Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS hipertensi atau tekanan darah tinggi pada anak dan remaja di seluruh dunia meningkat hampir dua kali lipat dalam dua dekade terakhir, menimbulkan kekhawatiran akan risiko penyakit jantung di usia dewasa.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di jurnal The Lancet Child and Adolescent Health, Rabu (12/11), sekitar 3,4% anak laki-laki dan 3% anak perempuan mengalami hipertensi tahun 2000. Dua puluh tahun kemudian, angka itu naik menjadi 6,5% dan 5,8%.
“Anak yang memiliki tekanan darah tinggi lebih berisiko mengalami penyakit jantung di kemudian hari,” kata Dr. Mingyu Zhang, asisten profesor di Harvard Medical School dan Beth Israel Deaconess Medical Center.
Peneliti utama Dr. Peige Song dari Zhejiang University School of Medicine, Tiongkok, menyebut peningkatan ini sebagai risiko yang bisa dicegah.
“Dengan deteksi dini, skrining lebih baik, serta fokus pada berat badan dan nutrisi sehat, kita dapat mencegah komplikasi lebih lanjut,” ujarnya melalui email.
Song menjelaskan, obesitas pada anak menjadi faktor terbesar karena berkaitan dengan resistensi insulin, peradangan, dan gangguan pembuluh darah. Konsumsi makanan tinggi garam, makanan ultra-proses, kurang tidur, stres, dan faktor genetik juga memperparah risiko.
Selain itu, anak-anak masa kini lebih sedikit bergerak dan lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar. “Kita juga mulai memahami polusi lingkungan dapat berperan,” tambah Zhang.
Ia menyoroti hasil riset sebelumnya yang menemukan hubungan antara paparan bahan kimia PFAS (perfluoroalkyl dan polyfluoroalkyl substances) sejak dalam kandungan dengan hipertensi masa kanak-kanak. PFAS dikenal sebagai “bahan kimia abadi” karena sulit terurai di lingkungan.
Penelitian ini menganalisis 96 studi dari 21 negara, termasuk data tekanan darah di rumah dan di klinik. Hasilnya menunjukkan banyak kasus hipertensi tersembunyi (masked hypertension). Kondisi di mana tekanan darah tampak normal di ruang periksa, namun tinggi saat diukur di rumah.
“Ini berarti banyak anak dengan hipertensi sebenarnya bisa tidak terdeteksi jika kita hanya mengandalkan hasil di klinik,” ujar Zhang.
Song menegaskan, temuan ini menunjukkan perlunya pemantauan tekanan darah yang lebih sering dan sistematis di seluruh dunia.
“Satu kali pengukuran saja tidak cukup,” katanya. “Diperlukan solusi yang lebih luas agar penanganan hipertensi pada anak bisa dilakukan lebih efektif.” (CNN/Z-2)
Dosen FKKMK UGM Digna Niken Purwaningrum menilai edukasi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) krusial untuk menekan angka obesitas anak yang terus meningkat.
Obesitas pada anak bukan sekadar masalah penampilan, melainkan kondisi medis serius yang meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis di kemudian hari.
Pembatasan bertujuan agar anak tidak terpengaruh mengonsumsi makanan dengan kandungan garam, gula dan lemak tinggi yang kerap kali dipromosikan melalui iklan.
OBESITAS pada anak merupakan kondisi yang bisa memicu munculnya berbagai penyakit berbahaya. Asupan Protein hewani bisa menjadi cara untuk mengatasi obesitas pada anak.
Protein hewani bukan sekadar pelengkap—bagi anak, ia adalah fondasi utama untuk tumbuh sehat dan terhindar dari obesitas.
Makanan tinggi garam, lemak jenuh, dan kolesterol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Kenali jenis makanan yang perlu dibatasi demi jantung sehat.
Apple Watch resmi mendapat persetujuan regulator medis Australia untuk mengaktifkan fitur deteksi hipertensi. Meski demikian, Apple belum mengumumkan jadwal peluncurannya.
Penelitian terhadap lebih dari 200.000 orang menemukan nyeri kronis, depresi, dan peradangan saling berkaitan dan dapat meningkatkan risiko hipertensi.
Kehamilan adalah proses alami yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari gaya hidup hingga genetik. Beberapa kondisi kehamilan ternyata bisa diturunkan dari keluarga.
Makan yang sehat sangat penting untuk mengelola tekanan darah, baik melalui pengaruh langsung terhadap sistem peredaran darah, maupun dengan membantu kontrol berat badan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved