Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Wijaya 80 dan Sal Priadi Rilis Single Bulan Bintang, Garis Menyilang, Potret Cinta Lintas Keyakinan di Momen Lebaran

Basuki Eka Purnama
20/3/2026 11:17
Wijaya 80 dan Sal Priadi Rilis Single Bulan Bintang, Garis Menyilang, Potret Cinta Lintas Keyakinan di Momen Lebaran
Wijaya 80 dan Sal Priadi(MI/HO)

MENJELANG perayaan Idul Fitri 2026, unit musik Wijaya 80 resmi berkolaborasi dengan solois Sal Priadi melalui single terbaru berjudul Bulan Bintang, Garis Menyilang. 

Dirilis pada 20 Maret 2026, lagu ini mengangkat tema cinta kasih yang tumbuh di tengah perbedaan keyakinan serta keberanian untuk tetap bertahan.

Karya ini lahir dari tangan Ardhito Pramono, Erikson Jayanto, dan Hezky Joe (personel Wijaya 80) bersama Sal Priadi. Aransemennya memadukan nuansa pop klasik Indonesia khas Wijaya 80 dengan lirik puitis-kontemporer yang menjadi karakter kuat Sal Priadi.

Lahir dari Kisah Nyata

Premis lagu ini berangkat dari pengalaman pribadi salah satu personel Wijaya 80 Erikson Jayanto, yang bertindak sebagai produser, mengungkapkan bahwa di antara sekian banyak materi yang mereka garap, lagu inilah yang paling menyentuh hati, terutama bagi Sal Priadi.

"Sal sangat tersentuh sama lagu ini. Dia sangat ngejar lagu ini untuk dijadikan proyek kolaborasi kita," ujar Erikson. "Entah kenapa, untuk lagu satu ini, Sal tidak mau melewatkannya dan kami sepakat".

Kesan mendalam tersebut dibuka melalui lirik yang kontras dan tajam: "Kalung salib kecil itu / tak perlu kau tutupi / ketika kau bertemu keluargaku"*

Ardhito Pramono, yang juga pernah mengalami situasi serupa, menilai tema ini penting untuk dibahas agar dapat dipahami dengan lebih bijak.

"Dari masa ke masa, kayaknya kita dari dulu selalu bertemu dengan persoalan ini," ungkap Ardhito "Lucunya, kita semua nggak bisa ngapa-ngapain selain menerima".

Menjadi Teman di Hari Raya

Meski awalnya direncanakan untuk momen Natal, para musisi ini sepakat merilisnya menjelang Lebaran. Momen Idul Fitri dipilih karena merupakan waktu di mana keluarga besar berkumpul, termasuk bagi pasangan yang memiliki latar belakang berbeda.

Hezky Joe, yang saat ini tengah mengalami langsung latar cerita dalam lagu tersebut, berharap karya ini bisa menjadi ruang untuk mempertanyakan batas perbedaan. 

Hal ini tersirat dalam penggalan lirik: "Tuhan / apakah mungkin masih Engkau terima? / dua insan yang keyakinannya beda / juga mungkin pintu masuknya tak sama".

"Kayaknya akan banyak yang relate, di kala ada orang yang saling mencinta, tapi harus merayakan kasih Tuhan di dua hari raya yang berbeda," jelas Hezky.

Sal Priadi menambahkan bahwa lagu ini diciptakan untuk menjadi pengantar dan teman bagi pasangan berbeda keyakinan saat merayakan hari penuh kasih. 

Ia berharap cinta beda agama tidak lagi dipersoalkan, melainkan dapat diterima di momen hari raya.

Bulan Bintang, Garis Menyilang kini sudah dapat dinikmati di berbagai layanan pemutar musik digital. 

Kolaborasi ini sekaligus menjadi pembuka bagi rangkaian proyek panggung dan karya kerja sama antara Wijaya 80 dan Sal Priadi di masa mendatang. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik