Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

5 Kondisi Kehamilan yang Dipengaruhi Gen, dari Morning Sickness hingga Preeklamsia

 Gana Buana
09/11/2025 19:26
5 Kondisi Kehamilan yang Dipengaruhi Gen, dari Morning Sickness hingga Preeklamsia
Beberapa kondisi kehamilan ternyata bisa diturunkan dari keluarga.(Freepik)

KEHAMILAN adalah proses alami yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari gaya hidup hingga genetik. Beberapa kondisi kehamilan ternyata bisa diturunkan dari keluarga, sehingga ibu hamil dengan riwayat tertentu memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya.
Salah satu yang paling dikenal adalah morning sickness.

Yuk, simak 5 kondisi kehamilan yang memiliki kaitan erat dengan faktor genetik.

1. Morning Sickness (Hiperemesis Gravidarum)

Morning sickness atau mual muntah berlebihan saat hamil muda sering kali dipengaruhi oleh faktor keturunan.
Jika ibu atau saudara perempuan mengalami hiperemesis gravidarum, maka risiko kamu mengalaminya juga meningkat.

Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara gen GDF15 dan IGFBP7 yang memengaruhi kadar hormon dan sensitivitas tubuh terhadap perubahan selama kehamilan. Inilah sebabnya mengapa sebagian wanita mengalami mual parah, sedangkan yang lain tidak.

Tips mengatasinya: konsumsi makanan ringan tinggi karbohidrat, hindari aroma menyengat, dan perbanyak cairan untuk mencegah dehidrasi.

2. Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional adalah kondisi meningkatnya kadar gula darah selama kehamilan. Faktor genetik memegang peranan penting karena pola sensitivitas insulin sering kali diwariskan dari keluarga.

Jika keluarga memiliki riwayat diabetes tipe 2, maka ibu hamil berisiko lebih tinggi mengalami kondisi ini.
Pemeriksaan kadar gula darah secara rutin dan pola makan seimbang menjadi langkah penting untuk pencegahan.

3. Preeklamsia

Preeklamsia ditandai dengan tekanan darah tinggi dan gangguan organ, seperti ginjal atau hati. Penelitian menemukan bahwa gen seperti FLT1 dan HLA-G berperan dalam kondisi ini.

Faktor genetik dari pihak ibu maupun ayah bisa meningkatkan risiko preeklamsia. Jika dalam keluarga pernah ada riwayat tekanan darah tinggi saat hamil, sebaiknya lakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala sejak trimester pertama.

4. Kelahiran Prematur

Kelahiran prematur juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Ibu yang lahir prematur lebih berisiko melahirkan bayi secara prematur pula. Hal ini terkait dengan gen yang mengatur fungsi rahim, hormon kehamilan, dan sistem imun tubuh.

Faktor lingkungan seperti stres, infeksi, dan pola makan juga bisa memperburuk risiko tersebut. Karenanya, menjaga kesehatan dan mengelola stres sangat penting untuk mencegah kelahiran prematur.

5. Berat Badan Lahir Bayi (Rendah atau Tinggi)

Berat badan bayi saat lahir tidak hanya dipengaruhi oleh nutrisi selama hamil, tetapi juga oleh faktor genetik. Gen dari ibu dan janin berperan dalam pertumbuhan plasenta serta metabolisme glukosa, yang memengaruhi berat badan bayi.

Jika ibu dilahirkan dengan berat badan rendah atau tinggi, kemungkinan besar bayinya juga akan mengikuti pola tersebut.

Kesimpulan

Tidak semua kondisi kehamilan sepenuhnya bisa dicegah, terutama yang disebabkan oleh faktor genetik. Namun, mengenali riwayat keluarga dan rutin memeriksakan kehamilan dapat membantu mendeteksi risiko lebih awal.

Mengetahui bahwa kondisi seperti morning sickness, preeklamsia, atau diabetes gestasional bisa bersifat genetik akan membantu ibu hamil untuk lebih waspada dan menjaga kesehatan sejak dini. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik