Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KOLESTEROL tinggi menjadi masalah kesehatan yang sering dihadapi oleh banyak orang di seluruh dunia. Tingginya kadar kolesterol dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan masalah kesehatan lainnya.
Untungnya, selain obat-obatan, perubahan gaya hidup dan pola makan sehat dapat menjadi cara yang efektif untuk menurunkan kolesterol tinggi.
Baca juga : Inilah 7 Makanan Pantangan yang Harus Dihindari oleh Penderita Penyakit Jantung
Dalam artikel ini, kami akan membahas tujuh makanan lezat dan sehat yang bisa membantu menurunkan kolesterol secara alami.
Kolesterol adalah zat lemak yang terdapat dalam darah dan memiliki peran penting bagi tubuh. Namun, kadar kolesterol yang tinggi, terutama jenis kolesterol jahat atau Low-Density Lipoprotein (LDL), dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah, meningkatkan risiko penyumbatan dan menyebabkan berbagai penyakit kardiovaskular.
Oleh karena itu, menurunkan kolesterol tinggi merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Baca juga : Ternyata! 4 Buah Ini Penurun Kadar Kolestrol
Berikut adalah tujuh makanan sehat dan lezat yang bisa Anda konsumsi untuk membantu menurunkan kadar kolesterol secara efektif.
Oatmeal adalah salah satu makanan terbaik untuk menurunkan kolesterol LDL. Oatmeal mengandung serat larut (beta-glukan) yang berfungsi mengikat kolesterol dalam saluran pencernaan dan membuangnya dari tubuh.
Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi 3 gram serat larut dari oat setiap hari dapat menurunkan kadar kolesterol secara signifikan.
Baca juga : Konsumsi Pepaya Bisa Turunkan Kadar Kolesterol
Anda bisa mengonsumsi oatmeal sebagai sarapan dengan menambahkan buah-buahan seperti pisang, stroberi, atau buah beri lainnya untuk memberikan rasa manis alami dan tambahan serat.
Selain itu, konsumsi makanan berbahan gandum utuh lainnya, seperti roti gandum dan sereal tinggi serat, juga bermanfaat untuk menurunkan kolesterol.
Kacang-kacangan seperti almond, kenari, kacang mete, dan pistachio mengandung lemak tak jenuh tunggal dan serat yang baik untuk kesehatan jantung.
Baca juga : Ini Tips Makan Daging Bagi Penderita Kolesterol
Lemak tak jenuh pada kacang-kacangan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL sekaligus meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).
Beberapa studi menunjukkan bahwa mengonsumsi 30-50 gram kacang per hari dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 30%. Anda bisa mengonsumsi kacang sebagai camilan sehat, mencampurkannya dalam salad, atau menambahkannya pada yogurt sebagai topping.
Ikan berlemak seperti salmon, makarel, tuna, dan sarden merupakan sumber yang kaya akan asam lemak omega-3. Asam lemak ini terbukti efektif dalam menurunkan trigliserida, menurunkan kolesterol LDL, dan meningkatkan kolesterol HDL.
Selain itu, omega-3 juga memiliki efek antiinflamasi yang baik bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Untuk hasil terbaik, konsumsilah ikan berlemak ini setidaknya 2-3 kali seminggu. Anda bisa memasak ikan berlemak dengan cara dipanggang, direbus, atau dikukus untuk menjaga nutrisinya tetap optimal.
Buah-buahan yang tinggi serat larut, seperti apel, jeruk, pir, dan buah beri, sangat efektif dalam menurunkan kadar kolesterol. Serat larut membantu mengikat kolesterol di usus dan mengeluarkannya dari tubuh sebelum terserap ke dalam aliran darah.
Selain itu, buah-buahan ini juga kaya akan antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari radikal bebas dan memperbaiki sel-sel yang rusak.
Anda bisa mengonsumsi buah-buahan ini sebagai camilan, dijadikan jus, atau menambahkannya dalam sereal dan salad untuk menu yang lebih lezat dan menyehatkan.
Minyak zaitun merupakan minyak nabati yang kaya akan lemak tak jenuh tunggal, yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) tanpa mempengaruhi kolesterol baik (HDL).
Minyak zaitun juga mengandung polifenol, antioksidan yang membantu melindungi pembuluh darah dan meningkatkan kesehatan jantung.
Gunakan minyak zaitun extra virgin sebagai pengganti mentega, margarin, atau minyak kelapa sawit dalam memasak. Anda bisa menggunakannya untuk menumis sayuran, memasak daging, atau mencampurkannya sebagai dressing untuk salad.
Legum seperti kacang polong, lentil, buncis, dan kacang merah adalah sumber protein nabati dan serat yang sangat baik untuk menurunkan kolesterol tinggi.
Serat larut pada legum membantu mengurangi penyerapan kolesterol dan meningkatkan kesehatan pencernaan. Selain itu, legum memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga baik untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Cobalah untuk memasukkan legum dalam berbagai hidangan, seperti sup, salad, dan tumisan. Mengganti daging dengan legum juga bisa membantu mengurangi asupan lemak jenuh yang menjadi penyebab utama peningkatan kolesterol LDL.
Teh hijau telah dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk menurunkan kolesterol. Kandungan antioksidan berupa katekin dalam teh hijau dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL.
Minum teh hijau secara teratur juga membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan menjaga kesehatan jantung.
Untuk manfaat yang optimal, minumlah teh hijau tanpa tambahan gula. Teh hijau dapat dinikmati kapan saja, baik di pagi hari maupun sebagai teman di sore hari.
Selain mengonsumsi makanan-makanan di atas, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan kadar kolesterol secara efektif:
Mengelola kolesterol tinggi bisa dilakukan dengan pola makan yang sehat dan gaya hidup aktif. Tujuh makanan lezat dan sehat seperti oatmeal, kacang-kacangan, ikan berlemak, buah tinggi serat, minyak zaitun, legum, dan teh hijau dapat membantu menurunkan kolesterol secara alami dan mencegah berbagai penyakit terkait jantung.
Dengan menambahkan makanan-makanan ini ke dalam pola makan harian Anda dan menjaga gaya hidup sehat, Anda tidak hanya akan menurunkan kadar kolesterol, tetapi juga meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga medis atau ahli gizi untuk mendapatkan saran yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.
Selamat mencoba dan tetap sehat! (Z-10)
MENJELANG momentum liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pola makan sebagian masyarakat cenderung berubah.
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 oleh Kementerian Kesehatan mencatat bahwa hanya 3,6% pasien di Indonesia yang berhasil mencapai target LDL-C yang ideal.
LDL, yang dikenal sebagai kolesterol jahat, merupakan faktor utama penyakit kardiovaskular.
Obesitas bukan sekadar masalah penampilan, melainkan gerbang menuju kondisi kesehatan serius, salah satunya adalah sindrom metabolik.
Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling populer di Indonesia. Selain mudah ditemukan, telur juga kaya nutrisi dan harganya terjangkau.
Penurunan kolesterol LDL dan trigliserida terjadi di semua tingkat dosis, dengan penurunan awal muncul dalam dua minggu pertama pengobatan dan bertahan setidaknya selama 60 hari.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Memiliki berat badan yang terlihat normal tidak selalu berarti tubuh benar-benar sehat. Banyak orang dengan berat badan ideal justru memiliki perut buncit
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ibu menyusui antara 12 dan 24 bulan memiliki risiko relatif stabil untuk penyakit kardiovaskular.
Natrium sering kali menjadi bahan perdebatan: di satu sisi dianggap berbahaya bagi kesehatan jantung, tetapi di sisi lain, tubuh sebenarnya tidak bisa berfungsi tanpa mineral ini.
Obesitas dan diabetes tipe 2 merupakan masalah kesehatan utama di seluruh dunia, karena keduanya meningkatkan risiko penyakit jantung dan kematian terkait kardiovaskula
Mangga, buah tropis yang digemari karena rasa manis dan segarnya, tak hanya nikmat di lidah, tetapi juga kaya akan nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved