Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Kasus Hipertensi Anak dan Remaja Dunia Melonjak Dua Kali Lipat Sejak 2000

Thalatie K Yani
13/11/2025 08:00
Kasus Hipertensi Anak dan Remaja Dunia Melonjak Dua Kali Lipat Sejak 2000
Ilustrasi(freepik)

KASUS hipertensi atau tekanan darah tinggi pada anak dan remaja di seluruh dunia meningkat hampir dua kali lipat dalam dua dekade terakhir, menimbulkan kekhawatiran akan risiko penyakit jantung di usia dewasa.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal The Lancet Child and Adolescent Health, Rabu (12/11), sekitar 3,4% anak laki-laki dan 3% anak perempuan mengalami hipertensi tahun 2000. Dua puluh tahun kemudian, angka itu naik menjadi 6,5% dan 5,8%.

“Anak yang memiliki tekanan darah tinggi lebih berisiko mengalami penyakit jantung di kemudian hari,” kata Dr. Mingyu Zhang, asisten profesor di Harvard Medical School dan Beth Israel Deaconess Medical Center.

Peneliti utama Dr. Peige Song dari Zhejiang University School of Medicine, Tiongkok, menyebut peningkatan ini sebagai risiko yang bisa dicegah.
“Dengan deteksi dini, skrining lebih baik, serta fokus pada berat badan dan nutrisi sehat, kita dapat mencegah komplikasi lebih lanjut,” ujarnya melalui email.

Faktor Penyebab dan Risiko Baru

Song menjelaskan, obesitas pada anak menjadi faktor terbesar karena berkaitan dengan resistensi insulin, peradangan, dan gangguan pembuluh darah. Konsumsi makanan tinggi garam, makanan ultra-proses, kurang tidur, stres, dan faktor genetik juga memperparah risiko.

Selain itu, anak-anak masa kini lebih sedikit bergerak dan lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar. “Kita juga mulai memahami polusi lingkungan dapat berperan,” tambah Zhang.

Ia menyoroti hasil riset sebelumnya yang menemukan hubungan antara paparan bahan kimia PFAS (perfluoroalkyl dan polyfluoroalkyl substances) sejak dalam kandungan dengan hipertensi masa kanak-kanak. PFAS dikenal sebagai “bahan kimia abadi” karena sulit terurai di lingkungan.

Hipertensi yang Tak Terdeteksi

Penelitian ini menganalisis 96 studi dari 21 negara, termasuk data tekanan darah di rumah dan di klinik. Hasilnya menunjukkan banyak kasus hipertensi tersembunyi (masked hypertension). Kondisi di mana tekanan darah tampak normal di ruang periksa, namun tinggi saat diukur di rumah.

“Ini berarti banyak anak dengan hipertensi sebenarnya bisa tidak terdeteksi jika kita hanya mengandalkan hasil di klinik,” ujar Zhang.

Song menegaskan, temuan ini menunjukkan perlunya pemantauan tekanan darah yang lebih sering dan sistematis di seluruh dunia.

“Satu kali pengukuran saja tidak cukup,” katanya. “Diperlukan solusi yang lebih luas agar penanganan hipertensi pada anak bisa dilakukan lebih efektif.” (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya