Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU besar bidang pangan dan gizi dari Institut Pertanian Bogor Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan MS mengatakan bahwa edukasi untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pembatasan konsumsi makanan dan minuman manis sebaiknya dimulai dari keluarga.
Menurut Prof Ali, dalam hal ini orangtua bisa memulainya dengan memberi tahu anak jenis-jenis makanan yang lebih baik dikurangi atau dibatasi konsumsinya demi kesehatan.
"Membatasi makanan manis untuk anak-anak itu adalah merupakan tanggung jawab orangtua, oleh karena itu kita edukasi di level tingkat keluarga itu menjadi sangat penting, sehingga anak bisa menentukan sendiri mana makanan yang harus dibeli pada saat jajan dan mana yang tidak,"
katanya, dikutip Selasa (16/9).
Dia mengemukakan bahwa orangtua bisa membuat kesepakatan dengan anak mengenai pengaturan waktu makan makanan atau minuman manis. Misalnya, makanan manis hanya boleh dikonsumsi pada akhir pekan atau tiga hari sekali.
"Jadi senyamannya anak dan senyamannya orangtua di dalam menerapkan, kapan bisa mengkonsumsi makanan manis," katanya.
Prof. Ali mengemukakan bahwa konsumsi makanan atau minuman manis dalam kemasan tidak bisa sepenuhnya dihindari mengingat anak-anak bisa dengan mudah membelinya dengan harga terjangkau di lingkungan sekolah dan sekitarnya.
Namun, harapannya konsumsi makanan dan minuman manis anak-anak bisa dikurangi dengan meningkatkan pemahaman mereka mengenai masalah-masalah kesehatan yang bisa muncul akibat mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan.
Makanan dan minuman manis dalam kemasan biasanya mengandung gula tambahan, yang jika dikonsumsi terlalu banyak bisa memicu berbagai masalah kesehatan.
Mengonsumsi makanan dengan kadar gula tambahan secara berlebihan bisa menyebabkan kenaikan berat badan serta obesitas, mengakibatkan kerusakan gigi, serta memicu peningkatan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pemerintah sedang dalam proses menyiapkan ketentuan mengenai pelabelan kadar nutrisi seperti gula, garam, dan lemak pada produk makanan dan minuman.
Prof Ali memahami bahwa pemerintah membutuhkan waktu untuk menyiapkan dan memberlakukan peraturan mengenai pencantuman kandungan nutrisi pada produk makanan dan minuman dalam kemasan.
"Penundaan label dua tahun ke depan itu merupakan bagian dari persiapan industri untuk mungkin menghabiskan sisa-sisa produk yang sudah terlanjur diproduksi atau sudah direncanakan diproduksi, sehingga dalam waktu dua tahun sudah ada persiapan yang lebih baik untuk mereka memasang label gizi pada kemasan produk makanan manis, berlemak, dan mengandung garam," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Namun demikian, lansia dengan penyakit kronis tetap dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sebelum berpuasa untuk penyesuaian obat dan pola makan.
Secara medis, puasa yang dilakukan dengan pengawasan orang tua dapat membantu anak belajar pola makan teratur dan mengurangi kebiasaan jajan berlebihan.
Lingkungan harus memiliki kepekaan untuk membedakan kapan waktu untuk mendekat dan kapan harus memberi ruang bagi orang yang berduka.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Keseimbangan antara karier ibu bekerja dan pengasuhan sangat ditentukan oleh seberapa kuat dukungan keluarga.
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji menekankan bahwa pemulihan pascabencana harus lebih dari sekadar penyediaan kebutuhan material, tetapi juga trauma healing
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved