Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM dokumenter Untuk Setiap Pagi Yang Masih Datang, produksi Sinemaku Pictures berkolaborasi dengan Yayasan ALS Indonesia, menjadi landasan riset bagi aktor Vino G Bastian terkait perannya di film drama keluarga terbaru berjudul Hanya Namamu Dalam Doaku..
Film itu berfokus pada cerita para pejuang ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis), sebuah penyakit saraf progresif yang membuat harapan hidup penderitanya terbatas, yang juga turut diceritakan dalam versi dokumenternya.
"Saat saya bertemu para pejuang ALS, itu menjadi sesuatu kekuatan yang lain yang mau saya coba tawarkan dalam film ini," kata Vino G Bastian saat konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (3/7).
Ia menekankan risetnya terjadi selama menghadiri peluncuran film dokumenter itu sebagai bagian dari pendalaman untuk memerankan karakter Arga di film Hanya Namamu Dalam Doaku.
Melalui interaksi langsung dengan pasien ALS dan keluarga mereka, Vino mendapatkan pemahaman mendalam tentang tantangan fisik dan emosional yang dihadapi pejuang ALS.
Ini membantunya menghadirkan penggambaran yang autentik mengenai karakter Arga dalam film Hanya Namamu Dalam Doaku, yang akan dirilis di bioskop mulai 21 Agustus 2025.
Dokumenter berdurasi 8 menit itu dirilis di kanal YouTube Sinemaku Pictures pada 21 Juni 2025, bertepatan dengan Hari ALS Sedunia, sementara versi panjangnya (70 menit) akan tayang pada Agustus 2025.
Produser film Prilly Latuconsina dari Sinemaku Pictures berharap filmnya dapat meningkatkan kesadaran penonton tentang ALS serta turut memberikan dukungan kepada para pejuang ALS di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Nirina Zubir mengatakan akan memerankan karakter Hanggini, istri Arga di film Hanya Namamu Dalam Doaku dengan berjuang tegar walau hatinya hancur, seperti penggambaran adegan menyentuh sebagai berikut:
"Kita mau kelihatan kita kuat, tapi kita manusia biasa. Di depan anak, 'everything is fine' (enggak apa-apa kok) begitu. Bahkan kita membiarkan anak kita menangis supaya dia mengeluarkan rasa, tapi kita gimana caranya tuh kayak enggak mau kelihatan rapuh di depan anak. Tapi kita sendiri kan hancur gitu loh, mengetahui bahwa suami kita sedang menghadapi sesuatu yang, yang kita tahu saat ini obatnya aja belum ada ALS ini," pungkas Nirina. (Ant/Z-1)
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Film Ghost in the Cell garapan sutradara Joko Anwar menjadi debut Magistus Miftah setelah ia berhasil menembus audisi yang diikuti ratusan pendaftar.
Dalam pidato kemenangannya di BAFTA, Robert Aramayo memberikan penghormatan kepada John Davidson, seorang aktivis sindrom Tourette yang menjadi inspirasi di balik pembuatan film I Swear.
Katyana Mawira secara terbuka mengungkapkan impiannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya (UK) demi mengejar gelar di bidang ilmu pasti.
Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Korea Selatan. Dua rising star generasi muda, Shin Eun Soo dan Yu Seon Ho, dikabarkan tengah menjalin hubungan asmara.
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved