Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SATU lagi film dokumenter tentang musisi Indonesia hadir untuk menyentuh hati para penonton. Panji Sakti: Menenun Rindu merupakan produksi dari Mizan Pictures berkolaborasi dengan Pusat Kajian Tasawuf Nuralwala.
Film ini memberikan gambaran mendalam tentang perjalanan hidup Panji Sakti, seorang musisi yang lebih dari sekadar seorang seniman, namun juga seorang pejalan ruhani yang terus menenun karya-karya indah dari setiap nada dan lirik yang dipersembahkannya.
Dalam film dokumenter ini, Panji Sakti tidak hanya dikenal sebagai musisi, namun juga seorang pribadi yang memiliki kedalaman spiritualitas yang luar biasa.
Direktur Utama Mizan Group dan Eksekutif Produser Haidar Bagir mengungkapkan, "Nama Panji Sakti beberapa tahun terakhir ini makin lekat di hati para penikmat musik. Tapi tidak banyak yang tahu siapa sebetulnya Panji Sakti. Lebih dari seorang artis dan musisi, sesungguhnya Panji Sakti adalah seorang pejalan ruhani."
Film ini mengisahkan perjalanan Panji Sakti sebagai musisi yang menenun setiap nada dengan penuh khusyuk, meluapkan setiap rasa melalui lirik dan musik yang mendalam.
Rasa kerinduan yang ia tuangkan tidak hanya tertuju pada manusia atau masa lalu, melainkan pada yang Maha Segala, Tuhan. Karya-karya Panji Sakti menggambarkan perjalanan batin yang penuh kedamaian dan penghayatan spiritual.
Panji Sakti sendiri mengungkapkan kebanggaannya atas kerja keras tim produksi yang berhasil menghasilkan karya yang luar biasa ini.
"Saya berharap lebih banyak musisi yang mendapatkan kesempatan seperti ini, untuk ditampilkan dalam film dokumenter yang bisa menginspirasi banyak orang. Ini adalah perjalanan saya dalam dunia musik, sebuah perjalanan yang tak lepas dari perhatian saya terhadap lagu-lagu anak dan juga cerita kehidupan," ujarnya.
Peluncuran film dokumenter Panji Sakti: Menenun Rindu berlangsung pada Jumat (7/3), di Jakarta Selatan. Acara itu diikuti dengan sebuah intimate mini concert yang berhasil memikat hati para penonton, bahkan banyak di antara mereka yang terharu dan menangis saat menyaksikan penampilan Panji Sakti.
Musisi Nadin Amizah, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengatakan, "Sebuah film dokumenter yang well-made, dan ketika mendengar lagu-lagu Panji Sakti, banyak sekali unsur-unsur ketuhanan yang bisa saya temukan, sampai saya bisa menangis. Sepertinya ini adalah cara Allah untuk mengetuk hati saya."
Tidak hanya Nadin Amizah, musisi Sal Priadi juga memberikan apresiasi tinggi terhadap film ini.
Para tamu undangan dari berbagai kalangan, termasuk penulis, filmmaker, musisi, dan karyawan Mizan, juga merasakan kekuatan emosional yang disampaikan melalui karya ini.
Film dokumenter Panji Sakti: Menenun Rindu dirilis pertama kali melalui kanal You Tube Mizan Network pada tanggal 8 Maret 2025. Rencananya Mizan akan mengikutsertakan Panji Sakti:Menenun Rindu ke berbagai festival film baik di dalam maupun di luar negeri. (Z-1)
Rapper 50 Cent menyetujui penyelesaian gugatan sipil terkait dugaan penyerangan hanya beberapa hari sebelum Netflix merilis dokumenter mengenai Sean “Diddy” Combs.
Taylor Swift membagikan cerita hubungannya dengan Travis Kelce dalam teaser docuseries The End of an Era. Ia menyebut tunangannya itu sebagai “kejutan terbesar” dalam hidupnya.
Victoria Beckham buka-bukaan di serial Netflix terbarunya tentang rahasia di balik ekspresi dingin, perjuangan karier, dan tekanan sebagai desainer sukses.
Raja Charles merilis dokumenter “Finding Harmony” di Prime Video, menyoroti filosofi hidup selaras dengan alam demi masa depan berkelanjutan.
Bersamaan dengan penayangan dokumenternya, Simple Plan juga menghadirkan sebuah soundtrack resmi film ini dan telah dirilis pada 11 Juli lalu.
Melalui interaksi langsung dengan pasien ALS dan keluarga mereka, Vino G Bastian mendapatkan pemahaman mendalam tentang tantangan fisik dan emosional yang dihadapi pejuang ALS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved