Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG Anak dan Remaja lulusan Universitas Indonesia Ika Putri mengatakan orangtua bisa melakukan diskusi dengan anak saat sedang menikmati musik agar bisa mengarahkan untuk menyerap nilai yang diharapkan.
"Penting bagi orangtua mengetahui penghayatan anak terkait musik atau film yang dinikmatinya, kemudian orangtua dapat mendengarkan dan mengarahkan anak untuk menyerap nilai-nilai yang diharapkan," kata Ika, dikutip Kamis (24/7).
Ika mengatakan anak yang terpapar lagu-lagu dari lingkungannya perlu bimbingan orangtua untuk mengarahkan referensi musik yang lebih sesuai kepada anak dan menikmatinya bersama.
Ia menjelaskan pengaruh musik sangat baik bagi perkembangan kinerja otak. Musik juga dapat digunakan untuk mengembangkan kepekaan rasa atau emosi, pengelolaan emosi serta sebagai wadah untuk ekspresi emosi.
Dalam kemampuan kognitif beberapa aspek juga dapat dikembangkan melalui memainkan alat musik dan lagu/nyanyian, kemampuan bahasa melalui lirik lagu, kemampuan mengenal angka dari notasi nada, serta daya ingat (menghafal lagu).
Paparan konten tidak sesuai usia terus menerus bisa membentuk perkembangan anak yang tidak diharapkan dan tidak bermanfaat bagi tumbuh kembangnya.
Psikolog di Yayasan Pulih ini mengatakan beberapa dampaknya anak jadi paham konsep seksualitas yang negatif (pornografi), menggunakan bahasa yang sepenuhnya tidak dipahami anak. Anak juga merasa tidak nyaman namun tidak dapat mengolahnya.
"Anak akan menjadi 'matang' sebelum waktunya secara sikap, tutur kata, tindakannya tidak autentik sesuai usianya melainkan selayaknya orang dewasa, namun anak juga sebenarnya tidak benar benar memahami dirinya," kata Ika.
Pada beberapa situasi, konten yang tidak sesuai usianya, jika berkualitas dan mengandung unsur edukatif dan sarat pesan moral bisa
menjadi pengaruh positif dalam proses perkembangan anak.
Namun, orangtua tetap harus melihat kapasitas anak sudah memadai atau baik untuk memahaminya disertai bimbingan orang dewasa.
"Jika memang musiknya berkualitas, sesuai usia atau cocok dengan suasana hati misal saat dalam kondisi tekanan dapat mendengarkan atau
memainkan musik yang positif untuk membangun suasana hati yang positif," tutup Ika. (Ant/Z-1)
Lagu Syakara dari Societeit de Harmonie hadir sebagai karya reflektif yang mengajak pendengar untuk sejenak berhenti dari beban kecemasan, keluhan, dan tuntutan hidup yang kerap mendominasi.
Lagu Pulanglah dari Methosa hadir bukan sebagai pemberi solusi instan, melainkan sebagai ruang untuk menarik napas dan tempat berefleksi bagi mereka yang sedang berjuang.
Album Hilary Duff yang berisi 11 lagu ini diproduseri oleh sang suami, peraih penghargaan Grammy Matthew Koma, bersama dengan Brian Phillips.
Lagu APT dari personel Blackpink Rose bersama Bruno Mars dinobatkan sebagai rilisan paling sukses di seluruh dunia sepanjang 2025, setelah berhasil mengumpulkan lebih dari 2 miliar streaming.
Melalui petikan instrumen yang menenangkan, Dinikmati Saja dari Joanna Andrea berkisah tentang perjuangan seseorang dalam menghadapi fase sulit kehidupan.
Single Luka yang Kutunda dari Zeky Ardian mengangkat tema cinta yang harus dilepas demi kebahagiaan sang kekasih, namun perasaan tersebut tetap dijaga dalam ruang spiritual melalui doa.
Anak tengah memiliki risiko lebih besar merasa diperlakukan berbeda dibandingkan saudara sulung maupun bungsu.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Adil tidak berarti memberikan perlakuan yang identik kepada setiap anak, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Langkah pertama yang harus dilakukan bukanlah memaafkan secara terburu-buru, melainkan menyadari bagaimana pengalaman tersebut membentuk dinamika diri di masa kini.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
DI tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan digital bagi anak-anak, suara dari akar rumput mengingatkan bahwa regulasi teknis saja tidak cukup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved