Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025 mengungkap persoalan mendasar kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Salah satu temuan paling menonjol adalah masih tingginya angka bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), yang berpotensi memicu masalah stunting di kemudian hari.
Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan bayi baru lahir melalui CKG, sebanyak 6 persen bayi tercatat lahir dengan berat badan di bawah 2,5 kilogram.
“Yang pertama, persentase yang cukup tinggi adalah bayi yang berat lahirnya rendah. Pada saat umur dua hari kita periksa, ternyata 6 persen dari bayi kita berat lahirnya rendah, atau bayi kecil di bawah 2,5 kilogram,” ujar Maria dalam konferensi pers secara daring, Jumat (23/1).
Maria menekankan bahwa bayi dengan BBLR memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting. Sebagai langkah preventif, pemerintah mendorong ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali dan memastikan konsumsi gizi seimbang.
Namun, bagi bayi yang sudah terlanjur lahir dengan berat rendah, Maria memberikan instruksi khusus terkait perawatan intensif. “Kalau sudah lahir bayi kecil, yang harus dilakukan adalah memberikan ASI tiap dua sampai tiga jam dan tetap periksa secara rutin minimal sebulan sekali ke fasilitas kesehatan supaya berat badannya bisa dikejar,” jelasnya.
Selain masalah berat badan, CKG juga mendeteksi sejumlah kelainan bawaan seperti penyakit jantung bawaan kritis dan kekurangan hormon tiroid. Maria memperingatkan bahwa kekurangan hormon tiroid yang tidak ditangani dapat menyebabkan retardasi mental pada anak.
Hingga akhir 2025, Program CKG dilaporkan telah menjangkau 70 juta penduduk di 38 provinsi. Sebanyak 10.225 puskesmas telah aktif menyelenggarakan pemeriksaan ini, dengan cakupan tertinggi berada pada kelompok bayi baru lahir yang mencapai 52 persen.
Kementerian Kesehatan akan menjadikan evaluasi CKG 2025 sebagai dasar perbaikan program di tahun 2026, dengan fokus utama pada peningkatan kesadaran masyarakat dalam menindaklanjuti rekomendasi medis. (Z-10)
Kemenkes ingatkan bahaya penularan campak setelah influencer Ruce Nuenda nekat olahraga di luar rumah saat sakit. Satu orang bisa tulari 18 orang!
Prevalensi obesitas di Indonesia naik menjadi 23,4%. Kemenkes imbau masyarakat cermat pilih pangan olahan dan batasi GGL. Simak panduan lengkapnya di sini.
Kemenkes mengingatkan bahwa campak merupakan penyakit sangat menular. Campak juga dapat menyebabkan komplikasi hingga kematian jika tidak dideteksi secara dini. Imunisasi bisa mencegahnya
Kemenkes laporkan 8.224 suspek campak hingga Maret 2026. Simak sebaran wilayah KLB dan jadwal imunisasi tambahan MR untuk anak PAUD/TK di sini.
Kemenkes ungkap data mengejutkan: 1,8% dari 18,6 juta orang alami gangguan telinga. Simak urgensi Hari Pendengaran Sedunia 2026 bagi tumbuh kembang anak.
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) , Siti Nadia Tarmizi, memaparkan urgensi perbaikan sistem deteksi dini kanker payudara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved