Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis anak dr. Ria Yoanita, Sp. A menjelaskan bahwa obesitas pada anak bukan sekedar masalah penampilan melainkan merupakan kondisi medis yang patut mendapatkan perhatian lebih
serius karena meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.
"Obesitas pada anak bukan sekadar masalah penampilan, melainkan kondisi medis serius yang meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis di kemudian hari, seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, hingga gangguan psikososial," kata Ria, Senin (15/9).
Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menambahkan anggapan bahwa 'anak gemuk pasti sehat' perlu diluruskan.
Menurutnya terdapat upaya pencegahan obesitas yang dapat dilakukan orangtua yang meliputi pemberian ASI eksklusif dan MPASI sesuai usia, hal ini dapat membantu membentuk pola makan sehat sejak dini.
Kedua, konsumsi gula tambahan, khususnya dari minuman manis.
"Harus dibatasi karena terbukti meningkatkan risiko obesitas dan penyakit metabolik," tambah dia.
Ketiga, lanjut dia, anak perlu aktif bergerak, bermain di luar rumah, serta dibatasi waktu layar. Selain itu, tidur yang cukup, lingkungan keluarga dan sekolah yang mendukung pola makan sehat, serta pemantauan rutin berat badan dan indeks massa tubuh juga penting dilakukan.
Sementara terkait dengan rencana pengenaan pajak pada minuman berpemanis oleh pemerintah, hal itu, menurutnya, terbukti di berbagai negara menurunkan konsumsi minuman manis dan berkontribusi pada penurunan prevalensi obesitas anak.
"Studi di Amerika Serikat menunjukkan adanya penurunan indeks massa tubuh anak setelah pajak minuman manis diterapkan di beberapa kota. Namun, pajak saja tidak cukup, efektivitasnya bergantung pada besarnya tarif pajak, ketersediaan alternatif sehat yang terjangkau, serta dukungan kebijakan lain seperti edukasi gizi, pembatasan iklan, dan penyediaan lingkungan sehat di sekolah," katanya.
Dengan demikian dia pun berharap, pencegahan obesitas anak harus dilakukan secara komprehensif yang dimulai dari keluarga, didukung sekolah dan masyarakat, serta diperkuat dengan kebijakan pemerintah, termasuk pajak gula, yang terbukti menjadi salah satu strategi efektif bila dijalankan secara terpadu. (Ant/Z-1)
Dosen FKKMK UGM Digna Niken Purwaningrum menilai edukasi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) krusial untuk menekan angka obesitas anak yang terus meningkat.
Penelitian di jurnal The Lancet Child and Adolescent Health menemukan kasus tekanan darah tinggi pada anak dan remaja meningkat hampir dua kali lipat sejak 2000.
Pembatasan bertujuan agar anak tidak terpengaruh mengonsumsi makanan dengan kandungan garam, gula dan lemak tinggi yang kerap kali dipromosikan melalui iklan.
OBESITAS pada anak merupakan kondisi yang bisa memicu munculnya berbagai penyakit berbahaya. Asupan Protein hewani bisa menjadi cara untuk mengatasi obesitas pada anak.
Protein hewani bukan sekadar pelengkap—bagi anak, ia adalah fondasi utama untuk tumbuh sehat dan terhindar dari obesitas.
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Gangguan hormon yang tidak ditangani sejak dini dapat menghambat perkembangan organ reproduksi secara optimal.
Proses grooming biasanya dimulai dengan upaya halus untuk menumbuhkan rasa percaya.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Child grooming adalah proses sistematis untuk mempersiapkan anak menjadi korban pelecehan.
Dunia pernikahan menuntut kesiapan mental yang jauh lebih kompleks, seperti kemampuan mengelola konflik dan tanggung jawab rumah tangga yang besar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved