” ujarnya di RSCM, Senin (16/12).
Ia menjelaskan, sekitar 90% perkembangan otak terjadi pada lima tahun pertama kehidupan. Karena itu, intervensi yang optimal dalam periode tersebut dinilai menjadi kunci untuk menghasilkan anak yang cerdas dan sejahtera.
Untuk menjawab persoalan yang dinilai terkait faktor pengasuhan, ekonomi, hingga kebijakan negara, FKUI-RSCM berkolaborasi dengan Tentang Anak dalam riset berbasis evidence-based untuk memperkuat data dan arah kebijakan.
“Penelitian ini akan menjadi basis kita terkait nutrisi anak, kesejahteraan anak dan data-data yang dipakai untuk edukasi ke masyarakat, advokasi ke pemerintahan, serta untuk pengembangan produk-produk yang bermanfaat juga untuk anak Indonesia,” kata dr. Dwi Lestari Pramesti, CEO Tentang Anak.
Fokus utama penelitian diarahkan pada nutrisi mikro, khususnya Zat Besi (Fe) dan Zinc (Zn). Data yang disampaikan menunjukkan satu dari dua anak Indonesia kekurangan zat besi.
Kekurangan zat besi dinilai berpengaruh terhadap pembentukan saraf-saraf otak dan meningkatkan risiko gangguan kemampuan kognitif. Kondisi defisit besi yang berat dapat berujung pada anemia, dan pada kasus tertentu dapat memicu komplikasi serius seperti gagal jantung dan sesak napas.
Selain itu, kekurangan zinc dan zat besi disebut sebagai hidden hunger atau kelaparan tersembunyi karena gejalanya sering tidak langsung terlihat. Rini menyebut salah satu tanda yang kerap tidak disadari orang tua adalah gerakan tutup mulut (GTM) karena lidah bisa terasa kebas ketika anak kekurangan zat besi.
“Begitu besinya diperbaiki, langsung makannya bagus lagi,” ujarnya.
Gejala lain yang dikaitkan dengan kekurangan zinc adalah tinggi badan yang tidak optimal serta rentan diare. Pada anak dengan diare parah, suplementasi zinc selama dua minggu disarankan. Sementara anemia akibat kekurangan besi dapat membuat anak mudah lemas, sulit fokus, dan berdampak pada performa belajar.
Para peneliti menargetkan puluhan studi lanjutan agar data yang dihasilkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat advokasi kepada pemerintah untuk mengoptimalkan kebijakan kesejahteraan keluarga dan anak.
Matcha dikenal luas sebagai minuman sehat yang kaya antioksidan, mampu meningkatkan energi, serta membantu fokus.
Zat besi merupakan mineral penting untuk membentuk hemoglobin, yang membantu mengikat oksigen untuk disalurkan ke seluruh bagian tubuh.
Selain pucat, kekurangan zat besi juga menyebabkan kulit menjadi sangat kering.
Selain susu, dan olahan kalsium lainnya seperti keju atau milkshake, Emilia juga mengingatkan bahwa kafein dan tanin dalam kopi maupun teh dapat menurunkan kemampuan tubuh
Kondisi ini juga sering tidak disadari oleh orang tua pada anak-anak. Anak yang terlihat malas bermain atau sering mengantuk di kelas, misalnya, belum tentu malas atau tidak fokus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved