Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Sabtu, 4 Oktober 2025. Berdasarkan hasil pemantauan, siklon tropis matmo berada di Laut China Selatan sebelah barat Filipina dengan arah pergerakan ke arah barat hingga barat.
Siklon tropis matmo dinilai mampu menginduksi peningkatan kecepatan angin permukaan di sekitarnya hingga mencapai lebih dari 25 not, yaitu di Laut Filipina dan Laut China Selatan, serta membentuk daerah konvergensi memanjang di Laut China Selatan.
Sirkulasi siklonik diprakirakan terdapat di Samudra Hindia selatan Lampung dan Samudra Pasifik utara Papua Barat, yang membentuk daerah konvergensi memanjang di Samudra Hindia selatan Banten dan Samudra Pasifik utara Papua Barat.
Kemudian, daerah konfluensi juga terpantau di Samudra Hindia barat Bengkulu, Laut Natuna Utara, Laut China Selatan, Samudra Hindia selatan Jawa, Laut Sulu, Laut Sulawesi, Selat Makassar bagian Selatan, Laut Timor, Laut Arafuru, dan Samudra Pasifik utara Papua Barat.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar siklon tropis atau sirkulasi siklonik, dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi.
Melalui kanal YouTube resmi BMKG, prakirawan BMKG Indah Fitrianti menyampaikan informasi prakiraan cuaca di kota-kota besar di Indonesia:
Suhu udara tinggi berkisar 32–35°C diprediksi terjadi di Kota Palembang, Pangkal Pinang, Serang, Semarang, dan Surabaya serta sekitarnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap ketinggian gelombang 2,5 hingga 4 meter di Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, hingga NTT.
Waspadai juga banjir rob yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Indonesia, yaitu pesisir utara Jawa Tengah, pesisir Jawa Timur, pesisir Kalimantan Selatan, dan pesisir Kalimantan Tengah.
Sumber: YouTube BMKG
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Gelombang tinggi 1,25-2,5 disertai angin hujan dan badai masih berlangsung di perairan Jawa Tengah berisiko terhadap pelayaran.
Cuaca ekstrem berpotensi di 27 daerah Salasa (13/1) warga di Pantura dan Jateng bagian tengah diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi dan gelombang tinggi.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Papua Barat diperkirakan masih akan mengalami cuaca basah dengan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Isnawa mengatakan, kegiatan operasi dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 milik TNI AU.
Kejadian cuaca ekstrem tersebut diakibatkan oleh kombinasi beberapa faktor, utamanya faktor regional yaitu keberadaan sirkulasi siklonik dan penguatan monsun dingin Asia.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon Tropis 91W dan penguatan Monsun Asia yang meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di jalur Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved