Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
OLAHRAGA adalah aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur dan terencana dengan tujuan untuk meningkatkan kebugaran tubuh, menjaga kesehatan, serta melatih kekuatan fisik dan mental.
Olahraga mencakup segala bentuk gerakan tubuh yang meningkatkan denyut jantung dan memperkuat otot serta sistem tubuh lainnya. Bisa dilakukan secara individu atau kelompok, baik dalam bentuk permainan, latihan fisik, atau kompetisi.
Tanpa aktivitas fisik, tubuh membakar lebih sedikit kalori, yang dapat menyebabkan penumpukan lemak dan kenaikan berat badan.
Kurang olahraga membuat otot mengecil dan tulang rapuh, meningkatkan risiko osteoporosis dan cedera.
Metabolisme tubuh menurun jika tidak aktif, menyebabkan tubuh lebih lambat membakar energi dari makanan.
Kurangnya aktivitas fisik membuat sistem imun melemah, sehingga tubuh lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.
Tidak berolahraga bisa menyebabkan kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan penumpukan plak di arteri, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Kurang olahraga membuat sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin, yang bisa memicu diabetes tipe 2.
Kurangnya aktivitas fisik membuat tubuh tidak merasa cukup lelah, sehingga bisa menyebabkan insomnia atau tidur tidak nyenyak.
Kurang gerak bisa menyebabkan stres, kecemasan, dan depresi, karena tubuh kurang memproduksi hormon “bahagia” seperti endorfin dan serotonin.
Aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah ke otak. Tanpa olahraga, otak menjadi kurang optimal dalam berpikir dan berkonsentrasi.
Tanpa latihan otot dan fleksibilitas, postur tubuh cenderung membungkuk, terutama jika sering duduk lama.
Kurang bergerak memperlambat pergerakan usus, sehingga lebih mudah mengalami sembelit.
Penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup sedentari atau kurang gerak dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker usus dan payudara.
Tanpa olahraga, stamina menurun sehingga kamu akan lebih mudah merasa lelah dalam aktivitas sehari-hari.
Kurangnya sirkulasi darah karena kurang olahraga bisa membuat kulit terlihat kusam dan tidak segar.
Kurang olahraga bisa mempercepat proses penuaan baik secara fisik maupun mental.
Organisasi kesehatan seperti WHO menyarankan minimal 150 menit olahraga sedang per minggu atau sekitar 30 menit per hari selama 5 hari. (Z-4)
Secara umum, seseorang dikatakan kurang olahraga jika tidak memenuhi anjuran aktivitas fisik, yaitu sekitar 30 menit per hari atau 150 menit per minggu dengan intensitas sedang
Kurang olahraga dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental, karena tubuh tidak terbiasa bergerak untuk melancarkan peredaran darah, menjaga kekuatan otot
Secara umum, seseorang dikatakan kurang olahraga jika aktivitas fisiknya di bawah rekomendasi, yaitu kurang dari 150 menit aktivitas intensitas sedang per minggu
Kurang olahraga bukan cuma bikin badan lemas, tapi juga memicu penyakit serius, gangguan psikologis, dan penurunan kualitas hidup. Cukup olahraga ringan 30 menit per hari
Olahraga bisa bersifat ringan seperti jalan kaki, sedang seperti bersepeda, hingga berat seperti angkat beban atau lari maraton.
Pemenuhan gizi tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang. Strategi nutrisi yang efektif harus menyesuaikan dengan profil fisik dan usia individu.
Berdasarkan laporan Strava Year in Sport Trend Report 2025, keterlibatan perempuan dalam olahraga angkat beban tercatat 21% lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Rudal dan drone Iran telah berulang kali menargetkan Doha, Dubai, Abu Dhabi, Manama, dan berbagai wilayah Arab Saudi.
Dengan memilih jenis olahraga yang tepat dan dilakukan secara teratur, gejala asma justru dapat lebih terkontrol dan kualitas hidup meningkat.
Aktivitas fisik yang rutin terbukti dapat menjaga kebugaran, membantu mengontrol kadar gula darah, serta meningkatkan metabolisme.
Karbohidrat tetap menjadi elemen krusial bagi tubuh sebagai sumber energi utama, terutama saat berolahraga di tengah kondisi berpuasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved