Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PRAKTISI kesehatan masyarakat Ngabila Salama menyebut obat tramadol (golongan obat daftar G) sebagai salah satu penyebab remaja cenderung terlibat dalam tawuran atau perkelahian.
"Tramadol dapat berdampak buruk pada remaja, cenderung ikut tawuran atau perkelahian remaja karena efek agresivitas dan adiksi dari obat tersebut," kata Ngabila, Rabu (4/12).
Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Jakarta Barat itu menjelaskan obat tramadol merupakan obat analgesik yang biasa digunakan untuk mengatasi rasa nyeri sedang hingga berat.
Obat itu memiliki efek samping yang mirip dengan narkoba karena memengaruhi sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan ketergantungan jika digunakan secara tidak benar.
Tramadol bekerja dengan mengubah cara otak merespons rasa sakit, sambil memberikan efek euforia atau rasa nyaman. Efeknya bagi pengguna jangka panjang atau dosis tinggi dapat menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis.
Penggunanya dapat mengalami ketergantungan berupa gejala putus obat (withdrawal) seperti gelisah, nyeri otot, insomnia, atau kejang.
Tramadol juga dapat memengaruhi emosi dan perilaku yang disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan zat kimia di otak yang dapat meningkatkan risiko perubahan mood yang ekstrem termasuk agresivitas.
"Ketika efek obat mulai hilang, pengguna sering merasa gelisah atau frustrasi, yang dapat memicu perilaku agresif. Sehingga dampaknya dapat mengganggu hubungan sosial dan meningkatkan risiko konflik dengan keluarga atau teman," ujar Ngabila.
Efek lainnya mirip dengan narkoba yang tidak hanya menyebabkan ketergantungan dan agresivitas, tapi juga halusinasi dan gangguan kognitif yang menurunkan kemampuan belajar, daya ingat, dan konsentrasi, sehingga memengaruhi prestasi sekolah.
Menurut Ngabila, efeknya bakal lebih berbahaya pada remaja karena usianya masih dalam tahap perkembangan fisik dan emosional. Pada usia tersebut, anak masih mengalami fase eksplorasi dan senang mencoba hal baru tanpa memahami risikonya.
Remaja juga kerap mengalami tekanan sosial karena lingkungan yang tidak sehat dapat mendorong mereka mencoba tramadol untuk mencocokkan diri, serta kurangnya edukasi bahwa tramadol termasuk jenis obat keras yang memerlukan resep dokter.
"Kesadaran dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk melindungi remaja dari risiko ketergantungan tramadol dan dampak buruk
lainnya. Mencegah ketergantungan konsumsi obat tramadol pada remaja memerlukan pendekatan yang holistik," ujar dia.
Ngabila menilai sebagai bentuk pencegahan, baik pemerintah, tenaga medis maupun orangtua dapat memberikan edukasi pada para remaja.
Orangtua dapat menjalin komunikasi terbuka agar dapat lebih nyaman menjelaskan bahwa tramadol memiliki efek serupa dengan narkoba jika disalahgunakan termasuk risiko ketergantungan, kerusakan organ tubuh, dan dampak psikologis.
Berikan dukungan emosional dan lingkungan yang aman agar mereka tidak mencari pelarian melalui obat.
"Perhatikan perubahan perilaku yang mencurigakan, seperti penurunan prestasi sekolah, perubahan teman, atau perilaku menarik diri," katanya.
Hindari akses bebas terhadap obat keras di rumah. Pastikan obat-obatan seperti tramadol hanya digunakan sesuai resep dokter dan diawasi penggunaannya serta simpan obat-obatan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak dan remaja.
Dari sisi pemerintah dan tenaga medis, upaya yang dapat dilakukan adalah menyediakan akses ke layanan konseling di sekolah atau komunitas untuk remaja yang membutuhkan dukungan.
"Ajak tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater, jika remaja menunjukkan tanda-tanda ketergantungan," kata dia.
Konseling dapat dijadikan wadah untuk memberikan promosi kesehatan mental dan kampanye anti-narkoba sekaligus mengatasi perasaan cemas hingga depresi.
Pemerintah dan tenaga medis turut dapat membuat sejumlah kegiatan positif seperti olahraga, seni, atau organisasi komunitas untuk mengurangi risiko penyalahgunaan obat.
"Terapkan pula aturan hukum yang tegas terhadap penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Namun, utamakan rehabilitasi bagi remaja yang sudah telanjur terlibat, daripada hukuman yang menghukum secara keras," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Sebagai obat pereda nyeri (analgesik), penggunaan tramadol wajib berada di bawah pengawasan tenaga medis.
Pengguna sering kali mengincar efek instan Tramadol berupa tubuh yang terasa lebih segar, peningkatan energi, hingga lonjakan suasana hati (mood) dan rasa percaya diri.
Bagi Anda yang ingin menghindari ketergantungan bahan kimia, berikut adalah panduan cara menurunkan asam urat secara alami.
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Dalam psikologi perkembangan, remaja sedang berada pada fase meningkatnya kebutuhan otonomi.
Salah satu fenomena yang paling sering muncul dari penggunaan media sosial adalah kecenderungan remaja untuk melakukan perbandingan sosial secara ekstrem.
Psikolog klinis ungkap alasan remaja dan Generasi Alpha sangat terikat dengan media sosial. Ternyata terkait pencarian identitas dan hormon dopamin.
MENGHADAPI dinamika era digital di tahun 2026, kecemasan orang tua terhadap dampak negatif internet sering kali berujung pada kebijakan larangan total media sosial bagi remaja.
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
Remaja yang aktif melaporkan kebaikan tercatat lima kali lebih empati, lima kali lebih prososial, dan hampir empat kali lebih tinggi dalam kemampuan memahami sudut pandang orang lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved