Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah Indonesia akan mengalami hujan sedang hingga lebat pada Sabtu, 16 Agustus 2025.
Fenomena ini dipicu sistem tekanan rendah di Laut China Selatan serta sirkulasi siklonik di barat Sumatra Barat yang memicu daerah konvergensi dan konfluensi di berbagai wilayah.
Untuk wilayah Kalimantan lainnya, hujan ringan diperkirakan melanda Pontianak, Banjarmasin, dan Palangkaraya, sedangkan Samarinda berpotensi hujan petir. Sementara itu, wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan Papua Tengah juga masuk kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat.
Kondisi atmosfer tersebut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di sekitar pusat tekanan rendah. BMKG mencatat hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Maluku, dan Papua Tengah, disertai kemungkinan angin kencang.
Masyarakat juga diimbau mewaspadai gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter di Samudera Hindia Barat Bengkulu hingga Lampung, serta di Samudera Hindia Selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur.
Selain itu, potensi banjir rob diperkirakan terjadi di pesisir Banten, Jawa Tengah hingga Yogyakarta, Bali, Maluku, dan Papua Selatan.
Untuk suhu udara, BMKG memperkirakan kisaran 31–34°C di Palembang, Pangkalpinang, Serang, Jakarta, dan Surabaya. BMKG mengingatkan warga agar menghindari aktivitas luar ruangan pada siang hari guna mencegah risiko dehidrasi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi melalui aplikasi Info BMKG, situs resmi bmkg.go.id, dan akun media sosial @infoBMKG. (Youtube BMKG/Z-2)
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status siaga hujan lebat untuk wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah pada 10 hari (dasarian) terakhir di Januari 2026.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
BMKG memprediksi hujan ringan hingga sedang mengguyur seluruh wilayah Jakarta hari ini, 21 Januari 2026. Cek jadwal hujan dan suhu udara di sini.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Papua Barat diperkirakan masih akan mengalami cuaca basah dengan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Isnawa mengatakan, kegiatan operasi dipusatkan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dengan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 milik TNI AU.
Kejadian cuaca ekstrem tersebut diakibatkan oleh kombinasi beberapa faktor, utamanya faktor regional yaitu keberadaan sirkulasi siklonik dan penguatan monsun dingin Asia.
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Kondisi ini dipicu oleh aktivitas Bibit Siklon Tropis 91W dan penguatan Monsun Asia yang meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di jalur Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved