Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG klinis Phoebe Ramadina menyampaikan lingkungan keluarga, terutama orangtua, berperan penting dalam melatih anak agar dapat mengendalikan diri dan peduli kepada orang lain sebagai langkah mencegah perilaku kejahatan.
"Peran orangtua sangat penting untuk membantu anak mengenali emosinya dan menyalurkan emosi mereka dengan cara yang adaptif," kata psikolog lulusan Universitas Indonesia itu, dikutip Kamis (24/7).
Kesulitan meregulasi emosi dan impulsivitas bisa menjadi salah satu faktor seorang anak dalam kenakalan yang akhirnya berujung
pada tindak kriminal.
"Faktor individualnya bisa berupa kematangan kognitif (anak belum bisa membedakan mana yang salah dan yang benar)," ujar dia.
Dalam membantu anak mengenali dan menyalurkan emosinya, orangtua bisa memulai dengan mengenalkan anak pada jenis-jenis emosi sederhana, seperti senang, sedih, marah, yang kemudian bisa dicontohkan pada mereka bagaimana cara menyampaikan emosi tersebut.
"Misalnya, ketika senang, maka kita akan tersenyum atau tertawa. Ketika marah, kita bisa menyampaikan kemarahan kita dengan bahasa yang baik dan tidak menggunakan kekerasan, seperti 'Aku kesal karena kamu tadi ambil mainanku," jelas Phoebe.
Orangtua juga bisa mencontohkan kepedulian terhadap lingkungan, misalnya dengan mendengarkan pendapat dan cerita anak tanpa memotong.
Dengan demikian, anak belajar bahwa dia perlu memberi kesempatan kepada orang lain untuk menyampaikan pendapatnya.
"Ajak anak untuk membayangkan perasaan orang lain. Misalnya seperti bertanya 'kalau kamu jadi dia, bagaimana rasanya?" ungkap Phoebe.
Dalam melatih kemampuan anak untuk mendorong kepedulian terhadap lingkungan, orang tua bisa mengajari seperti latihan mengantrie maupun menyelesaikan tugas sebelum bermain.
"Penerapan disiplin positif yang melibatkan diskusi dengan anak untuk membantu anak mengetahui konsekuensi dari perbuatannya," tutur dia.
Phoebe juga mengingatkan bahwa melabeli anak sebagai anak nakal bisa memicu dia benar-benar terlibat kenakalan bahkan hingga tindakan kriminal karena merasa tidak ada guna memperbaiki diri. (Ant/Z-1)
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Ancaman utama dari Virus Nipah terletak pada angka kematiannya yang sangat tinggi, yakni mencapai 75%.
Pengendara wajib memiliki sisi emosional yang terkontrol agar tidak mengambil keputusan ceroboh yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.
FILM drama Musuh Dalam Selimut siap hadir di layar Bioskop tanah air mulai 8 Januari 2026. Cinta segitiga yang penuh plot twist dan memancing emosi para penonton.
Stres bisa memicu perubahan emosi dan respons tubuh.
Semakin remaja mengenali emosi dan nilai-nilainya, semakin mudah ia menentukan langkah dan pilihan hidup yang sesuai.
Penelitian terbaru mengungkap AI modern seperti ChatGPT mampu menjawab tes kecerdasan emosional lebih akurat dibanding manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved