Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Ilmu Gizi IPB University Prof M Rizal M Damanik menekankan bahwa telur merupakan sumber protein hewani murah dan bergizi tinggi yang sangat dibutuhkan sejak masa kehamilan hingga anak usia dini.
"Jika kita bicara tentang pembangunan manusia berkualitas dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045, maka perhatian terhadap asupan gizi sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi hal yang tidak bisa ditawar," ujarnya dalam dialog eksklusif di program Jendela Negeri, Kamis (12/6).
Lebih lanjut, Prof Rizal, yang juga dosen Fakultas Ekologi Manusia IPB University, menyampaikan salah satu tantangan besar yang dihadapi Indonesia saat ini adalah masalah stunting atau gagal tumbuh pada anak.
Berdasarkan data, pada 2019, prevalensi stunting nasional mencapai 27,7%.

Berkat upaya kolaboratif berbagai pihak, angka tersebut berhasil turun menjadi 19,6% pada 2024. Meski demikian, angka ini masih harus ditekan agar target Indonesia Emas 2045 bisa tercapai.
"Stunting bukan sekadar soal tinggi badan, tetapi juga memengaruhi otak, kemampuan belajar, dan produktivitas masa depan. Di sinilah telur berperan penting sebagai makanan kaya protein dan asam amino esensial, yang mendukung pertumbuhan sel otak dan tubuh secara optimal," jelasnya.
Prof Rizal menjelaskan bahwa dengan harga telur berkisar Rp25.000–Rp30.000 per kilogram (sekitar 15–17 butir), sebenarnya sudah bisa memenuhi kebutuhan protein anak selama satu minggu.
Ia bahkan menyandingkan harga telur dengan pengeluaran rokok yang masih menjadi prioritas utama dalam banyak rumah tangga di Indonesia.
"Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga untuk rokok masih lebih besar dibandingkan pengeluaran untuk sumber protein seperti telur. Padahal, dua butir telur per hari bisa menjadi investasi kecil yang dampaknya besar terhadap pembangunan SDM kita," tegasnya.
Sayangnya, banyak masyarakat masih ragu mengonsumsi telur karena mitos-mitos seperti menyebabkan bisul, jerawat, atau kolesterol tinggi. Prof Rizal menanggapi hal ini dengan menekankan pentingnya edukasi berbasis sains.
"Kolesterol dalam satu butir telur masih dalam batas aman, sekitar 170 mg, sementara kebutuhan harian orang dewasa adalah 300 mg. Masalah seperti bisul lebih sering disebabkan oleh kebersihan lingkungan dan tubuh, bukan karena makan telur," jelasnya. (Z-1)
PENGEMBANGAN hilirisasi ayam terintegrasi dinilai sebagai langkah antisipatif negara untuk memastikan keberlangsungan swasembada protein.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Dengan tekstur yang lebih padat, kucing bisa mendapatkan asupan gizi yang lebih konsentrat meski dalam satu suapan kecil sekalipun.
Dalam konsep piramida gizi seimbang, susu hanyalah salah satu opsi dari kelompok sumber protein.
Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling populer di Indonesia. Selain mudah ditemukan, telur juga kaya nutrisi dan harganya terjangkau.
Pengenalan variasi pangan sebaiknya dilakukan secara bertahap, tanpa paksaan, dan dapat dimulai melalui bentuk olahan berbeda, porsi kecil, atau contoh perilaku makan dari orangtua.
Selain penurunan angka stunting, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 64,28 persen balita peserta program mengalami perbaikan status gizi.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
Kemenkes ungkap 6% bayi di Indonesia lahir dengan berat badan rendah (BBLR) lewat Program Cek Kesehatan Gratis 2025. Simak risiko stuntingnya.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan makanan manis, gorengan, dan soda boleh dikonsumsi, tapi proporsinya perlu dikurangi agar gizi seimbang.
Data menunjukkan bahwa 20%–30% anak di Indonesia terdeteksi mengalami cacingan secara global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved