Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG perayaan Idul Fitri 2026, unit musik Wijaya 80 resmi berkolaborasi dengan solois Sal Priadi melalui single terbaru berjudul Bulan Bintang, Garis Menyilang.
Dirilis pada 20 Maret 2026, lagu ini mengangkat tema cinta kasih yang tumbuh di tengah perbedaan keyakinan serta keberanian untuk tetap bertahan.
Karya ini lahir dari tangan Ardhito Pramono, Erikson Jayanto, dan Hezky Joe (personel Wijaya 80) bersama Sal Priadi. Aransemennya memadukan nuansa pop klasik Indonesia khas Wijaya 80 dengan lirik puitis-kontemporer yang menjadi karakter kuat Sal Priadi.
Premis lagu ini berangkat dari pengalaman pribadi salah satu personel Wijaya 80 Erikson Jayanto, yang bertindak sebagai produser, mengungkapkan bahwa di antara sekian banyak materi yang mereka garap, lagu inilah yang paling menyentuh hati, terutama bagi Sal Priadi.
"Sal sangat tersentuh sama lagu ini. Dia sangat ngejar lagu ini untuk dijadikan proyek kolaborasi kita," ujar Erikson. "Entah kenapa, untuk lagu satu ini, Sal tidak mau melewatkannya dan kami sepakat".
Kesan mendalam tersebut dibuka melalui lirik yang kontras dan tajam: "Kalung salib kecil itu / tak perlu kau tutupi / ketika kau bertemu keluargaku"*
Ardhito Pramono, yang juga pernah mengalami situasi serupa, menilai tema ini penting untuk dibahas agar dapat dipahami dengan lebih bijak.
"Dari masa ke masa, kayaknya kita dari dulu selalu bertemu dengan persoalan ini," ungkap Ardhito "Lucunya, kita semua nggak bisa ngapa-ngapain selain menerima".
Meski awalnya direncanakan untuk momen Natal, para musisi ini sepakat merilisnya menjelang Lebaran. Momen Idul Fitri dipilih karena merupakan waktu di mana keluarga besar berkumpul, termasuk bagi pasangan yang memiliki latar belakang berbeda.
Hezky Joe, yang saat ini tengah mengalami langsung latar cerita dalam lagu tersebut, berharap karya ini bisa menjadi ruang untuk mempertanyakan batas perbedaan.
Hal ini tersirat dalam penggalan lirik: "Tuhan / apakah mungkin masih Engkau terima? / dua insan yang keyakinannya beda / juga mungkin pintu masuknya tak sama".
"Kayaknya akan banyak yang relate, di kala ada orang yang saling mencinta, tapi harus merayakan kasih Tuhan di dua hari raya yang berbeda," jelas Hezky.
Sal Priadi menambahkan bahwa lagu ini diciptakan untuk menjadi pengantar dan teman bagi pasangan berbeda keyakinan saat merayakan hari penuh kasih.
Ia berharap cinta beda agama tidak lagi dipersoalkan, melainkan dapat diterima di momen hari raya.
Bulan Bintang, Garis Menyilang kini sudah dapat dinikmati di berbagai layanan pemutar musik digital.
Kolaborasi ini sekaligus menjadi pembuka bagi rangkaian proyek panggung dan karya kerja sama antara Wijaya 80 dan Sal Priadi di masa mendatang. (Z-1)
Musisi Sal Priadi siap menggelar kembali Memomemoria, sebuah festival multidisiplin yang melibatkan banyak cabang kesenian.
Sal Priadi memang pernah tinggal lama dan tumbuh di Kota Malang. Masa mudanya banyak terjadi di sana.
Sal Priadi mengatakan belum menentukan lagu Slank apa saja yang akan ia nyanyikan di panggung Pestapora 2025 mendatang.
Pameran seni luar ruang ini menampilkan 25 galeri dari berbagai kota di Indonesia, dengan 28 karya seni patung dari seniman ternama Indonesia
Panji Sakti tidak hanya dikenal sebagai musisi, namun juga seorang pribadi yang memiliki kedalaman spiritualitas yang luar biasa.
Big Hit Music memberikan klarifikasi resmi untuk menjelaskan bahwa penggunaan warna merah merupakan bagian integral dari identitas album terbaru BTS yang bertajuk Arirang.
Konser LANY di Jakarta direncanakan berlangsung pada 30 Oktober 2026 di Indonesia Arena.
Boss Creator resmi rilis line-up Pestapora 2026 fase pertama. Festival digelar September 2026 dengan promo tiket beli 1 gratis 1 untuk keluarga.
PIKOTARO menggandeng penyanyi berbakat asal Filipina yang menetap di Jepang, Beverly, untuk mengisi vokal. di lagu Pee Poop Party People.
Dunia Suka Bercanda dari Tommy Limmm hadir sebagai lagu yang jujur dan ringan, namun tetap membawa pesan reflektif tentang perjalanan hidup yang sering kali melenceng dari rencana manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved