Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Kamis, 9 Oktober 2025. Perhatian utama tertuju pada Bibit Siklon Tropis 95W di Samudra Pasifik Utara Papua.
Bibit ini memiliki kategori tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, dengan kecepatan angin maksimum 35 knot. Selain itu, sirkulasi siklonik terpantau di Laut Cina Selatan Tenggara Vietnam.
Bibit Siklon 95W dan sirkulasi siklonik di Laut Cina Selatan membentuk daerah perlambatan angin (Konvergensi) dan pertemuan angin (Konfluensi) di beberapa daerah berikut ini
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar sistem cuaca ini. Kombinasi dinamika atmosfer ini menyebabkan potensi hujan sedang hingga lebat di banyak wilayah.
Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diprediksi di Maluku Utara, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Waspada terhadap ketinggian gelombang 2,5 hingga 4 meter di:
Waspada juga terhadap potensi banjir rob di pesisir:
Bagi Anda yang tinggal di Kota Kupang, Palangkaraya, dan Banjarmasin, waspada terhadap suhu esok hari yang diprediksi berkisar antara 33 hingga 35 derajat Celcius. Selalu jaga hidrasi dan gunakan tabir surya jika beraktivitas di luar ruangan.
Prakiraan cuaca ini merupakan gambaran umum. Untuk mendapatkan informasi cuaca yang lebih spesifik setiap jam, Anda dapat memantau aplikasi Info BMKG atau kunjungi website resmi dan media sosial BMKG.
Sumber: Youtube BMKG
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan adanya awan Cumulonimbus saat pesawat ATR 42-500 jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) lalu.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi awan Cumulonimbus (Cb) di Maros, Sulawesi Selatan, bertepatan dengan peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500, Sabtu (17/1).
Adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Papua Barat diperkirakan masih akan mengalami cuaca basah dengan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Isnawa mengatakan, kegiatan operasi dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 milik TNI AU.
Kejadian cuaca ekstrem tersebut diakibatkan oleh kombinasi beberapa faktor, utamanya faktor regional yaitu keberadaan sirkulasi siklonik dan penguatan monsun dingin Asia.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon Tropis 91W dan penguatan Monsun Asia yang meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di jalur Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved