Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG lulusan Universitas Indonesia (UI) Nurul Adiningtyas mengungkapkan pentingnya pendekatan yang lebih holistik atau menyeluruh dalam menghadapi masalah kesehatan mental.
Nurul menekankan perlunya mengenali pemicu yang dapat memperburuk kondisi mental seseorang, terutama bagi mereka yang telah terdiagnosis memiliki gangguan mental.
"Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah mengenali trigger yang dapat menstimulasi reaksi emosional yang berlebihan, seperti kecemasan, stres, atau depresi. Misalnya, ada orang yang merasa cemas atau tertekan ketika melihat orang lain marah," kata Nurul, dikutip Jumat (14/3).
Setelah seseorang mengetahui pemicu, ia menyarankan agar individu yang mengalami masalah kesehatan mental berusaha untuk menghindari atau mengatasi pemicu tersebut dengan cara yang sesuai.
Adapun salah satu langkah penting lainnya adalah menjaga rutinitas pengobatan, termasuk menyesuaikan waktu minum obat dengan jadwal yang telah disarankan oleh dokter atau psikiater.
"Selain itu, saling memberikan dukungan antarsesama juga sangat penting. Kita bisa saling terkoneksi dan membantu satu sama lain. Jangan
ragu untuk terus berkonsultasi dengan dokter atau psikiater secara rutin," ujarnya.
Dalam konteks Ramadan, Nurul menegaskan puasa seharusnya tidak menjadi beban yang menambah tekanan bagi individu yang membutuhkan pengobatan rutin.
"Jika obat tidak bisa digeser jadwalnya karena puasa, itu tidak masalah. Kesehatan mental harus tetap menjadi prioritas," ujarnya.
Dokter di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) itu mengungkapkan, salah satu cara untuk membantu mengelola emosi adalah melalui kegiatan menulis.
Ia menjelaskan menulis dapat membantu seseorang untuk lebih memahami dan mengelola perasaan mereka.
Terlebih dalam budaya Indonesia yang cenderung menahan ekspresi emosi, seperti anggapan bagi laki-laki untuk tidak boleh menangis atau perempuan yang tidak boleh marah, maka menulis bisa menjadi cara efektif untuk menggali dan mengekspresikan perasaan secara lebih jujur.
Menurut dia, menulis bukan hanya untuk mengungkapkan perasaan, tapi juga untuk merayakan hal-hal positif yang telah dilakukan.
Ia menilai, hal ini bisa membantu untuk lebih menghargai diri sendiri dan tidak selalu menunggu validasi dari orang lain.
Lebih lanjut, Nurul juga menyarankan agar setiap individu dapat memberi apresiasi pada dirinya sendiri dengan mengucapkan terima kasih atas tubuh dan pikiran yang telah bekerja sepanjang hari.
Menurut dia, refleksi ini dapat membuka ruang untuk pengembangan diri dan motivasi agar menjadi lebih baik.
Di bulan Ramadan yang penuh tantangan ini, masyarakat disarankan untuk membuat perencanaan dan daftar tugas (checklist) agar setiap waktu dapat dimanfaatkan, baik untuk beribadah, menjaga kesehatan mental, maupun menjalani rutinitas harian.
Dengan pendekatan secara holistik, ia berharap individu dengan masalah kesehatan mental bisa menjalani Ramadan dengan lebih tenang, sehat, dan penuh kesadaran.
"Kita tuh belajar untuk menghargai diri sendiri, jangan menunggu penghargaan atau validasi dari orang lain. Ternyata ya, itu dapat
mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) dan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di jagat maya menjadi pemicu utama kecemasan masyarakat saat ini.
Sifatnya yang non-invasif, tanpa obat, tanpa efek ketergantungan, dan tanpa downtime menjadi keunggulan terbesar Exomind.
Kepemilikan ponsel pintar pada remaja awal dikaitkan dengan faktor risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Kesehatan mental pelajar semakin memprihatinkan. Data CDC dan WHO menunjukkan tingginya depresi, pikiran bunuh diri, dan kasus bullying pada remaja di sekolah.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga melakukan edukasi dan workshop kesehatan mental di sekolah-sekolah dan komunitas, serta penguatan tenaga psikolog klinis di puskesmas kecamatan.
Pengemudi mobil Audi yang menerobos Gerbang Tol Simatupang, pintu masuk utama menuju Tol JORR di Jakarta Selatan, pada Rabu (19/11) diklaim mengalami depresi.
Berikut 12 makanan yang dapat membantu meredakan sakit kepala secara alami, yang umumnya direkomendasikan dokter dan ahli gizi karena kandungan nutrisinya
Sekitar 85,1% responden mengaitkan stres dengan kesulitan dalam kesehatan usus, sementara kebiasaan makan yang tidak teratur juga turut memperburuk kondisi.
Inovasi ini dirancang khusus untuk membantu menurunkan stres psikologis pada penderita hipertensi, sebuah faktor yang sering terabaikan dalam penanganan tekanan darah tinggi.
Makanan sehat dan sederhana seperti pisang, oatmeal, ikan, dan sayuran hijau terbukti membantu meredakan stres secara alami dan menenangkan pikiran.
Terdapat lima makanan sehat yang dapat melawan stres.
Stres bisa bersifat fisik, emosional, atau psikologis, tergantung pada situasi yang dihadapi. Dalam dosis kecil, stres bisa memotivasi, tapi jika berlebihan atau berkepanjangan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved